Penjelasan PLN soal Pemadaman Listrik Massal di Kaltim

Kompas.com - 28/05/2021, 19:16 WIB
Ilustrasi mati lampu. AFPIlustrasi mati lampu.

Saleh menjelaskan, umumnya pembangkit listrik yang ada di Kaltim terbagi tiga tipe yakni berbahan dasar diesel atau BBM, gas dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Ketika sistem interkoneksi dalam masalah, seperti yang terjadi pada sistem Mahakam, pembangkit diesel dan gas lebih cepat merespons.

Namun, dua tipe pembangkit jenis ini, hanya bisa mengaliri 250 megawatt dari total beban interkoneksi 525 megawatt.

Baca juga: Sebagian Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah Sempat Padam, PLN Minta Maaf

"Sehingga kita menunggu kenormalan PLTU untuk masuk dalam sistem interkoneksi. Sifat PLTU itu butuh waktu sekitar enam sampai delapan jam untuk memanaskan kembali boiler sehingga bisa masuk interkoneksi untuk kembali normal," terang dia.

Karena itulah, butuh waktu berjam-jam untuk menunggu tiga unit PLTU masuk dalam sistem interkoneksi yakni PLTU Teluk Balikpapan berdaya 2x100 megawatt, PLTU Tanjung Batu 2x110 megawatt dan PLTU Bontang 2x30 megawatt.

Diketahui, sejak Kamis siang terjadi pemadaman total di tujuh wilayah di Kaltim. Pemadaman terjadi pukul sekitar 13.30 hingga 23.00 Wita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.