Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Polisi Pencuri Mobil di Mal Boemi Kedaton Lampung Divonis Penjara

Kompas.com - 21/02/2024, 15:47 WIB
Tri Purna Jaya,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Dua bintara kepolisian yang mencuri mobil di area parkir Mal Boemi Kedaton, Lampung, dijatuhi vonis penjara yang lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kedua terdakwa yakni Brigadir Dua (Bripda) Fajar Wicaksono (FW) dan Bripda Candra Setiawan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang, Rabu (21/2/2024).

Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 363 KUH Pidana.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah," kata Ketua Majelis Hakim, Sri Wijayanti Tanjung.

Baca juga: Berkas Perkaranya Lengkap, 2 Polisi Pencuri Mobil di Mal Segera Disidang

Pada sidang vonis terhadap keduanya -dalam berkas terpisah, majelis hakim menjatuhkan pidana yang berbeda terhadap masing-masing terdakwa.

Fajar Wicaksono divonis selama satu tahun penjara. Sedangkan Candra Setiawan divonis selama satu tahun dan enam bulan penjara.

Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU dalam sidang dua pekan lalu. JPU menuntut Fajar dengan pidana penjara satu tahun dan 10 bulan.

Sedangkan terdakwa Candra dituntut selama satu tahun dan enam bulan penjara.

Diberitakan sebelumnya, dua bintara kepolisian yang bertugas di Mapolda Lampung ditangkap aparat Polresta Bandar Lampung.

Keduanya terendus terlibat pencurian mobil di area parkir Mal Boemi Kedaton pada Agustus 2023 lalu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bebasnya Kampung Ampay Bandar Lampung, Beli Narkoba Bak Beli Kacang di Warung

Bebasnya Kampung Ampay Bandar Lampung, Beli Narkoba Bak Beli Kacang di Warung

Regional
Update Kasus Gim di Pontianak: Wanita yang Buka Jendela Diperiksa, Polisi: 'Member' sejak April 2024

Update Kasus Gim di Pontianak: Wanita yang Buka Jendela Diperiksa, Polisi: "Member" sejak April 2024

Regional
Oknum Wartawan di Semarang Titip Siswa di PPDB dan Ancam Lapor Wali Kota

Oknum Wartawan di Semarang Titip Siswa di PPDB dan Ancam Lapor Wali Kota

Regional
'Endorse' Situs Judi 'Online', 5 Selebgram di Banten Ditangkap

"Endorse" Situs Judi "Online", 5 Selebgram di Banten Ditangkap

Regional
Kunjungan ke Danau Kelimutu Dibatasi 6 Jam Imbas Status Waspada

Kunjungan ke Danau Kelimutu Dibatasi 6 Jam Imbas Status Waspada

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
PSU DPD RI di Sumbar, KPU Butuh 17.569 Kotak dan 16.597 Bilik Suara Baru

PSU DPD RI di Sumbar, KPU Butuh 17.569 Kotak dan 16.597 Bilik Suara Baru

Regional
Tercebur Sumur, Pemuda di Banyumas Ditemukan Tewas

Tercebur Sumur, Pemuda di Banyumas Ditemukan Tewas

Regional
Mas Dhito Yakin Bulu Tangkis Sumbang Emas bagi Kediri di Porprov Jatim 2025

Mas Dhito Yakin Bulu Tangkis Sumbang Emas bagi Kediri di Porprov Jatim 2025

Kilas Daerah
Pernah Jadi Zona Bebas Narkoba, Polisi Tangkap Bandar Sabu di Kampung Ampay Lampung

Pernah Jadi Zona Bebas Narkoba, Polisi Tangkap Bandar Sabu di Kampung Ampay Lampung

Regional
Ditinggal Kondangan, Rumah di Cilacap Ludes Terbakar

Ditinggal Kondangan, Rumah di Cilacap Ludes Terbakar

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Senin 24 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Regional
Pemuda di Klaten Aniaya Nenek Buyut hingga Tewas, lalu Curi Motor dan Uang

Pemuda di Klaten Aniaya Nenek Buyut hingga Tewas, lalu Curi Motor dan Uang

Regional
Dua Desa di Sikka NTT Dilanda Hujan Abu Gunung Lewotobi

Dua Desa di Sikka NTT Dilanda Hujan Abu Gunung Lewotobi

Regional
RSUD Nunukan Kolaps, Bupati Mengaku Sudah Kerap Tawarkan Solusi, tapi Dirut Terus Menolak

RSUD Nunukan Kolaps, Bupati Mengaku Sudah Kerap Tawarkan Solusi, tapi Dirut Terus Menolak

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com