[POPULER NUSANTARA] WNA Belgia Jualan Ayam Panggang | Kasat Narkoba Polresta Malang Dimutasi

Kompas.com - 28/03/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi ayam panggang, kentang, dan sayuran ShutterstockIlustrasi ayam panggang, kentang, dan sayuran

KOMPAS.com - Michael Van Den Bremt (48) semula bekerja di dunia pariwisata, sedangkan sang istri, Veronica Tri Haryanti (29), merupakan pekerja di bidang event.

Karena adanya pandemi Covid-19, pekerjaan keduanya terhambat, bahkan terhenti.

Mereka pun memutar otak untuk mencari penghasilan. Akhirnya, empat bulan lalu, keduanya membuka warung ayam panggang “Chicken Shack”.

Warung yang berada di Jalan Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, ini menjual ayam panggang khas Belgia.

Berita populer lainnya adalah soal dimutasinya Kasat Narkoba Polresta Malang Kompol Anria Rosa Piliang.

Kini, Anria menjabat sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang Psikotoprika Direktorat Resort Narkoba Polda Jatim.

Mutasi ini diperkirakan merupakan efek dari salah penggerebekan yang dilakukan oleh anak buah Anria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awalnya, empat anggota tim Satuan Narkoba Polresta Malang hendak mengincar terduga pelaku narkoba yang menginap di salah satu hotel di Malang.

Akan tetapi, mereka salah sasaran. Kamar yang digerebek ternyata ditempati oleh seorang anggota TNI berpangkat Kolonel.

Berikut ini adalah berita populer yang menjadi sorotan para pembaca Kompas.com.

1. Terdampak pandemi, WNA Belgia buka warung ayam panggang 

Veronica saat mengecek ayam panggang Belgia Jumat (26/3/2021)Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo Veronica saat mengecek ayam panggang Belgia Jumat (26/3/2021)

Karena pandemi Covid-19, Michael Van Den Bremt (48) dan Veronica Tri Haryanti (29) banting stir dari pekerjaan semula.

Kini, mereka membuka warung ayam panggang khas Belgia.

"Mau gimana lagi, satu tahun tidak ada kerja ini buat hidup. Sebenarnya istri saya sudah pengin buka usaha, nekat saja buka usaha ini," kata Michael, Jumat (27/3/2021).

Warung itu dinamai “Chicken Shack”. Soalnya, tempat berjualan mereka dulunya adalah gudang tak terawat.

Bisnis kuliner milik Michael dan Veronica ini berlokasi di Jalan Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Mereka membuka usaha ini baru empat bulan lalu.

Michael mengatakan, ayam panggang yang mereka jual merupakan khas Belgia, seperti Vol-au-vent, Belgium Stew, Roasted Chicken, dan Belgium Meatballs in Tomatoes Sauce.

Dia berujar, resep menu-menu tersebut didapatkan dari neneknya.

"Kalau keluarga saya di Belgia ini ada tradisi, nenek saya ada buku resep makanan. Lalu diturunkan ke ibu saya, lalu saya turunkan lagi ke istri saya," tuturnya.

Baca juga: Kisah WNA Belgia Jualan Ayam Panggang, Sulap Tempat Tak Terawat, Gunakan Resep Turun-temurun Belgia

 

2. Usai salah gerebek, Kasat Narkoba Polresta Malang dimutasi

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko (kiri)KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko (kiri)

Kepala Satuan Narkoba Polresta Malang Kompol Anria Rosa Piliang dimutasi. Kini, dia menjabat Analis Kebijakan Pertama Bidang Psikotoprika Direktorat Resort Narkoba Polda Jatim.

Mutasi ini diperkirakan adalah buntut dari salah penggerebekan yang dilakukan empat anak buah Anria pada Kamis (25/3/2021) di salah satu hotel di Malang, Jawa Timur.

Mereka salah sasaran. Kamar yang digerebek ternyata ditempati seorang anggota TNI berpangkat Kolonel.

Keempat personel Satuan Narkoba Polresta Malang itu awalnya mengincar terduga pelaku narkoba yang sedang berada di hotel yang sama dengan sang Kolonel.

Akan tetapi, mereka salah masuk kamar.

Mutasi tersebut dikeluarkan Kepala Polda Jawa Timur sesuai Telegram nomor 587 tertanggal 26 Maret 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Biro Sumberdaya Manusia Polda Jatim.

"Mutasi hal yang biasa dilakukan Polri untuk penyegaran organisasi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: Usai Salah Gerebek Kamar Kolonel TNI, Kasat Narkoba Polresta Malang Dimutasi

 

3. 43 siswa di Padang Panjang positif Covid-19

Ilustrasi virus corona, Covid-19.Freepik Ilustrasi virus corona, Covid-19.

Berawal dari seorang siswa yang kehilangan indera penciuman, 43 murid SMA 1 Sumatera Barat di Kota Padang Panjang positif Covid-19.

"Awalnya ada satu siswa di asrama SMA 1 Sumatera Barat yang kehilangan indera penciuman. Kemudian dilakukan tes swab ke puskesmas terdekat. Hasil tes swab-nya positif Covid-19, " ungkap Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Nuryanuwar.

Setelah siswa tersebut dinyatakan positif Covid-19, dilakukanlah tindakan pelacakan.

"Dari hasil pelacakan, ditemukan enam orang, dan kemudian kami lakukan tes swab dan hasilnya keenam siswa itu positif Covid-19, " jelas Nuryanuwar Sabtu (27/3/2021).

Sebanyak 125 orang di SMA 1 Sumatera Barat kemudian menjalani tes swab.

Dari hasil yang keluar pada Jumat (26/3/2021) sore, diketahui 36 orang terpapar Covid-19.

Karena berstatus tanpa gejala, saat ini seluruh siswa positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di asrama sekolah.

Baca juga: 43 Siswa SMA Ini Positif Covid-19, Berawal dari 1 Siswa Kehilangan Penciuman

 

4. Cerita di balik salah penggerebekan kamar hotel yang diinapi Kolonel TNI

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leornadus Simarmata saat mendampingi anggotanya meminta maaf karena salah sasaran penangkapanKOMPAS.com/Tangkapan Layar Video yang Beredar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leornadus Simarmata saat mendampingi anggotanya meminta maaf karena salah sasaran penangkapan

Awalnya, empat anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota hendak menangkap terduga pelaku narkoba yang berada di sebuah hotel di Kota Malang, Jawa Timur.

Saat dilakukan penggerebekan, kamar yang mereka masuki bukanlah milik terduga pelaku.

Kamar itu ternyata ditempati seorang anggota TNI berpangkat Kolonel bernama I Wayan Sudarsana.

Waktu itu, Sudarsana sedang menjalankan tugasnya sebagai Tim Rikmat Bekfas TW 1 tahun 2021.

Karena merasa menjadi korban salah sasaran, ia segera menghubungi Kahubdam V/Brawijaya Kolonel Chb Muhammad Anom Kartika.

Tak berselang lama, Sudarsana dijemput oleh Anom dari hotel menuju Hubdam V/Brawijaya.

Atas kejadian itu, pihak Polresta Malang Kota menyampaikan permintaan maaf.

Permohonan maaf disampaikan langsung oleh jajaran Satresnarkoba Polresta Malang Kota di Perhubungan Kodam (Hubdam) V/Brawijaya.

"Kita sudah menyampaikan permohonan maaf dan sudah diterima maaf kita," beber Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko via telepon, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Cerita di Balik 4 Polisi Salah Gerebek Kamar Kolonel TNI di Malang, Berawal Ingin Tangkap Pengedar Narkoba

 

5. Tanggapan kepala daerah soal larangan mudik Lebaran

Ilustrasi mudik bersama keluargaSHUTTERSTOCK Ilustrasi mudik bersama keluarga

Sejumlah kepala daerah angkat bicara soal larangan mudik Lebaran yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB X) berharap warganya mematuhi aturan tersebut.

"Ya enggak apa-apa (dilarang mudik). Apa betul mereka taat? Ya, semoga saja," ucap Sultan, Jumat (26/3/2021).

Sultan menyampaikan, tidak akan ada penutupan di area DIY. Hanya saja, pihaknya bakal melakukan pengetatan di bandara, stasiun, dan jalur darat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung larangan mudik Lebaran yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

"Kami juga berharap seluruh kebijakan pusat diikuti daerah supaya yang sudah kondusif dan melandai ini bisa terproteksi," paparnya.

Meski kasus Covid-19 di Jawa Timur mulai melandai sejak diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Khofifah tetap meminta warganya untuk mematuhi kebijakan pemerintah demi mencegah penyebaran Covid-19.

Sedangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, kebijakan tersebut cukup rasional, mengingat adanya tren peningkatan kasus Covid-19 usai libur panjang.

Pria yang kerap disapa Emil ini mengaku masih menunggu arahan teknis terkait kebijakan tersebut.

"Terkait pelarangan mudik, pada dasarnya kami mencoba satu frekuensi dengan pusat. Tentu nanti arahan teknisnya saya belum mendapat arahan, saya akan tanyakan. Tapi, alasannya epidemiologis," sebutnya di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (26/3/2021).

Aturan teknis itu termasuk soal strategi pengawasan di jalur-jalur tertentu.

Baca juga: Soal Larangan Mudik, Ini Respons Sejumlah Kepala Daerah

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal; Kontributor Padang, Rahmadhani | Editor: Pythag Kurniati, Khairina, Robertus Belarminus, Candra Setia Budi)

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

4 Fakta Bus Pariwisata Rombongan Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling di Gunungkidul

Regional
Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Brebes Rusak

Regional
Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Dinilai Efektif Tekan Jumlah Kendaraan, Ganjil Genap di Puncak Cianjur Akan Diberlakukan Setiap Akhir Pekan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

[POPULER NUSANTARA] Ibu-ibu Peternak Ayam Geruduk Rumah Suroto | Bus yang Angkut Pegawai RSUD Kota Semarang Terguling

Regional
Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Setiap Orang yang Masuk ke Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Regional
Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Ganjil Genap di Bali Diterapkan Akhir September, Kendaraan Tak Sesuai Kena Sanksi Putar Balik

Regional
Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Mayat Penuh Luku Ditemukan Mengapung di Sungai Serang Kulon Progo

Regional
Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Cegah Varian Baru Masuk ke Indonesia, PMI di Pintu Perbatasan RI-Malaysia Akan Dikarantina Terlebih Dahulu 8 Hari

Regional
Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Dikira Ulah Tikus Pecahkan Kaca Saat Malam Hari, Warga Bandung Malah Temukan Proyektil Peluru di Rumahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 19 September 2021

Regional
Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Gangguan Jaringan Internet di Kalimantan Timur, Ini Penjelasan Telkomsel

Regional
Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Bank Sampah di Banyuwangi Olah Limbah Masker Jadi Pot Bunga

Regional
Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Sedang Memancing Ikan, Seorang Warga Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai, Diduga Sengaja Dibuang

Regional
Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Pemancing Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Serang, Kulon Progo

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 September 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.