Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Truk Jadi Korban Pelemparan Batu Tol Lampung

Kompas.com - 08/03/2024, 16:29 WIB
Tri Purna Jaya,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Sebanyak lima unit truk yang melintas di Tol Lampung mengalami pelemparan batu oleh orang tidak dikenal (OTK). Akibatnya kaca depan truk pecah.

Peristiwa ini dialami oleh truk dengan nomor kendaraan S 8402 UR, BG 8290 HL, BA 8695 LU, BE 8865 GJ dan BA 7095 QU.

Pelemparan batu ini terjadi di jalan tol Lampung ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter) di KM 133B pada Selasa (5/3/2024) sekitar pukul 02.30 WIB.

Baca juga: TPS di Gowa Diduga Diteror Pelemparan Batu, Seorang Hansip Terluka

Manajer Area Tol Bakter Andri Pandiko membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku pelemparan belum diketahui identitasnya.

"Benar ada peristiwa itu. Sudah kami laporkan ke Polsek Gunung Sugih, Lampung Tengah," kata Andri saat dihubungi, Jumat (8/3/2024).

Dari video yang diterima Kompas.com, tampak kaca depan truk mengalami retakan akibat lemparan batu. Sang perekam video lalu menyorot barisan belakang dan ternyata empat unit truk juga mengalami hal yang sama.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Lampung Kombes Umi Fadilah mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini.

"Sedang ditelusuri bersama Polres Lampung Tengah," katanya.

Dari keterangan sementara yang dihimpun kepolisian, peristiwa ini berawal saat truk BE 8865 GJ melaju dari arah Terbanggi Besar ke arah Pelabuhan Bakauheni.

"Saat melintas di lokasi, tiba-tiba kendaraan truk dilempari OTK hingga kacanya pecah," kata Umi.

Baca juga: Iring-iringan Jenazah Lukas Enembe Diwarnai Aksi Pelemparan Batu, Jalur Sentani Lumpuh

Sopir truk pun berhenti dan ternyata lemparan batu juga mengenai empat unit truk lain yang melintas di lokasi.

Umi mengimbau kepada para pengendara untuk berhati-hati agar tidak mengalami peristiwa serupa.

"Polda Lampung bersama Polres Lampung Tengah akan melakukan penyelidikan untuk segera menangkap para pelaku," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com