Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BNN Jateng Ungkap Aksi Peredaran Ganja di Perguruan Tinggi Semarang

Kompas.com - 21/02/2024, 15:58 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah mengungkap aksi komplotan pengedar narkoba jenis ganja di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kepala BNN Jateng, Brigjen Agus Rohmat mengatakan awalnya pihaknya menerima informasi adanya pengiriman ganja ke Kota Semarang dari Medan melalui jasa ekspedisi pada Sabtu (20/1/2024) lalu.

Baca juga: Tak Hanya Ganja, Polisi Sita Uang dan 200 Kaus Capres-Cawapres dari Mantan Ketua PPK Wonogiri

"Kami melakukan penyelidikan dan melakukan control delivery ke alamat tujuan paket yaitu salah satu rumah kos di Kelurahan Sambiroto Kecamatan Tembalang. Kami melihat dua orang naik sepeda motor dan masuk ke dalam lobi kos tersebut dan mengambil paket yang terletak di atas kulkas," ujar Agus dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (21/2/2024).

Tanpa bertele-tele, petugas mengamankan 2 kilogram ganja saat menangkap kedua tersangka bernisial DAN (23) yang berstatus sebagai mahasiswa dan AFW (18). Keduanya membeli narkotika golongan 1 itu seharga Rp 5 juta.

"Dari tangan kedua pelaku berhasil diamankan barang bukti paket berisi narkotika jenis ganja dengan berat 2 kilogram bruto. Mereka berdua beli secara patungan seharga Rp 5 juta," bebernya.

Berikutnya, petugas kembali mengamakan dua tersangka lainnya yang juga mahasiswa dengan inisial DA (23) dan MHA (25). DA bertugas untuk menyediakan tempat untuk penyimpanan ganja sebelum dijual kembali kepada pelanggannya.

"Rencananya narkotika jenis ganja akan diedarkan di kalangan mahasiswa di Kota Semarang," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mendapati komplotan itu telah bertransaksi membeli ganja sebanyak lima kali. Barang haram itu lalu diedarkan ke kalangan mahasiswa yang menjadi pelanggan tetap mereka.

"Kami tidak bisa menyembutkan nama universitasnya karena masih dilakukan pengembangan. Sudah 5 kali melakukan transaksi jual beli dan jumlahnya banyak," ungkap Agus.

Dia pun mengimbau agar mahasiswa berani melapor temuan transaksi narkoba di sekitarnya.

"Kita bersyukur ini bisa terungkap, manakala ada informasi lebih lanjut dari mahasiswa kami harap bisa bekerjasama dan berantas bersama," pesannya.

Atas kejahatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 (1) subsider pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Mereka terancam pidana maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Seorang Santriwati Kritis di RSUD Selong, Pihak Ponpes Membantah Tudingan Tindak Kekerasan

Seorang Santriwati Kritis di RSUD Selong, Pihak Ponpes Membantah Tudingan Tindak Kekerasan

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Diguncang 45 Gempa Letusan dalam Sepekan

Gunung Lewotobi Laki-laki Diguncang 45 Gempa Letusan dalam Sepekan

Regional
Sukolilo Pati Dijuluki 'Kampung Bandit', Kriminolog Undip: Bukan Tanpa Sebab

Sukolilo Pati Dijuluki "Kampung Bandit", Kriminolog Undip: Bukan Tanpa Sebab

Regional
Pria di Mamuju Ditikam Saat Hadiri Pesta Pernikahan, Pelaku Masih Buron

Pria di Mamuju Ditikam Saat Hadiri Pesta Pernikahan, Pelaku Masih Buron

Regional
Grup Band Metal asal Aceh Bakal Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Grup Band Metal asal Aceh Bakal Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Regional
DPRD Minta Kasus 'Bullying' Siswi SMP di Purworejo Berlanjut Ke Ranah Hukum

DPRD Minta Kasus "Bullying" Siswi SMP di Purworejo Berlanjut Ke Ranah Hukum

Regional
Mampu Turunkan Stunting 10 Persen, Kota Semarang Jadi Tuan Rumah Harganas Ke-31 dan Layani 10.000 Tamu

Mampu Turunkan Stunting 10 Persen, Kota Semarang Jadi Tuan Rumah Harganas Ke-31 dan Layani 10.000 Tamu

Regional
Imbas Gangguan Server, Imigrasi Pekanbaru Tak Bisa Terbitkan Paspor

Imbas Gangguan Server, Imigrasi Pekanbaru Tak Bisa Terbitkan Paspor

Regional
Kakek 62 Tahun yang Rekam Video Asusila bersama Perempuan Muda di Ambon

Kakek 62 Tahun yang Rekam Video Asusila bersama Perempuan Muda di Ambon

Regional
Terduga Pembunuh Nenek di Aceh Timur Ditangkap

Terduga Pembunuh Nenek di Aceh Timur Ditangkap

Regional
Ungkap Penyebab Kematian Pelajar SMP Padang di Sungai, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Ungkap Penyebab Kematian Pelajar SMP Padang di Sungai, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Regional
Pj Gubernur Sumut Diganti, Hassanudin Pindah Tugas ke NTB

Pj Gubernur Sumut Diganti, Hassanudin Pindah Tugas ke NTB

Regional
Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi akan Diganti

Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi akan Diganti

Regional
Usulan Reaktivasi Jalur KA Purwokerto-Wonosobo Mencuat Lagi

Usulan Reaktivasi Jalur KA Purwokerto-Wonosobo Mencuat Lagi

Regional
Beda Nasib Bupati Blora dan Para Kadesnya soal Masa Jabatan

Beda Nasib Bupati Blora dan Para Kadesnya soal Masa Jabatan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com