Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Berburu Diskon Pupuk Nonsubsidi ala Petani di Pantura...

Kompas.com - 17/01/2024, 08:12 WIB
Tresno Setiadi,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

TEGAL, KOMPAS.com - Ribuan petani dari sejumlah desa di Kabupaten Tegal dan Brebes turut berburu diskon pupuk nonsubsidi yang dijual di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) Prupuk, Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2024).

Para petani itu mengantre untuk mendapatkan pupuk nonsubsidi yang jauh lebih murah dibanding harga aslinya.

Dua pupuk nonsubsidi yang mendapatkan diskon yakni urea dan NPK. Harga normal 25 kg pupuk urea dan 25 kg NPK Rp 450.000.

Setelah mendapat diskon, petani hanya perlu membayar Rp 270.000.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Pupuk yang Bisa Digunakan untuk Tanaman

Sejumlah petani mengaku bersyukur bisa membeli pupuk dengan harga diskon di tengah musim tanam. Apalagi di tengah kuota pupuk subsidi awal tahun ini yang belum tersalurkan.

Safeul (47) mengaku rela datang dari Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes menuju gudang pupuk di Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal untuk membeli pupuk nonsubsidi dengan harga diskon.

"Alhamdulillah, sangat terbantu. Kan lagi musim tanam. Sambil nunggu realisasi pupuk subsidi, sekarang beli dulu yang nonsubsidi tapi harga diskon," kata Safeul kepada Kompas.com di GPP Prupuk PT Pupuk Indonesia, Kabupaten Tegal, Selasa (16/1/2024).

Baca juga: Jenis-jenis Pupuk NPK dan Kandungannya


Baca juga: Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk Subsidi, Ini Penyebabnya

Lebih mahal daripada pupuk subsidi

Saeful mengatakan, harga normal 25 kg pupuk urea dan 25 kg NPK Rp 450.000.

Setelah mendapat diskon hanya membayar Rp 270.000.

"Tadi bayar Rp 270.000. Memang masih lebih mahal dari pupuk subsidi, tapi kualitasnya lebih bagus yang nonsubsidi," kata Saefeul.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryono mengatakan, pihaknya tidak hanya menyediakan pupuk bersubsidi kepada petani, namun pemerintah juga menjamin ketersediaan pupuk nonsubsidi.

Pemerintah juga mempermudah mekanisme penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh seluruh petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

“Pemerintah membantu memperoleh pupuk dengan mudah guna mendukung program percepatan musim tanam pada awal tahun 2024,” kata Maryono.

Baca juga: Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk Subsidi, Ini Penyebabnya

Maryono mengatakan, dalam rangka menjaga ketersediaan pupuk, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten selama Januari-Februari 2024.

“Selama musim tanam ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dukungan bagi petani agar bisa mendapatkan hasil yang optimal di musim panen nanti," katanya.

"Gebyar Diskon Pupuk 2024 diselenggarakan Pupuk Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah. Rangkaian acara ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk petani serta memberikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh pupuk di musim tanam ini,” imbuh Maryono.

Baca juga: Indonesia, Negara Agraris yang Selalu Impor Beras, Mengapa?

Pemerintah juga senantiasa memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi, antara lain dengan cara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah sentra pertanian.

Hingga 31 Desember 2023, ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk nonsubsidi tercatat sebesar 1.744.302 ton atau setara 236 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah.

Adapun angka stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.215.280 ton dan pupuk non-subsidi sebesar 529.022 ton.

Baca juga: Saat Panen Raya Disambut dengan Impor Beras...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kronologi Ibu-ibu Tampar Anggota Polisi di Makassar, Tak Terima Lapaknya Ditertibkan

Kronologi Ibu-ibu Tampar Anggota Polisi di Makassar, Tak Terima Lapaknya Ditertibkan

Regional
Kembalikan Formulir Pilkada ke PDI-P, Wali Kota Semarang Sebut Kriteria Pasangannya

Kembalikan Formulir Pilkada ke PDI-P, Wali Kota Semarang Sebut Kriteria Pasangannya

Regional
Puncak Kemarau di Jateng Diprediksi Juli dan Agustus 2024, Waspada Cuaca Ekstrem

Puncak Kemarau di Jateng Diprediksi Juli dan Agustus 2024, Waspada Cuaca Ekstrem

Regional
Siswa SD Hilang pada Banjir Sumbar, Korban Sempat Tulis Puisi tentang Hutan

Siswa SD Hilang pada Banjir Sumbar, Korban Sempat Tulis Puisi tentang Hutan

Regional
Wakil Wali Kota Teguh Prakosa Daftar Jadi Bakal Cawalkot Solo di PDI-P

Wakil Wali Kota Teguh Prakosa Daftar Jadi Bakal Cawalkot Solo di PDI-P

Regional
Dampak Banjir Bandang Mahakam Ulu, Belum Ada Listrik Menyala di Ujoh Bilang

Dampak Banjir Bandang Mahakam Ulu, Belum Ada Listrik Menyala di Ujoh Bilang

Regional
Bawa Hasil Bumi dan Barongsai, Wali Kota Semarang Kembalikan Formulir Pendaftaran Pilkada ke PDI-P

Bawa Hasil Bumi dan Barongsai, Wali Kota Semarang Kembalikan Formulir Pendaftaran Pilkada ke PDI-P

Regional
Kronologi Ayah Banting Bayinya hingga Tewas di Empat Lawang, Ternyata Sering Lakukan KDRT

Kronologi Ayah Banting Bayinya hingga Tewas di Empat Lawang, Ternyata Sering Lakukan KDRT

Regional
Pesan Pj Bupati Flores Timur di Akhir Masa Jabatan, Minta ASN Jaga Loyalitas

Pesan Pj Bupati Flores Timur di Akhir Masa Jabatan, Minta ASN Jaga Loyalitas

Regional
Simpang Joglo Solo Ditutup Total mulai 21 Mei 2024, Catat Pengalihan Arusnya

Simpang Joglo Solo Ditutup Total mulai 21 Mei 2024, Catat Pengalihan Arusnya

Regional
Bukannya Takut, Awak Bus Ini Malah Senang Saat Dirazia

Bukannya Takut, Awak Bus Ini Malah Senang Saat Dirazia

Regional
Di Seminar Womenpreneur, CEO Buttonscarves Blak-blakan Ungkap Latar Belakangnya

Di Seminar Womenpreneur, CEO Buttonscarves Blak-blakan Ungkap Latar Belakangnya

Regional
Preman Pemalak Pedagang Duku di Lampung Ditangkap, Modusnya Adang Mobil Korban dan Minta 'Uang Jalan'

Preman Pemalak Pedagang Duku di Lampung Ditangkap, Modusnya Adang Mobil Korban dan Minta "Uang Jalan"

Regional
Sederet Program Gratis sejak Lahir hingga Meninggal Dunia dari Pemkot Tangerang

Sederet Program Gratis sejak Lahir hingga Meninggal Dunia dari Pemkot Tangerang

Regional
Pemdes Banjarwangunan Temukan 25 Nama yang Sama dengan Buron Pembunuh Vina Eki

Pemdes Banjarwangunan Temukan 25 Nama yang Sama dengan Buron Pembunuh Vina Eki

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com