Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Telaga di Kaki Gunung Slamet, Cocok untuk Healing Sejenak

Kompas.com, 21 Juli 2024, 23:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa memang menyimpan banyak pesona alam, salah satunya adalah telaga.

Beberapa telaga di Gunung Slamet juga telah dikenal masyarakat sebagai pilihan destinasi wisata alam.

Baca juga: Sejarah Letusan Gunung Slamet serta Siklus Lima Tahunan Jelang Pemilu

Selain karena suasananya yang sejuk, telaga yang ada di kaki Gunung Slamet ini juga masih sangat asri.

Sehingga banyak wisatawan yang berkunjung untuk bermain air, sekaligus menikmati suasana di kaki gunung yang berjuluk atap Jawa Tengah ini.

Baca juga: Panduan Wisata Lokawisata Baturraden Banyumas di Kaki Gunung Slamet 

Setidaknya terdapat tiga telaga di kaki Gunung Slamet yang dapat Anda kunjungi untuk berwisata atau sekadar mencari tempat untuk relaksasi.

Berikut adalah tiga lokasi telaga di kaki Gunung Slamet yang dapat menjadi tempat untuk healing, yang dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber.

Baca juga: Mengenal Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa yang Dijuluki Atapnya Jawa Tengah

1. Telaga Sunyi

Suasana tenang di Telaga Sunyi Baturraden.TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI Suasana tenang di Telaga Sunyi Baturraden.

Telaga Sunyi adalah sebuah telaga di kaki Gunung Slamet yang lokasinya masuk ke kawasan Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Air di telaga yang berbentuk kolam alami ini sangat jernih dan segar karena berasal dari mata air Gunung Slamet.

Tapi wisatawan jangan terkecoh karena walau bagian dasarnya dapat terlihat, ternyata kedalaman Telaga Sunyi dapat mencapai enam meter.

Sehingga tidak heran jika telaga ini menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto di dalam air.

Walau begitu, pengelola mengimbau agar wisatawan yang ingin berenang untuk berhati-hati dan mempersiapkan kondisi fisik karena selain cukup dalam, air telaga juga sangat dingin.

Selain itu, wisatawan tidak disarankan berenang ketika cuaca hujan meski telah mahir berenang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sementara bagi wisatawan yang tidak bisa berenang dapat bermain air di bagian yang dangkal, dan selalu diawasi oleh pendamping.

Jika ingin berkunjung, wisata Telaga Sunyi buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang.

2. Telaga Kumpe

Pengunjung bersampan di Telaga Kumpe, di kaki Gunung Slamet sambil menikmati keindahan alam dan kesejukan udara. TRIBUNBANYUMAS/KHOIRUL MUZAKI Pengunjung bersampan di Telaga Kumpe, di kaki Gunung Slamet sambil menikmati keindahan alam dan kesejukan udara.

Telaga Kumpe adalah sebuah telaga di kaki Gunung Slamet yang lokasinya masuk ke kawasan Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Nama telaga ini cukup unik karena diambil dari nama tanaman kumpe yang hanya tumbuh di sekitar telaga dan daerah Kaligua, Brebes saja.

Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas menarik di Telaga Kumpe, mulai dari berfoto, bersantai di gazebo, atau menaiki sampan mengelilingi telaga.

Bagi yang gemar berwisata kuliner, di sekitar telaga juga terdapat warung yang menjajakan makanan dan minuman untuk disantap sambil menikmati pemandangan dan udara yang sejuk.

Jika ingin berkunjung, wisata Telaga Kumpe buka setiap hari dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Harga tiket ini dapat berubah sewaktu-waktu.

3. Telaga Ranjeng

Telaga Ranjeng adalah sebuah telaga di kaki Gunung Slamet yang lokasinya masuk ke kawasan Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Telaga ini berada di ketinggian 1200 mdpl, sehingga wisatawan dapat menikmati udara yang sejuk dan panorama alam yang memesona.

Keunikan lain dari Telaga Ranjeng adalah banyaknya ikan yang jinak, namun oleh warga setempat dianggap keramat.

Pasalnya tidak pernah ada warga setempat yang memelihara atau menebar benihnya, namun ikan-ikan tersebut secara tiba-tiba telah ada di dalam telaga.

Selain itu, menurut cerita warga setempat, konon Telaga Ranjeng dahulu merupakan tmepat mandi bagi para tokoh kerajaan di Jawa.

Sumber:
visitjawatengah.jatengprov.go.id
regional.kompas.com (Dini Daniswari)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 5 Purwokerto Intensifkan Perawatan Jalur Kereta
Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 5 Purwokerto Intensifkan Perawatan Jalur Kereta
Regional
Ketika Naga Merah Putih Menari di Tengah Hiasan Ketupat, Pontianak Merawat Keberagaman
Ketika Naga Merah Putih Menari di Tengah Hiasan Ketupat, Pontianak Merawat Keberagaman
Regional
Kronologi Penemuan Gajah Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan Riau, Berawal dari Bau Busuk
Kronologi Penemuan Gajah Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan Riau, Berawal dari Bau Busuk
Regional
Gentengisasi Prabowo, Koperasi Merah Putih di Kalteng Dimungkinkan Jadi Produsen Genteng
Gentengisasi Prabowo, Koperasi Merah Putih di Kalteng Dimungkinkan Jadi Produsen Genteng
Regional
4 Istri Korban Penipuan 'Scammer' Kamboja Melapor ke Polda Bengkulu
4 Istri Korban Penipuan "Scammer" Kamboja Melapor ke Polda Bengkulu
Regional
Rumah Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Pasutri Dibekuk Polresta Mataram
Rumah Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Pasutri Dibekuk Polresta Mataram
Regional
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personel Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personel Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Regional
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Regional
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Regional
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Regional
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Regional
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Regional
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Regional
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Regional
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
3 Telaga di Kaki Gunung Slamet, Cocok untuk Healing Sejenak
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat