Menkominfo Johnny Plate Minta Masyarakat Tak Sebar Foto Aksi Terorisme

Kompas.com - 01/04/2021, 15:32 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate di Solo, Kamis (1/4/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIMenteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate di Solo, Kamis (1/4/2021).

SOLO, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate meminta masyarakat tidak menyebarkan foto yang tidak memenuhi persyaratan etis digital.

Hal ini menyusul tersebarnya foto-foto terkait aksi terorisme yang terjadi di Mabes Polri.

"Mari jaga bersama-sama tidak ada manfaatnya menyebarkan foto-foto yang menyebar ketakutan, yang berpotensi menjadi penghasut, dan diadu domba di antara masyarakat," kata Johnny dalam kunjungannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Demokrat Solo Bersyukur Hasil KLB Deli Serdang Ditolak Kemenkumham

Pihaknya berharap masyarakat cerdas untuk memilih dan memilah termasuk foto-foto, gambar terkait aksi terorisme.

"Saat ini aparat penegak hukum sedang bekerja. Dan kita percayakan aparat penegak hukum kita bekerja dengan profesionalisme yang tinggi," terang dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi harus dimulai dari diri sendiri masyarakat masing-masing.

Johnny mengatakan, ke depan pemerintah bersama masyarakat akan melakukan berbagai kegiatan melalui gerakan nasional literasi digital.

Baca juga: 37 Santriwati Ponpes Solo Jalani Karantina di Asrama Haji Donohudan, 9 Sudah Negatif

Selain itu, kata dia, pihaknya juga melaksanakan kegiatan melalui focus group discussion (FGD) dan sosialisasi maupun edukasi secara masif melibatkan masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pendidikan.

"Marilah gunakan ruang digital secara lebih bermanfaat untuk kepentingan dan kemaslahatan kita. Bukan ruang digital digunakan secara keliru, secara salah termasuk gambar pernografi dan kegiatan radikal, terorisme yang tidak ada manfaatnya," sambung dia.

Johnny mengatakan, akan ada sanksi bagi penyebar informasi yang tidak benar.

"Selalu ada aturannya. Kalau sanksi-sanksi sudah ada aturan di dalam UU ITE dalam UU KUHP yang sudah ada aturannya domain penegak hukum. Biar penegak hukum yang memilah," terangnya.

Pihaknya mengungkapkan bersama Kemenko Polhukam sudah mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk menyiapkan satu pedoman bagi aparat hukum terkait pelanggaran di ruang digital atau dikenal UU ITE.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Beri Santunan Rp 25 Juta untuk Arga, Bocah Yatim Piatu karena Covid-19 di Kutai Kartanegara

Jokowi Beri Santunan Rp 25 Juta untuk Arga, Bocah Yatim Piatu karena Covid-19 di Kutai Kartanegara

Regional
Kronologi Pembunuhan Ketua MUI Labura, Pelaku Tak Terima Ditegur agar Tak Mencuri, Pulang Asah Parang, Besoknya Bacok Korban

Kronologi Pembunuhan Ketua MUI Labura, Pelaku Tak Terima Ditegur agar Tak Mencuri, Pulang Asah Parang, Besoknya Bacok Korban

Regional
Ratusan Penghuni Nusakambangan Positif Covid-19, dari Napi hingga Petugas, Ini Penjelasannya

Ratusan Penghuni Nusakambangan Positif Covid-19, dari Napi hingga Petugas, Ini Penjelasannya

Regional
Cerita Pedagang Cilok Berdandan Bak Pejabat, Pakai Jas dan Berdasi untuk Menarik Pembeli

Cerita Pedagang Cilok Berdandan Bak Pejabat, Pakai Jas dan Berdasi untuk Menarik Pembeli

Regional
Pernah Menikah Dini, Ini Cerita Khusnul Istri Pertama Pemuda yang Menikahi 2 Perempuan Sekaligus

Pernah Menikah Dini, Ini Cerita Khusnul Istri Pertama Pemuda yang Menikahi 2 Perempuan Sekaligus

Regional
Pembunuhan Sadis Ketua MUI Labura, Berawal Saat Korban Pergoki Pelaku Curi Buah Sawit

Pembunuhan Sadis Ketua MUI Labura, Berawal Saat Korban Pergoki Pelaku Curi Buah Sawit

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemuda Nikahi 2 Perempuan Sekaligus | Pakai APD, Perempuan Ini Bagikan Surat Bebas Covid-19 Dalam Bus

[POPULER NUSANTARA] Pemuda Nikahi 2 Perempuan Sekaligus | Pakai APD, Perempuan Ini Bagikan Surat Bebas Covid-19 Dalam Bus

Regional
Dituding Serobot Makam Pahlawan, Warkop Pasutri Korban Penganiayaan Satpol PP Ditutup

Dituding Serobot Makam Pahlawan, Warkop Pasutri Korban Penganiayaan Satpol PP Ditutup

Regional
Belum Dibayarkan, Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas

Belum Dibayarkan, Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas

Regional
Kronologi Kuli Bangunan Bunuh Teman Kerjanya, Berawal dari Cekcok, Pelaku Ditangkap

Kronologi Kuli Bangunan Bunuh Teman Kerjanya, Berawal dari Cekcok, Pelaku Ditangkap

Regional
148 Titik Panas Terdeteksi di Riau

148 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Regional
Aksi Mahasiswa Tolak PPKM di DPRD NTB Diwarnai Perusakan Pintu Gerbang

Aksi Mahasiswa Tolak PPKM di DPRD NTB Diwarnai Perusakan Pintu Gerbang

Regional
Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Kibarkan Bendera Putih, Ini Kata Wabup

Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Kibarkan Bendera Putih, Ini Kata Wabup

Regional
'Hanya Sebagian Kecil yang Tak Mau Divaksin, Tiap Saya Buka Langsung Full'

"Hanya Sebagian Kecil yang Tak Mau Divaksin, Tiap Saya Buka Langsung Full"

Regional
Ada 4 Anak di Bantul Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

Ada 4 Anak di Bantul Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X