Kompas.com - 13/08/2021, 22:20 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

LEBAK, KOMPAS.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri menangkap tiga orang terduga teroris di wilayah Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, Banten pada Jumat (13/8/2021) siang.

Hal itu dikonfirmasi Kepala Bidang Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, Jumat.

Baca juga: Tim Densus 88 Amankan Tiga Terduga Teroris di Lebak Banten

"Memang ada kegiatan dari Tim Densus 88 tadi siang, ada tiga orang yang diamankan di wilayah hukum Polda Banten," kata Shinto saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Penelurusan Kompas.com penangkapan dilakukan di Pesantren Rehab Hati di Kampung Sumur Picung, Desa Baros, Warunggunung.

Baca juga: Banjir 6 Kecamatan di Lebak, Ratusan Rumah Terdampak

Salah satu santriwati di pesantren tersebut, berinisial A, mengatakan penangkapan dilakukan di waktu berbeda pada Jumat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pak Ustadz S, dibawa pagi tadi pulang jemput anaknya dari sekolah, anaknya juga dibawa," kata A kepada wartawan ditemui di Pesantren Rehab Hati, Jumat.

Menurut A, penangkapan berlangsung cepat, sejumlah orang berseragam datang ke pesantren dan membawa Ustadz S serta anaknya.

Ustadz S merupakan guru di pesantren tersebut. Diketahui sudah sekitar dua tahun mengajar di sana. Dia berasal dari Indramayu.

Pada siang hari, kata A, sejumlah orang kembali datang ke pesantren dan menjemput mertua Ustadz S, berinisial H. Saat itu, petugas juga mengantarkan anak Ustadz S.

"Anaknya dianterin lagi, tapi mertuanya dibawa," kata dia.

A mengatakan tidak tahu menahu hendak dibawa ke mana ustadz dan mertuanya. Dia tidak tahu jika itu penangkapan lantaran kata dia dibawa dengan baik-baik.

Namun saat itu, kata dia, banyak petugas bahkan sebagian membawa senjata laras panjang.

"Dibawa, terus foto-foto tempat ini," kata dia.

Ketua RT setempat, Sandra juga membenarkan terjadi penangkapan di tempat tersebut. Namun dirinya tidak hafal siapa saja yang dibawa oleh petugas.

Dia menyebut, sempat menyaksikan saat anak Ustadz S diserahkan ke ibunya.

"Iya tadi ada siang, saya enggak hafal juga siapa yang dibawa, karena enggak kenal," kata Sandra.

Sandra mengatakan, tidak terlalu hafal siapa saja yang menghuni pesantren tersebut. Kata dia, jarang ada interaksi, kecuali saat mengurus dokumen seperti pembuatan KTP.

"Pernah beberapa kali, pemilik pesantren ketemu buat dokumen KTP, KK. Selebihnya jarang ketemu, saya juga jarang di rumah karena jualan sayur ke kampung-kampung lain," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Lebak, AKBP Teddy Rayendra juga membenarkan terjadi penangkapan terduga teroris di Warunggunung.

"Iya betul," kata dia kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pentolan KKB di Yahukimo Ditangkap | Tragedi Kecelakaan Minibus di Kediri

[POPULER NUSANTARA] Pentolan KKB di Yahukimo Ditangkap | Tragedi Kecelakaan Minibus di Kediri

Regional
Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Regional
Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Regional
2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

Regional
Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran 'Omah PSS' Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran "Omah PSS" Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Regional
Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, 'Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit...'

Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, "Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit..."

Regional
Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Regional
Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Regional
Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Regional
Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Regional
Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Regional
Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Regional
Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Regional
Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.