Urbanisasi di Perdesaan, Fenomena Desa-desa Menjadi Desa Perkotaan

Kompas.com - 15/06/2021, 17:10 WIB
Kawasan perdesaan di sekitar Curug Surodipo. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKawasan perdesaan di sekitar Curug Surodipo.

Klasifikasi ulang perdesaan menjadi desa perkotaan seringkali luput sebagai faktor yang berkontribusi terhadap jumlah penduduk perkotaan. Klasifikasi ulang merujuk pada wilayah yang sebelumnya bukan kawasan perkotaan menjadi kawasan perkotaan baru berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Baca juga: 80 Persen Pulau Jawa Jadi Perkotaan, UU Urbanisasi Diperlukan

Dalam konteks Indonesia, terdapat dua definisi tentang kota, yaitu pertama kota administratif dimana suatu wilayah (kota) memiliki status perkotaan resmi (kota otonom) dan kedua, kota secara fungsional, dimana sebuah desa dapat didefinisikan sebagai kota sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.

Proses klasifikasi ini menunjukkan bahwa urbanisasi tidak hanya terjadi pada kota besar atau kawasan perkotaan yang saat ini sudah ada tetapi juga pada suatu kawasan perdesaan yang mengalami pertumbuhan wilayah sesuai kriteria.

Suatu perdesaan bisa berubah menjadi kawasan perkotaan tanpa perlu penduduknya pindah ke kota lain. Perdesaan itu sendiri yang berubah menjadi perkotaan.

Urbanisasi bukan sesuatu yang buruk jika mampu dikelola dengan baik, karena sejatinya urbanisasi menunjukkan tingkat perkembangan suatu wilayah. Negara-negara maju, seperti di Eropa dan Amerika Utara, seperti yang disebutkan oleh UN (2018), memiliki tingkat urbanisasi sebagian besar di atas 80 persen, bahkan beberapa hampir 100 persen (Belgia, 98 persen, Malta, 95 persen serta Belanda 92 persen).

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa, pertumbuhan ekonomi memiliki korelasi positif dengan urbanisasi dimana urbanisasi seringkali diasosiasikan dengan level pembangunan ekonomi suatu negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wilayah dengan level pembangunan ekonomi tinggi cenderung juga memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi. Semakin merata urbanisasi juga menunjukkan semakin merata pembangunan ekonomi yang terjadi.

Migrasi terpaksa

Fenomena yang terjadi belakangan ini akibat Pandemi COVID-19, di mana perekonomian di kota terganggu sehingga banyak orang meninggalkan kota atau terjadi perindahan penduduk dari kota ke desa.

Baca juga: Mendagri Sebut Dana Desa untuk Rem Urbanisasi

Arus perpindahan yang terjadi ini bisa disebut sebagai migrasi terpaksa (force migration) di mana orang terpaksa untuk pindah ke desa karena kontraksi ekonomi di kota.

Kondisi ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk semakin memberikan keberpihakan pembangunan di daerah perdesaan sehingga ketika ekonomi kota besar mulai pulih, penduduk tidak lagi berduyun-duyun pergi ke kota besar. Proses pengkotaan bisa semakin menyebar ke wilayah perdesaan.

Di sisi lain semakin banyaknya desa yang bertansformasi menjadi kota juga harus mendapat perhatian dan pengendalian agar tidak merusak tatanan lingkungan di perdesaan. Ketersediaan “fasilitas perkotaan” seperti fasilitas pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi yang merata sangat dibutuhkan oleh seluruh wilayah.

Namun, dampak negatif yang sudah terjadi pada kota-kota besar yang sebelumnya sudah berkembang harus lebih diantisipasi, seperti antisipasi terhadap perubahan guna lahan, permukiman kumuh, krisis air bersih dan beberapa hal negatif lainnya.

Dampaknya, potensi perkembangan wilayah yang terjadi di perdesaan memberikan dampak yang lebih baik terhadap kesejahteraan penduduk secara luas.  (*Luh Kitty Katherina, Peneliti Penduduk dan Lingkungan di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI)

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah SD di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Bocah SD di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Regional
Pencuri Genset di Rumah Dinas Kepala Bank NTB Ditangkap, 2 Pelaku Lain Masih Buron

Pencuri Genset di Rumah Dinas Kepala Bank NTB Ditangkap, 2 Pelaku Lain Masih Buron

Regional
Berlaku Besok, Ini Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap di Kawasan Wisata Sanur dan Kuta

Berlaku Besok, Ini Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap di Kawasan Wisata Sanur dan Kuta

Regional
Viral Video Kakek Punguti Beras Bercampur Batu dan Pasir Tercecer di Jalan, Tuai Simpati Warga

Viral Video Kakek Punguti Beras Bercampur Batu dan Pasir Tercecer di Jalan, Tuai Simpati Warga

Regional
Terbakar Cemburu, Suami Aniaya Pria Selingkuhan Istri dengan Palu, Polisi Ungkap Cerita Lengkapnya

Terbakar Cemburu, Suami Aniaya Pria Selingkuhan Istri dengan Palu, Polisi Ungkap Cerita Lengkapnya

Regional
Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Polisi Bantah Amankan 2 Orang Saat Kunjungan Presiden Jokowi di Cilacap

Regional
Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Diduga Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp 600 Juta, Mantan Kades Bonder Lombok Tengah Ditahan

Regional
Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget sampai Teriak

Ini Kesaksian Siswi SMK di Palangkaraya yang Kena Peluru Nyasar: Saya Kaget sampai Teriak

Regional
Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena 'Chat' WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Wabup Adukan Bupati Bojonegoro ke Polisi karena "Chat" WhatsApp, PKB Jatim: Hanya Miskomunikasi

Regional
Tolak Proyek 'Malioboro' Tegal, PKL dan Sopir Angkot Geruduk DPRD

Tolak Proyek "Malioboro" Tegal, PKL dan Sopir Angkot Geruduk DPRD

Regional
Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Langkah Bupati Semarang Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah

Regional
Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Selama Dua Hari, Seorang Warga Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni

Regional
Ini Isi 'Chat' WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Ini Isi "Chat" WhatsApp Bupati Bojonegoro hingga Diadukan Wabup ke Polisi

Regional
Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Bertemu Anak yang Yatim Piatu akibat Covid-19, Mensos Risma: Mulai Sekarang Sayalah Pengganti Orangtuamu

Regional
4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

4 Ekor Paus Mati Terdampar dalam 2 Pekan di Pantai Bima, BKSDA Sebut Fenomena Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.