Kompas.com - 26/07/2021, 15:29 WIB
Januar V Migu (20), anak yatim yang lulus jadi siswa Bintara Polri KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREJanuar V Migu (20), anak yatim yang lulus jadi siswa Bintara Polri


KUPANG, KOMPAS.com - Raut wajah Januar V Migu (20), langsung berubah, saat menyaksikan siaran langsung pengumuman akhir kelulusan Bintara dan Tamtama Polri TA 2021 Panda Polda NTT.

Putra pasangan suami istri almarhum Nikolaus Migu dan Elisabeth Ratu (56), dinyatakan lulus menjadi siswa bintara Polri.

Air mata bahagia seketika menetas membasahi kedua pipinya.

Tangis haru yang sama juga terjadi pada sang ibu Elisabeth Ratu yang tinggal jauh di Waelengga, Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Saat Warga Madiun Gunakan Tradisi Dongkrek Usir Wabah Covid-19...

Ibu dan anak yang sempat melakukan panggilan video menggunakan ponsel Android milik tetangga, tidak bisa menyembunyikan keharuan mereka.

Sambil menangis, Januar berulang kali berterima kasih kepada sejumlah pejabat Polda NTT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terima kasih Bapak Kapolda. Anak petani pun ternyata bisa diterima menjadi anggota Polri," ujar Januar sambil menangis saat ditemui di SPN Polda NTT, Senin (26/7/2021).

Januar berterima kasih kepada Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif dan panitia, karena seluruh rangkaian tahapan tes dilalui dengan baik dan penuh suasana humanis.

"Saat saya ikut tes ternyata semua berjalan dengan baik dan prosesnya berlangsung secara transparan karena hasilnya langsung diumumkan," ujar anak ke 4 dari 5 bersaudara.

Januar merupakan anak yatim, karena ayahnya Nikolaus sudah meninggal dunia sejak lima tahun lalu.

Sedangkan tiga orang kakaknya hanya mengenyam pendidikan hingga bangku sekolah dasar dan putus sekolah. Demikian pula sang adik.

Hanya Januar yang mengenyam pendidikan hingga tamat SMA.

Sehingga, Januar menjadi satu-satunya anak yang diharapkan bisa mengangkat derajat keluarga mereka.

Setelah ayahnya meninggal dunia, ibunya, Elisabeth Ratu harus banting tulang menghidupi Januar dan keluarga mereka.

Elisabeth yang sama sekali tidak merasakan bangku pendidikan, menjadi petani dengan menggarap lahan orang dengan sistem bagi hasil.

Mereka juga tinggal di gubuk sederhana beratap daun, berlantai tanah dan berdinding kayu.

Elisabeth bahkan sempat ragu saat Januar hendak tes masuk polisi karena ia tidak memiliki modal yang cukup.

Elisabeth pun menitipkan Januar di rumah kerabatnya di Kota Kupang guna mengikuti tahapan seleksi masuk Polri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Regional
Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

Regional
Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Dapat Bonus dari Capaiannya di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Berencana Bangun GOR di Solo

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 19 September 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 September 2021

Regional
Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Jelang WSBK, 150 Tim Vaksinator Diterjunkan untuk Percepat Vaksinasi di Lombok Tengah

Regional
Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Dugong Penuh Luka Terdampar di Polewali Mandar Dievakuasi, Akan Dilepasliarkan Setelah Pulih Kembali

Regional
Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade Tokyo, Leani Ratri Terima Rp 1 Miliar dari Gubernur Riau

Regional
73 WN Australia Tinggalkan Bali dengan Pesawat Sewaan, Ini Penjelasan Kemenkumham

73 WN Australia Tinggalkan Bali dengan Pesawat Sewaan, Ini Penjelasan Kemenkumham

Regional
Sempat Kabur Usai Tipu Petani, Oknum Polisi di NTT Akhirnya Tertangkap

Sempat Kabur Usai Tipu Petani, Oknum Polisi di NTT Akhirnya Tertangkap

Regional
Tembak Mati Ali Kalora, Satgas Madago Raya Buru 4 DPO, Siapa Saja?

Tembak Mati Ali Kalora, Satgas Madago Raya Buru 4 DPO, Siapa Saja?

Regional
Heboh Napi Tanjung Gusta Diduga Dianiaya Sipir gara-gara Tak Setor Uang, Kalapas: Jelas Tidak Benar

Heboh Napi Tanjung Gusta Diduga Dianiaya Sipir gara-gara Tak Setor Uang, Kalapas: Jelas Tidak Benar

Regional
PTM Terbatas di Banjarmasin Dimulai Besok, Jumlah Siswa di Kelas Maksimal 50 Persen

PTM Terbatas di Banjarmasin Dimulai Besok, Jumlah Siswa di Kelas Maksimal 50 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.