Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

Pj Gubernur Sumut Jenguk Mesrida Waruru, Balita dari Nias Utara yang Jalani Operasi Benjolan di Kepala

Kompas.com - 25/12/2023, 17:49 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk anak nelayan asal Nias Utara, Mesrida Waruru (3,6 tahun), yang baru saja menjalani operasi benjolan di kepala bagian belakang di Rumah Sakit (RS) Spesialis Bedah Accuplast Medan, Senin (25/12/2023).

Saat dikunjungi Hassanudin, Mesrida sudah terlihat lincah. Melihat kondisinya tersebut, Hassanudin pun berharap, Mesrida bisa segera pulih dan menjadi anak yang sehat, pintar, serta bisa menjadi kebanggaan orangtua.

Mesrida adalah anak pertama dari pasangan Firama Jaya Waruwu dan Noviati Zega. Ayah Mesrida adalah warga Desa Siofabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara.

Mesrida diketahui memiliki benjolan di bagian belakang kepala saat usianya sebulan.

"Saya bertemu dengan kedua orangtua Mesrida saat ada kunjungan ke Nias Utara pada bulan lalu. Mereka bercerita tentang penyakit yang dialami oleh anak perempuannya itu. Setelah saya melihat kondisi Mesrida dan orangtuanya, mereka saya minta langsung ke Medan untuk mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal," ujar Hassanudin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Sebagai pemimpin Sumut, ia berkomitmen memberikan bantuan fasilitas kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan.

Firama menjelaskan, semula, benjolan yang ada pada Mesrida hanya berukuran kecil. Namun, benjolan tersebut terus membesar seiring waktu berjalan.

Meski begitu, Mesrida disebutkan tidak mengeluhkan rasa sakit sama sekali terkait benjolan yang ada di kepalanya.

"Anak saya tidak merasakan dan tumbuh seperti anak biasanya. Kalaupun jatuh dan mengenai benjolan, ia tidak merasakan sakit juga," jelas Firama.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah PON XXI 2024, Pj Gubernur Sumut Targetkan Lima Kesuksesan Ini

Namun, Firama mengaku khawatir lantaran benjolan yang ada pada anaknya terus membesar dan ditakutkan dapat mengganggunya saat besar nanti.

Oleh karena itu, ia dan istrinya pun mulai berupaya mencari cara pengobatan untuk anaknya tersebut, termasuk menceritakan kepada Hassanudin yang saat itu sedang mengunjungi Nias Utara.

Mendengar cerita dari Firama, Hassanudin pun tak butuh waktu lama dan langsung memutuskan untuk membantu Mesrida dengan membawanya ke RS di Medan.
Sebulan setelah kunjungan, Firama bersama istri dan anaknya itu berangkat ke Medan untuk melakukan operasi.

Operasi berjalan lancar dan saat ini Mesrida berada dalam kondisi yang sehat.
Firama dan istrinya pun bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Hassanudin dan pihak lain

"Banyak yang membantu kami, mulai dari Bapak Hassanudin, Pemkab Nias Utara, Kodim 0213/Nias, pihak RS Pratama Nias Utara, RS Betesda Gunungsitoli, dan perawat Puskesmas Tuhemberua. Kami sangat bersyukur mendapat bantuan dari semuanya. Kalau tidak ada orang-orang baik ini, mana mungkin anak saya dioperasi," katanya.

Baca juga: Ada 20 Persen Pemilih Pemula di Sumut, Pj Gubernur Gencarkan Sosialisasi Pemilu 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Terlindas Mobil Pemadam, Petugas Damkar di Tegal Kritis

Terlindas Mobil Pemadam, Petugas Damkar di Tegal Kritis

Regional
Calon Perseorangan Serahkan Bukti Dukungan untuk Pilkada Pandeglang dan Tangerang

Calon Perseorangan Serahkan Bukti Dukungan untuk Pilkada Pandeglang dan Tangerang

Regional
Cerita Siswa SMA di Ende Tiap Hari Belajar Tanpa Meja

Cerita Siswa SMA di Ende Tiap Hari Belajar Tanpa Meja

Regional
Siswa SMA Tewas Tenggelam di Kolam Renang Wisata TTU, Sempat Minta Direkam

Siswa SMA Tewas Tenggelam di Kolam Renang Wisata TTU, Sempat Minta Direkam

Regional
Duka Korban Bencana Banjir Lahar Dingin di Sumbar: Ibu Saya Tak Bisa Diselamatkan...

Duka Korban Bencana Banjir Lahar Dingin di Sumbar: Ibu Saya Tak Bisa Diselamatkan...

Regional
Korban Banjir Sumbar Terseret Air 72 Km, dari Padang Panjang sampai Padang

Korban Banjir Sumbar Terseret Air 72 Km, dari Padang Panjang sampai Padang

Regional
Dimediasi di Polda Riau, Rektor Unri Berdamai dengan Mahasiswa yang Dilaporkan

Dimediasi di Polda Riau, Rektor Unri Berdamai dengan Mahasiswa yang Dilaporkan

Regional
Dapat Restu Ketum PKB, Gus Yusuf Dipastikan Maju Pilkada Jateng

Dapat Restu Ketum PKB, Gus Yusuf Dipastikan Maju Pilkada Jateng

Regional
Ketahuan Curi Motor, Maling Ini Dihajar Warga Saat Sembunyi di Sawah

Ketahuan Curi Motor, Maling Ini Dihajar Warga Saat Sembunyi di Sawah

Regional
Bunuh Badak dan Jual Culanya, Warga Pandeglang Dituntut 5 Tahun Penjara

Bunuh Badak dan Jual Culanya, Warga Pandeglang Dituntut 5 Tahun Penjara

Regional
Banjir Rob Demak Meninggi Lagi, 4 Akses Jalan di Pedukuhan Terputus

Banjir Rob Demak Meninggi Lagi, 4 Akses Jalan di Pedukuhan Terputus

Regional
Kenang Peran Jenderal Gatot Soebroto, Perjalanan Biksu Thudong 2024 Dimulai dari Semarang

Kenang Peran Jenderal Gatot Soebroto, Perjalanan Biksu Thudong 2024 Dimulai dari Semarang

Regional
Mengintip Teror Pelemparan Batu Argo Muria di Semarang...

Mengintip Teror Pelemparan Batu Argo Muria di Semarang...

Regional
'Traffic Light' Simpang Canguk Magelang Mati, Tidak Ada Polisi, Pengendara Ngeri

"Traffic Light" Simpang Canguk Magelang Mati, Tidak Ada Polisi, Pengendara Ngeri

Regional
Bupati Nunukan Tanggapi Dugaan Pelecehan Pemohon KTP oleh Oknum ASN Disdukcapil

Bupati Nunukan Tanggapi Dugaan Pelecehan Pemohon KTP oleh Oknum ASN Disdukcapil

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com