Todongkan Pistol dan Tendang Motor Tukang Galon, Eks Cabup Tasikmalaya Bilang "Saya Tembak, Mati Kamu..."

Kompas.com - 02/08/2021, 17:45 WIB
Tukang galon korban penodongan senjata api oleh mantan calon Bupati Tasikmalaya berinisial CZ di Jalan Sukamenak, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, diwawancara wartawan dan melaporkan kejadiannya ke Polsek Sukarame Polres Tasikmalaya, Senin (2/8/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHATukang galon korban penodongan senjata api oleh mantan calon Bupati Tasikmalaya berinisial CZ di Jalan Sukamenak, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, diwawancara wartawan dan melaporkan kejadiannya ke Polsek Sukarame Polres Tasikmalaya, Senin (2/8/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Mantan calon bupati Tasikmalaya berinisial CZ, menodongkan dan menembakkan senjata api jenis pistol ke pemuda tukang galon keliling di Jalan Kampung Sinargalih, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/8/2021).

Kejadian itu menghebohkan warga sekitar.

Aksi koboi seorang warga sipil tersebut sembari mengancam dan menendang motor korban seusai menodong dua kali dan menambakan senjata apinya ke udara pada Minggu (1/8/2021) sore.

"Dia mengancam ke saya sembari menodongkan pistol dua kali usai menembakannya ke udara. Dia ancam saya 'Saya tembak, mati kamu'," jelas Cecep Muhammad Arya Santana (21), korban penodongan sekaligus tukang galon motor keliling di lokasi kejadian, Senin siang.

"Mantan calon bupati Tasikmalaya Pilkada kemarin itu juga menendang motor saya sampai jatuh ke aspal," lanjut Cecep. 

Baca juga: Kronologi Mantan Cabup Todongkan Pistol ke Tukang Galon, Saksi: Cekcok Usai Senggolan, Pelaku Tembakkan Senjata

Menurut Cecep, kejadian itu terjadi usai senggolan motor dan mobil di jalan kampung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lanjut Cecep, kejadian itu dilihat oleh banyak warga saat terjadi cekcok di tengah jalan kampung dengan dirinya.

Saat diancam sambil ditodong senjata api oleh pelaku, Cecep mengaku hanya bisa pasrah dan ketakutan karena khawatir pelaku akan menembakan kembali senjata apinya ke dirinya dan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

"Saya pasrah saja Pak kemarin. Soalnya, takut pistol ditembakan lagi oleh dia ke saya atau warga lainnya yang melihat. Semua warga juga tak ada yang berani mendekati saat kejadian," tambah dia.

Baca juga: Mantan Calon Bupati Tasikmalaya Todongkan Pistol ke Wajah Tukang Galon, gara-gara Mobilnya Tersenggol

 

Awal mula kejadian, senggolan di jalan kampung

Sebelumnya, diberitakan, mantan calon bupati Tasikmalaya di Pilkada tahun 2020 berinisial CZ, dilaporkan seorang tukang galon yang mengaku telah ditodong pakai senjata api dan menembakannya ke udara usai cekcok akibat senggolan kendaraan di Jalan Kampung Sirnagalih, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (1/8/2021) kemarin.

Cecep menuturkan, kejadian bermula saat dirinya mengendarai motor di Jalan Sukamenak, hendak mengantarkan galon ke arah Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya.

Saat di sebuah belokan Kampung Sirnagalih, lanjut Cecep, motornya bersenggolan dengan sebuah mobil mewah berwarna hitam yang ditumpangi pelaku karena terlalu di tengah jalan.

Dirinya kaget dan secara spontan berkata kasar ke pelaku sampai akhirnya mobilnya berhenti dan mengeluarkan senjata api jenis pistol ke arahnya.

Sementara itu, Kepala Polsek Sukarame Polres Tasikmalaya, Inspektur Dua Polisi Hajar Sutiar, membenarkan kejadian tersebut dan korban telah melaporkan kejadiannya ke polisi hari ini.

Sesuai keterangan korban dan para saksi-saksi, korban ditodong sebanyak dua kali memakai senjata api jenis pistol dan pelaku menembakannya ke udara sekali.

"Iya, jadi kejadian kemarin korban yang merupakan tukang galon sesuai pengakuannya telah ditodong pakai senjata api jenis pistol dua kali usai cekcok senggolan kendaraan di Jalan Sukamenak sini dekat. Pelaku pun sempat menembakan senjatanya ke udara satu kali. Sesuai keterangan korban dan warga sekitar, pelaku adalah mantan calon Bupati Tasikmalaya di Pilkada kemarin bernama CZ," jelas Hajar kepada wartawan di kantornya, Senin (2/8/2021).

Sampai sekarang, pihaknya masih melakukan pemeriksaan awal dan selanjutnya akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya.

"Kalau selanjutnya proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya. Kami di sini hanya melakukan pemeriksaan sementara saja," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Dalami Motif 9 Pelajar SMK Keroyok Korbannya hingga Luka Parah

Polisi Dalami Motif 9 Pelajar SMK Keroyok Korbannya hingga Luka Parah

Regional
Jembatan di Kebumen Runtuh, Sutiem Hilang Terbawa Arus Sungai

Jembatan di Kebumen Runtuh, Sutiem Hilang Terbawa Arus Sungai

Regional
Kisah Youtuber Situbondo Raih Jutaan dari Bikin Konten Tutorial Furniture hingga Bisa Beli Mobil

Kisah Youtuber Situbondo Raih Jutaan dari Bikin Konten Tutorial Furniture hingga Bisa Beli Mobil

Regional
Jalani Sidang, Keluarga Bupati Jember yang Gelar Pesta Pernikahan Divonis Langgar Prokes

Jalani Sidang, Keluarga Bupati Jember yang Gelar Pesta Pernikahan Divonis Langgar Prokes

Regional
Aksi Warga Blokir Jalan ke 'Waduk Jokowi', Ini Jawaban Manajer PT Brantas

Aksi Warga Blokir Jalan ke "Waduk Jokowi", Ini Jawaban Manajer PT Brantas

Regional
Brigadir NP Disanksi Penurunan Jabatan dan Penjara 21 Hari, Ini Kata Mahasiswa yang Dibanting Saat Demo

Brigadir NP Disanksi Penurunan Jabatan dan Penjara 21 Hari, Ini Kata Mahasiswa yang Dibanting Saat Demo

Regional
Viral, Sekelompok Siswi SMAN di Wakatobi Persekusi Seorang Siswa, yang Lain Merekam dan Menonton

Viral, Sekelompok Siswi SMAN di Wakatobi Persekusi Seorang Siswa, yang Lain Merekam dan Menonton

Regional
4 Fakta Wagub Lampung Diteror Pinjol, Diteror hingga Polisi Turun Tangan

4 Fakta Wagub Lampung Diteror Pinjol, Diteror hingga Polisi Turun Tangan

Regional
9 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Magelang, Bermula dari Truk Tronton Tabrak Mobil

9 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Magelang, Bermula dari Truk Tronton Tabrak Mobil

Regional
Bobby Nasution Janji Benahi Jalan Rusak di Medan dalam 2 Tahun

Bobby Nasution Janji Benahi Jalan Rusak di Medan dalam 2 Tahun

Regional
Kronologi Seorang Pengacara Dihadang dan Dibacok Puluhan OTK

Kronologi Seorang Pengacara Dihadang dan Dibacok Puluhan OTK

Regional
Kisah di Balik Nama Unik, Mulai dari “ABCDEF GHIJK Zuzu” hingga “Dinas Komunikasi Informatika Statistik”

Kisah di Balik Nama Unik, Mulai dari “ABCDEF GHIJK Zuzu” hingga “Dinas Komunikasi Informatika Statistik”

Regional
Polisi Tetapkan Pria yang Masturbasi di Atas Motor Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Pria yang Masturbasi di Atas Motor Jadi Tersangka

Regional
Dihadang dan Diserang Puluhan OTK, Seorang Pengacara di Kalsel Dibacok Berkali-kali hingga Kritis

Dihadang dan Diserang Puluhan OTK, Seorang Pengacara di Kalsel Dibacok Berkali-kali hingga Kritis

Regional
Bocah 14 Tahun Anak Tukang Tambal Ban Diculik dan Ditemukan Setahun Kemudian Sudah Lahirkan Bayi, Ini Kisahnya

Bocah 14 Tahun Anak Tukang Tambal Ban Diculik dan Ditemukan Setahun Kemudian Sudah Lahirkan Bayi, Ini Kisahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.