PPKM Darurat Yogyakarta, Pasar Beringharjo hingga Klitikan Ditutup Sementara

Kompas.com - 08/07/2021, 15:04 WIB
Suasana pasar saat Indonesia Raya diputar, pedagang Pasar Beringharjo berdiri sikap sempurna, Kamis (20/5/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOSuasana pasar saat Indonesia Raya diputar, pedagang Pasar Beringharjo berdiri sikap sempurna, Kamis (20/5/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menutup lima pasar non-esensial selama penerapan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono mengatakan, beberapa pasar yang ditutup oleh Pemkot Yogyakarta adalah pasar yang bukan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ada beberapa pasar yang ditutup seperti di Beringharjo bagian barat itu menjual batik (pakaian), Pasar Pasty (pasar tanaman hias dan hewan), Pasar Klitikan Pakuncen (menjual spare part motor), pasar sepeda, Pasar Tunjungsari,” katanya saat dihubungi, Kamis (78/7/2021).

Baca juga: 21 Titik Penyekatan di Yogyakarta Selama PPKM Darurat, Simak Lokasinya

Dia mengatakan, setelah melakukan evaluasi selama PPKM darurat ini, pasar-pasar non esensial masih menimbulkan kerumunan sehingga membuat tidak efektif selama PPKM darurat dijalankan.

Yunianto mengatakan, pasar-pasar yang memenuhi kebutuhan sehari-hari (esensial) tetap diperbolehkan buka tetapi dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pasar yang memenuhi kebutuhan sehari-hari masih boleh buka, tentu dengan kapasitas maksimal 50 persen,” ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga telah menertibkan luberan atau pedagang-pedagang yang berada di sekitar pasar karena dapat menimbulkan kerumunan.

“Luberan sudah kita tertibkan seperti di Pasar Sentul, Demangan. Penertiban bersama dengan Pak Wali kota,” ucap dia.

Baca juga: 3 Hari PPKM Darurat DI Yogyakarta, 312 Tempat Usaha Non-esensial Ditutup

Pengawasan di pasar-pasar esensial dilakukan secara intens dengan mengajak beberapa elemen seperti dengan lurah dan paguyuban pasar.

Pengawasan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan yang diakibatkan oleh aktivitas pasar.

Untuk mengantisipasi kerumunan di pasar, pihaknya bekerja sama dengan aplikasi ojek online memberikan layanan penjualan secara daring. 

“Kita sediakan voucer potongan harga Rp 10.000 belanja. Jadi minimal belanja Rp 30.000 bisa mendapat potongan voucher Rp 10.000,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Gibran Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Pasien Covid-19 Anak di Solo

Regional
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tak Sampai Bandung, Ridwan Kamil: Saya Maklum...

Regional
Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Fosil Hewan di Waduk Saguling Rawan Penjarahan

Regional
9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

9 Korban Pinjol di Ambon Mengadu ke Polisi, Pelakunya Terlacak di Luar Maluku

Regional
Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Ritual Buang Sial di Gunung Sanggabuana Diduga Dipasangi Tarif oleh Kuncen Bukan Warga Karawang

Regional
Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Pulang dari Sawah, Seorang Petani di Bojonegoro Tewas Tersambar Petir

Regional
Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Kronologi Siswa SMP Meninggal Usai Dipukul Guru gara-gara Tak Kerjakan PR, Sempat Dirawat 2 Hari di RS

Regional
Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Mengulas Kehidupan di Sisi Timur Ibu Kota Kerajaan Majapahit...

Regional
Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Tega Cabuli Bocah 9 Tahun, Pria di Bali Mengaku Sudah 1,5 Tahun Menduda

Regional
Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Kalapas Blitar Sebut Pelemparan Sabu-sabu sebagai Upaya Bandar Narkoba Tembus Keamanan Lapas

Regional
Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Usai Dipukul Kapolres Nunukan, Brigpol SL Dimutasi ke Polsek

Regional
'Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah'

"Kalau Hujan, Terpaksa Kami Tidur Pindah-pindah"

Regional
CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

CFD di Kembang Jepun Surabaya Akan Dibuka 7 November 2021, Ini Ketentuannya

Regional
Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Kasus Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi di Sikka Berakhir Damai, Pelaku Dijatuhi Sanksi Kurungan

Regional
Plt Bupati Bintan Menjawab Kabar soal Penutupan Kampus BTI

Plt Bupati Bintan Menjawab Kabar soal Penutupan Kampus BTI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.