Kompas.com - 04/09/2013, 13:46 WIB
Ilustrasi mi berformalin. KOMPAS.com/ IKA FITRIANAIlustrasi mi berformalin.
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah kembali mengungkap kasus mi berformalin. Kasus ini merupakan kelanjutan dari tim BPOM Semarang dan Unit Food Security Bid Dokkes, Dok Pol Polda Jateng, yang menemukan mi berformalin pada pesta rakyat pelantikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, 23 Agustus lalu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Mas Guntur Laupe mengatakan, saat pelantikan pihaknya mengecek semua makanan yang disediakan untuk pesta rakyat. "Saat itu ternyata ditemukan ada mi yang berformalin, yang kemudian kami tarik dan kami telusuri," ujarnya, Rabu (4/9/2013).

Saat diperiksa, pemilik stan mengaku membeli mi itu dari Pasar Langgar, Semarang. Sementara dari pedagang di Pasar Langgar diketahui mi dipasok dari Ambarawa dan ketika ditelusuri lagi mi berasal dari sebuah pabrik di Kelurahan Rejowinangun, Magelang.

Pemilik pabrik mi tersebut, Jumirin (35), ditangkap pada 25 Agustus lalu, saat akan memasok mi ke Pasar Gotong Royong, Magelang. "Kami kemudian melakukan penggeledahan di lokasi pembuatan mi," ujarnya.

Dari pabrik itu, petugas menyita 300 kilogram mi basah yang tersimpan dalam tiga karung, juga sejumlah bahan pembuatan mi, seperti jeriken bekas wadah formalin, 625 kilogram tepung terigu, 4 kilogram serbuk pewarna tekstil, 5 kilogram garam grosok, 1 kilogram pewarna kuning, serta sejumlah bahan lain.

Petugas juga mengamankan sejumlah mesin pembuat mi dan satu mobil pikap bernomor polisi H 1744 LU. "Dalam satu hari tersangka bisa memproduksi 250-500 kilogram, takaran formalinnya cukup banyak sehingga lebih awet," jelasnya.

Tersangka sendiri mengaku terpaksa menggunakan formalin agar mi yang diproduksi bisa lebih awet. Sebab, jika tidak diawetkan, mi hanya bertahan satu hari dan akan banyak dikembalikan sehingga ia merugi. Dengan diberi formalin, mi akan mampu bertahan hingga berhari-hari, bahkan sampai sekitar dua minggu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pemilik pabrik yang ditetapkan sebagai tersangka itu saat ini ditahan di sel tahanan Polda Jateng. Tersangka dijerat dengan UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU RI Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian. (K60-12)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.