Tiba di Kepri, 200 TKI yang Datang dari Malaysia Dinyatakan Positif Covid-19

Kompas.com - 04/05/2021, 11:13 WIB
Ilustrasi Covid-19 Shutterstock/PetovargaIlustrasi Covid-19

BATAM, KOMPAS.com – Sebanyak 200 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia yang baru saja tiba di Tanah Air melalui Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dinyatakan terjangkit Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri yang juga Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah mengatakan, hal itu terungkap setelah Satgas Penanganan Covid-19 Kepri melakukan tes usap terhadap 14.000 TKI yang masuk melalui Batam dan Tanjungpinang.

Baca juga: 4 PMI dari Malaysia Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dievakuasi ke RSLI Surabaya

"Dari 14.000 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan ke Tanah Air melalui Batam dan Tanjungpinang pada Januari-April 2021, sebanyak 200 orang di antaranya terinfeksi Covid-19. Ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan tes usap dengan metode PCR terhadap PMI yang baru tiba di Batam," kata Tengku Said Arif Fadillah dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Relawan PMI Gunungkidul Terbanyak Se-Indonesia Makamkan Jenazah dengan Prokes Covid-19

Untuk TKI yang terkonfirmasi positif corona, rata-rata tanpa gejala dan saat ini telah dilakukan perawatan dan isolasi di RSKI Covid-19 Pulau Galang, Batam.

Arif menjelaskan, kedatangan TKI melalui Kepri bukan hanya menimbulkan kekhawatiran membawa virus covid-19, melainkan juga menambah beban bagi keuangan daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Awal Mei 2021, lebih dari 140 orang TKI asal Malaysia dipulangkan melalui Tanjungpinang," jelas Arief.

Bahkan, selama para TKI berada di Kepri, makan dan minum mereka ditanggung Pemprov Kepri.

 

"Biaya makan dan minum untuk TKI ditanggung Pemprov Kepri, Pemkot Batam, dan Pemkot Tanjungpinang. Dana tersebut menurut informasi akan dikembalikan BNPB setelah dilakukan audit oleh BPKP,” ujar Arief.

Ia menjelaskan, jumlah TKI asal Malaysia yang dipulangkan melalui Batam jauh lebih banyak dibanding di Tanjungpinang.

Untuk meminimalisasi penyebaran corona di Kepri, Pemprov Kepri sudah mengingatkan instansi terkait agar pola penanganan TKI, seperti pemeriksaan tes usap, harus dilakukan secara cepat.

"Hasil pemeriksaan PCR harus diketahui paling lama sehari. Jangan sampai berhari-hari karena dapat menimbulkan permasalahan baru," papar Arif.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Cabut Banding Kasus Penyelundupan Harley dan Brompton Eks Dirut Garuda Indonesia

Jaksa Cabut Banding Kasus Penyelundupan Harley dan Brompton Eks Dirut Garuda Indonesia

Regional
Soal PNS Tak Masuk Kerja 10 Hari Dapat Dipecat, Pemkab Karawang Tunggu Arahan BKN Terapkan Aturan Baru

Soal PNS Tak Masuk Kerja 10 Hari Dapat Dipecat, Pemkab Karawang Tunggu Arahan BKN Terapkan Aturan Baru

Regional
Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembuang Limbah di Saluran Irigasi Klaten

Polisi Kantongi Identitas Terduga Pembuang Limbah di Saluran Irigasi Klaten

Regional
Risalianus Aja, Bocah SD yang Rawat Kedua Orangtuanya yang Lumpuh Terima Donasi

Risalianus Aja, Bocah SD yang Rawat Kedua Orangtuanya yang Lumpuh Terima Donasi

Regional
Diancam Tak Naik Kelas, Murid SD Dicabuli Guru di Sekolah, Korban Berani Cerita Setelah 2 Tahun

Diancam Tak Naik Kelas, Murid SD Dicabuli Guru di Sekolah, Korban Berani Cerita Setelah 2 Tahun

Regional
Hendak Bertemu Penjual Sepatu, Seorang Remaja di Sumsel Diserang Orang Tak Dikenal hingga Tewas

Hendak Bertemu Penjual Sepatu, Seorang Remaja di Sumsel Diserang Orang Tak Dikenal hingga Tewas

Regional
Perjuangan Risalatul Ikut Seleksi CPNS Saat Hamil 7 Bulan

Perjuangan Risalatul Ikut Seleksi CPNS Saat Hamil 7 Bulan

Regional
Promosikan Wisata Danau Toba Aman, 20 Kapal Motor Konvoi Rayakan Harhubnas

Promosikan Wisata Danau Toba Aman, 20 Kapal Motor Konvoi Rayakan Harhubnas

Regional
Wali Kota Malang dan Pejabatnya Dihalau Polisi Saat Gowes ke Pantai Kondang Merak yang Masih Tutup karena PPKM

Wali Kota Malang dan Pejabatnya Dihalau Polisi Saat Gowes ke Pantai Kondang Merak yang Masih Tutup karena PPKM

Regional
Longsor di Cianjur Terjadi di 2 Lokasi, Ada Korban Luka dan Bangunan Sekolah Rusak

Longsor di Cianjur Terjadi di 2 Lokasi, Ada Korban Luka dan Bangunan Sekolah Rusak

Regional
Kronologi Kadinkes di Riau Ditangkap Atas Dugaan Korupsi, Berawal Bantuan Alat Rapid Test dari Kemenkes

Kronologi Kadinkes di Riau Ditangkap Atas Dugaan Korupsi, Berawal Bantuan Alat Rapid Test dari Kemenkes

Regional
Terima 20 Ton Jagung dari Jokowi, Suroto: Apresiasi Bapak Presiden yang Begitu Cepat...

Terima 20 Ton Jagung dari Jokowi, Suroto: Apresiasi Bapak Presiden yang Begitu Cepat...

Regional
3 Orang Jadi Tersangka Investasi Bodong yang Tipu Ratusan Ibu di Makassar

3 Orang Jadi Tersangka Investasi Bodong yang Tipu Ratusan Ibu di Makassar

Regional
Polisi Sudah Periksa 4 Saksi Teror Bom Molotov di LBH Yogyakarta

Polisi Sudah Periksa 4 Saksi Teror Bom Molotov di LBH Yogyakarta

Regional
Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.