Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie

Kompas.com, 6 Februari 2026, 08:08 WIB
Aria Rusta Yuli Pradana,
Ferril Dennys

Tim Redaksi

BLORA, KOMPAS.com – Di sebuah rumah di Jalan Sumbawa Nomor 40, Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tinggal seorang penulis yang masih aktif berkarya meski usianya telah melampaui 80 tahun.

Penulis tersebut adalah Soesilo Toer, yang pada 17 Februari mendatang akan genap berusia 89 tahun.

Mbah Soes, demikian ia akrab disapa, merupakan adik kandung sastrawan besar Pramoedya Ananta Toer.

Baca juga: Di Jerman, Karya Pramoedya Ananta Toer Terus Relevan dengan Masa Kini

Di usia senja, Mbah Soes masih menyimpan tekad untuk merampungkan karya bukunya yang ke-100.

Hingga kini, ia mengaku telah menulis hampir seratus judul buku, bahkan jumlah tersebut telah melampaui karya kakaknya, Pramoedya Ananta Toer.

"Sekarang hampir 100. Kalau Pram kan kurang dari 50 (karya). Kalau jadi nulis buku lebih dari 100 judulnya ini lho Kerpeke sang lelananging jagad, sama ini 'sang provokator'," ucap dia saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/2/2026).

Penulis novel Suka Duka Si Pandir itu juga masih mengikuti berbagai peristiwa terkini.

Ia mengingat batalnya penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer pada 2025 lalu, tepat saat peringatan satu abad kelahiran Pram.

Batalnya penamaan jalan tersebut terjadi setelah adanya penolakan dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila.

Beberapa bulan kemudian, ketua Pemuda Pancasila Blora diketahui terlibat kasus tindak pidana.

Meski demikian, Mbah Soes mengaku tak lagi mempersoalkan jadi atau tidaknya penamaan jalan tersebut.

Ia justru mengenang perubahan nama jalan tempat tinggalnya yang telah berganti berkali-kali.

"Dulu namanya Jalan Pet, terus Jalan Pasar Pari, Jalan Pasar Pon, Jalan Jagalan, Jalan Pemotongan, Jalan Ambon, Jalan Sumbawa, Jalan Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa terbanyak di dunia," kata dia dengan intonasi bersemangat.

Baca juga: Sejarah Tetralogi Buru Karya Pramoedya Ananta Toer: Lahir di Balik Jeruji, Dilarang Orde Baru, Diakui Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Soes juga mengaku baru saja menerbitkan beberapa buku, salah satunya berjudul Pemulung.

Meski menulis tentang pemulung, ia menyebut sudah tidak lagi menjalani aktivitas tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Ketika Naga Merah Putih Menari di Tengah Hiasan Ketupat, Pontianak Merawat Keberagaman
Ketika Naga Merah Putih Menari di Tengah Hiasan Ketupat, Pontianak Merawat Keberagaman
Regional
Kronologi Penemuan Gajah Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan Riau, Berawal dari Bau Busuk
Kronologi Penemuan Gajah Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan Riau, Berawal dari Bau Busuk
Regional
Gentengisasi Prabowo, Koperasi Merah Putih di Kalteng Dimungkinkan Jadi Produsen Genteng
Gentengisasi Prabowo, Koperasi Merah Putih di Kalteng Dimungkinkan Jadi Produsen Genteng
Regional
4 Istri Korban Penipuan 'Scammer' Kamboja Melapor ke Polda Bengkulu
4 Istri Korban Penipuan "Scammer" Kamboja Melapor ke Polda Bengkulu
Regional
Rumah Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Pasutri Dibekuk Polresta Mataram
Rumah Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Pasutri Dibekuk Polresta Mataram
Regional
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personel Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Prabowo Perintahkan Korve, Ribuan Personel Polda Sulut Turun ke Kawasan Pesisir Pantai Manado
Regional
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Fenomena Perbatasan RI – Malaysia, Warga Keluarkan Biaya Mahal ke Kota Nunukan Sebelum Diizinkan Masuk Malaysia
Regional
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Kericuhan Suporter Liga 4 di Purworejo, Disporapar: Olahraga Seharusnya Menjadi Ruang Silaturahmi
Regional
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Gempa Magnitudo 6,5 Pacitan Terasa Hingga Purworejo, Warga: Saya Lagi Tidur, Rumahnya Terasa Goyang
Regional
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Walkot Kupang NTT Ungkap Cara Tangani Konflik Pembangunan Rumah Ibadah
Regional
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Gajah Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Areal Konsesi Perusahaan di Pelalawan Riau
Regional
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Regional
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Modus Penipuan e-Tilang Marak, Polisi Purworejo Beri Peringatan
Regional
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Zulhas: Harga Cabai dan Ayam di Sulsel Lebih Murah daripada Jawa
Regional
Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun di Desa Plipir, Akses Warga yang Selama Ini Berisiko Segera Berubah
Jembatan Gantung Garuda Mulai Dibangun di Desa Plipir, Akses Warga yang Selama Ini Berisiko Segera Berubah
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Mengunjungi Mbah Soesilo Toer: Cerita Tentang Dunia Samin, Pemulung, Rusia hingga Habibie
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat