Santunan Jadi Bancakan

Kompas.com - 22/12/2011, 03:17 WIB
Editor

”Tidak benar Rp 110 juta. Kami hanya menerima Rp 100 juta. Itu pun baru delapan dari 10 penerima santunan yang menyetor,” kata Mamat, Kepala Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Karawang.

Menurut Mamat, setelah terkumpul dari seluruh keluarga penerima, dana itu kelak dibagi rata ke 171 ahli waris lainnya yang tak kebagian santunan dari Belanda.

Secara terpisah, Koordinator Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) yang mendampingi para korban Rawagede, Irwan Lubis, mengatakan, saat rombongannya tiba di Rawagede, pekan lalu, sejumlah warga berkerumun dan meminta jatah.

Anggota Komnas HAM, Yoseph Adi Prasetyo, berpendapat, kasus ini gugatan perdata. Kalau ahli waris lain mau menuntut silakan juga menempuh jalur perdata. Perbuatan meminta separuh uang ganti rugi yang menjadi hak para janda penggugat adalah tindakan keliru dan melanggar hukum pidana.

”Selain melukai rasa keadilan, hal ini ini juga memalukan dan merusak citra Indonesia,” katanya. (MKN/ONG)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.