Sambangi Kanwil Kemenkumham, Demokrat Jateng Serahkan Dokumen Kepengurusan

Kompas.com - 15/03/2021, 15:15 WIB
Pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Tengah bersama pengurus mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah di Semarang, Senin (15/3/2021). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAPengurus DPD Partai Demokrat Jawa Tengah bersama pengurus mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah di Semarang, Senin (15/3/2021).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Tengah (Jateng) bersama pengurus mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jateng di Semarang, Senin (15/3/2021).

Mereka menyerahkan dokumen asli seperti surat pernyataan, AD/ART Partai Demokrat hingga surat keputusan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jateng yang sah.

"Selain bersilaturahmi, kami menyampaikan bahwa kami yang hadir di sini adalah pengurus yang sah dan itu dibuktikan dengan dokumen-dokumen yang kami serahkan ke Kanwil Kemenkumham supaya ditindaklanjuti di pusat," kata Plt Sekretaris DPD Demokrat Jawa Tengah Kartina Sukawati, Senin.

Baca juga: Ketua Demokrat Jateng: Bila Tak Ada Keluarga Yudhoyono, Saya Akan Keluar dari Partai

Selain itu, pihaknya juga menyertakan pernyataan dari 35 ketua DPC Demokrat Se-Jateng dalam bentuk video.

"Ada struktur DPD Jateng beserta DPC lengkap 35 kabupaten/kota, AD ART 2020 sesuai kongres ke-5. Juga mencantumkan video lengkap 35 ketua DPC se-Jateng tentang ini loh ketua DPC," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, langkah bertemu dengan Kemenkumham merupakan bentuk antisipasi adanya Demokrat versi KLB di Jateng.

"Kami juga waspada jika nanti ada pembentukan DPD abal-abal. Iya (ini langkah antisipasi). Kami sama intruksi di DPP, kami berjalan sesuai dengan koridor dan instruksi DPP. Kami melawan dengan jalur-jalur yang semestinya," ucapnya.

Sementara itu, pihaknya masih menyelidiki terkait 14 orang yang datang ke KLB Demokrat di Deli Serdang.

Mereka diduga mengatasnamakan diri sebagai perwakilan Demokrat di Jateng.

Ia menjelaskan, saat ini baru dua yang telah dipecat yaitu Ketua DPC Partai Demokrat Tegal Ayu Palaretin dan Ketua DPC PD Blora Bambang Susilo.

"Masih tahap penyelidikan. Kalau yang pemecatan baru dua yaitu Blora dan Tegal," ujarnya.

Baca juga: Rakorda Partai Demokrat Jateng: 7 Poin Tolak KLB Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Tengah, Bambang Setyabudi menyambut baik kedatangan dari DPD Demokrat Jateng.

"Semua punya hak yang sama. Yang memutuskan apakah mana yang dibenarkan atau nggak itu ada di Kementerian. Di kantor wilayah hanya memfasilitasi seluruh dokumen yang ada di wilayah, kita sampaikan ke pusat, khususnya ke direktorat jenderal. Mungkin di sana sedang dikaji berkenaan dengan permasalahan di Partai Demokrat," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Admin Instagramnya Panggil Warganet lewat DM, Polda Kalteng Minta Maaf

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 20 Oktober 2021

Regional
Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Video Pengendara Motor Masturbasi Sambil Buntuti Wanita di Jalan Viral di Medsos

Regional
Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Sepeda Motor Tabrak Pohon di Ponorogo, Satu Pelajar Tewas dan 1 Luka-Luka

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Regional
Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Regional
Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Oktober 2021

Regional
Sehari Usai Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Gubernur Riau Tunjuk Pelaksana Tugas

Sehari Usai Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Gubernur Riau Tunjuk Pelaksana Tugas

Regional
Pria Pengidap Gangguan Jiwa Mengamuk Tikam 4 Warga di Kalbar, Dua Orang Tewas

Pria Pengidap Gangguan Jiwa Mengamuk Tikam 4 Warga di Kalbar, Dua Orang Tewas

Regional
Pamit Belajar Kelompok, Remaja 14 Tahun Disekap di Hotel dan Diperkosa Berkali-kali, Ini Kronologinya

Pamit Belajar Kelompok, Remaja 14 Tahun Disekap di Hotel dan Diperkosa Berkali-kali, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.