Buron 7 Tahun, Pelaku Penipuan terhadap WN Korsel Ditangkap di Makassar

Kompas.com - 28/04/2021, 17:23 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

MAKASSAR, KOMPAS.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), menangkap buronan penipuan warga negara (WN) Korea Selatan (Korsel), berinisial AK.

AK merupakan warga Kota Makassar telah tujuh tahun lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik atas kasus yang dilaporkan WN Korea Selatan, Shin Yong Ju.

Korban selaku Direktur Utama PT Seven Energy Indonesia melaporkan tersangka telah memanipulasi berkas kepemilikan lahan di Kabupaten Takalar.

Baca juga: Seorang ASN di Bengkulu Jadi Penipu Rekrutmen Anggota Polri

Kasubdit Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Ahmad Mariadi yang dikonfirmasi, Rabu (28/4/2021) mengatakan, AK ditangkap setelah hampir tujuh tahun melarikan diri dan dianggap tidak kooperatif dalam pemeriksaan.

Korban melaporkan penipuan pada proses pembebasan dua lahan seluas 7,4 hektar berlokasi di Desa Tamalate dan Desa Sampulungan di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AK ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Baji Pamai, Kecamatan Mamajang, Makassar, pada Sabtu 24 April 2021 siang.

“Kasus ini berjalan sejak 2014 lalu. Cuma ada miskomunikasi, sehingga kasus ini terbengkalai. Setelah diperiksa, ternyata ada kesalahan sedikit dan kemudian kasusnya diangkat kembali hingga perkaranya sudah P21. Setelah kasus P21, pelaku pun berhasil ditangkap dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan untuk tahap 2,” jelasnya.

Baca juga: Viral, Cuitan Korban Dugaan Penipuan Pembelian Album K-Pop, Rugi Puluhan Juta Rupiah

Ahmad Mariadi menjelaskan, korban awalnya mempercayakan pengurusan pembebasan dua lahan tersebut.

AK diminta untuk balik nama, namun ia mencoret nama Shin.

Tersangka mau menguasai lahan itu karena menganggap korban ini orang asing, padahal Mr Shin ini hanya owner untuk pembuatan resort bukan kepemilikan.

“Karena memang orang asing kan tidak bisa punya kepemilikan lahan di Indonesia. AK tergolong mafia tanah, ia pernah tersandung kasus serupa di Manado, Sulawesi Utara. AK ditetapkan sebagai DPO pada Februari 2021, pengejaran sempat dilakukan sampai di Manado. Anggota itu sudah di atas pesawat, lalu turun. Karena ada informasi yang bersangkutan sudah ada di Makassar di Jalan Baji Pamai. Di situ kita tangkap,” jelasnya.

Tersangka dikenakan Pasal 263, 266 dan 385 KUHP tentang pemalsuan akta otentik, dan menggunakan surat palsu dan perampasan hak dengan ancaman hukuman di atas lima tahun kurungan penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor Bappeda Kabupaten Nias Terbakar

Kantor Bappeda Kabupaten Nias Terbakar

Regional
Anak-anak Mulai Terinfeksi Covid-19, Pemkab Wonogiri Siapkan Ruang Isolasi Khusus Anak

Anak-anak Mulai Terinfeksi Covid-19, Pemkab Wonogiri Siapkan Ruang Isolasi Khusus Anak

Regional
Bupati Ipuk Sebut Vaksin Efektif Tekan Corona, 70 Persen Pasien Covid-19 di Banyuwangi Belum Divaksin

Bupati Ipuk Sebut Vaksin Efektif Tekan Corona, 70 Persen Pasien Covid-19 di Banyuwangi Belum Divaksin

Regional
Gerebek 3 Pabrik Jamu Ilegal di Banyuwangi, BPOM Sita 7 Truk Barang Bukti

Gerebek 3 Pabrik Jamu Ilegal di Banyuwangi, BPOM Sita 7 Truk Barang Bukti

Regional
Jalan Trans Flores Ende-Maumere Tertutup Longsor, Aktivitas Lalu Lintas Terganggu

Jalan Trans Flores Ende-Maumere Tertutup Longsor, Aktivitas Lalu Lintas Terganggu

Regional
Diperiksa 8 Jam, Anak, Menantu, dan Cucu Akidi Tio Keluar Ruang Penyidik Sambil Menutup Wajah

Diperiksa 8 Jam, Anak, Menantu, dan Cucu Akidi Tio Keluar Ruang Penyidik Sambil Menutup Wajah

Regional
Modus Usaha Properti, Pria Ini Tipu Rekan Bisnisnya Rp 1,25 Miliar

Modus Usaha Properti, Pria Ini Tipu Rekan Bisnisnya Rp 1,25 Miliar

Regional
Viral Foto 15 Camat di Tegal Kumpul-kumpul Tak Pakai Masker, Polisi Turun Tangan

Viral Foto 15 Camat di Tegal Kumpul-kumpul Tak Pakai Masker, Polisi Turun Tangan

Regional
Mantan Direktur RS di Jember Gelar Pernikahan Saat PPKM, Kena Denda Rp 10 Juta

Mantan Direktur RS di Jember Gelar Pernikahan Saat PPKM, Kena Denda Rp 10 Juta

Regional
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Pemilik Batik Danar Hadi Solo Santosa Doellah Meninggal, Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Pemilik Batik Danar Hadi Solo Santosa Doellah Meninggal, Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Niat Membantu, Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Justru Dianiaya Warga, Ini Ceritanya

Niat Membantu, Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Justru Dianiaya Warga, Ini Ceritanya

Regional
Kapal Nelayan Tenggelam Dihantam Gelombang, 4 ABK Selamat, 6 Lainnya Hilang

Kapal Nelayan Tenggelam Dihantam Gelombang, 4 ABK Selamat, 6 Lainnya Hilang

Regional
Apriyani Rahayu Dapat Emas Olimpiade, Bupati Konawe Beri Hadiah Tanah, Rumah, dan 5 Ekor Sapi

Apriyani Rahayu Dapat Emas Olimpiade, Bupati Konawe Beri Hadiah Tanah, Rumah, dan 5 Ekor Sapi

Regional
Keluarga Marah di RS, Bocah Korban Kecelakaan Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Penjelasan Polisi

Keluarga Marah di RS, Bocah Korban Kecelakaan Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Penjelasan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X