Ivermectin yang Diklaim Ampuh Tangkal Covid-19 Dibagikan di Kota Semarang

Kompas.com - 11/06/2021, 19:12 WIB
Donasi obat ivermectin diberikan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (11/6/2021). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIADonasi obat ivermectin diberikan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (11/6/2021).

SEMARANG, KOMPAS.com - Obat Ivermectin diberikan untuk membantu penanganan kasus Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (11/6/2021).

Sebagai informasi, obat yang biasa dipakai untuk pengobatan parasit ini diklaim telah mengurangi kasus Covid-19 di India.

Ada ratusan tablet Ivermectin yang dibagikan untuk empat kecamatan di Kota Semarang, yakni Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Banyumanik, Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Gayamsari.

Baca juga: Cek Fakta Sepekan: Hoaks Vaksin Covid-19 Bikin Mandul hingga Ivermectin Obat Corona

Pemberian obat ini diinisiasi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko.

"Kami bekerja sama dengan PT Harsen Laboratories membagikan donasi obat Ivermectin sebanyak 600 pack di Kota Semarang, dan 2.500 pack di Kudus," ujar Ketua HKTI Jateng Nurfaiza usai penyerahan donasi obat di Kecamatan Gayamsari, Jumat (11/6/2021)

HKTI Jateng juga memberikan tes cepat antigen, warga yang hasilnya pemeriksaannya reaktif bakal diberikan obat tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti hasilnya setelah reaktif kita bagikan obat ini selama lima hari berturut-turut, seharinya satu tablet. Lalu hari keenam kota swab antigen lagi sampai benar-benar negatif. Kita tetap memantau dan bertanggung jawab. Karena tujuan kami membantu masyarakat Jateng supaya sehat dan beraktivitas seperti semula," ujarnya.

Baca juga: Studi: Obat Anti-parasit Ivermectin Disebut Potensial Sembuhkan Corona

Sementara itu, Direktur Komunikasi PT Harsen Laboratories Iskandar Purnomo Hadi menambahkan, obat Ivermectin sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat antiparasit yang bisa menyembuhkan penyakit cacingan.

Sementara, izin untuk mengobati penyakit Covid-19 sedang dalam proses.

"Baru sekitar dua bulan lalu kita mendapat izin dari BPOM untuk obat antiparasit, tapi maksud kita sebenarnya untuk obat ini bisa menyembuhkan dan mencegah Covid-19. Dari BPOM mengeluarkan ini obat Covid-19 sedang diproses. Mungkin sekitar 1-1,5 bulan lagi," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Ditangkap di NTT, WNA Australia Mengaku Gunakan Narkoba untuk Ini

Regional
Gubernur NTT Tegur Bupati Alor Usai Video Viral, Berpesan agar Minta Maaf kepada Risma

Gubernur NTT Tegur Bupati Alor Usai Video Viral, Berpesan agar Minta Maaf kepada Risma

Regional
Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta, Ini Kata Dinkes Salatiga

Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta, Ini Kata Dinkes Salatiga

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Wonogiri Tolak Kunjungan Kerja dari Luar Daerah

Cegah Penyebaran Covid-19, Bupati Wonogiri Tolak Kunjungan Kerja dari Luar Daerah

Regional
Predator Seksual di Buton Selatan Ditangkap, 21 Anak Jadi Korban

Predator Seksual di Buton Selatan Ditangkap, 21 Anak Jadi Korban

Regional
Diduga Buang Janin, Sepasang Kekasih di Brebes Ditangkap Polisi

Diduga Buang Janin, Sepasang Kekasih di Brebes Ditangkap Polisi

Regional
4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Pemilik Bantah Dagangannya Disebut Mengandung Bahan Berbahaya

4 Polisi Dilarikan ke RS Usai Santap Bakso, Pemilik Bantah Dagangannya Disebut Mengandung Bahan Berbahaya

Regional
Warga Kudus Terinfeksi Virus Corona Varian Delta Bertambah Jadi 62 Orang, Pemkab Masih Lacak Identitas

Warga Kudus Terinfeksi Virus Corona Varian Delta Bertambah Jadi 62 Orang, Pemkab Masih Lacak Identitas

Regional
Bupati Blora Perintahkan Direktur Rumah Sakit Buka Lowongan Nakes Covid-19

Bupati Blora Perintahkan Direktur Rumah Sakit Buka Lowongan Nakes Covid-19

Regional
Pasien Covid-19 Varian India di Jatim Bertambah 5 Orang, Terjaring di Pos Penyekatan Suramadu

Pasien Covid-19 Varian India di Jatim Bertambah 5 Orang, Terjaring di Pos Penyekatan Suramadu

Regional
60 Kg Sabu-sabu dan 2.000 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan, Seorang Nelayan dan IRT Diamankan Polisi

60 Kg Sabu-sabu dan 2.000 Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan, Seorang Nelayan dan IRT Diamankan Polisi

Regional
Penggeledahan di Tasikmalaya, Densus 88 Temukan Ransel Bekas Latihan

Penggeledahan di Tasikmalaya, Densus 88 Temukan Ransel Bekas Latihan

Regional
Buntut Video Bupati Alor Marahi Risma, Gubernur NTT Beri Teguran Keras

Buntut Video Bupati Alor Marahi Risma, Gubernur NTT Beri Teguran Keras

Regional
6 Anggota TNI AL Aniaya Warga Sipil hingga Tewas, Danpuspomal: Maksimal 10 Tahun Penjara dan Dipecat

6 Anggota TNI AL Aniaya Warga Sipil hingga Tewas, Danpuspomal: Maksimal 10 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
400 Tahun Hilang dari Peradaban, Rato Salu Maoge Pamona dari Kerajaan Tertua di Sulsel Bangkit Kembali

400 Tahun Hilang dari Peradaban, Rato Salu Maoge Pamona dari Kerajaan Tertua di Sulsel Bangkit Kembali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X