WONOGIRI, KOMPAS.com - Bupati Wonogiri dua periode, Joko Sutopo menjadi salah satu nama kader PDI-P yang digadang-gadang sebagai calon gubernur yang akan maju pada pilkada gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah 2024 mendatang.
Meski santer disebut namanya maju sebagai calon gubernur dalam pilkada Jateng, pria yang akrab disapa Jekek itu memilih fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Wonogiri yang akan berakhir 2025 mendatang.
“Saya seorang kader PDI-P. Saya tidak pernah mau berspekulasi. Saya akan fokus dan konsentrasi mengemban tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang kader partai yang hari ini diberi kesempatan memimpin PDI-P Kabupaten Wonogiri, Maka tugas itu yang akan kami fokuskan untuk selesaikan,” kata Jekek kepada Kompas.com, Kamis (4/5/2023).
Baca juga: Disebut Bakal Disandingkan dengan Kaesang di Pilkada Depok, Ini Komentar Supian Suri
Jekek mengatakan, sebagai ketua DPC PDI-P Wonogiri, ia pun memiliki tanggung jawab pemenangan pemilu legeslatif dan pilpres 2024 sebagai parameter.
Selain itu, Jekek memiliki tanggung jawab elektoral sebagai Ketua DPC PDI-P Wonogiri dan managerial sebagai Bupati Wonogiri.
“Elektoral merepresentasikan publik terhadap lembaga DPRD dan managerial apakah seorang Jekek bisa menurunkan angka kemiskinan dengan indikator capaian. Dan hal itu itu menjadi instrument kuantitatif dan bisa dipertanggungjawabkan. Kami akan fokus itu,” kata Jekek.
Usai menyelesaikan tanggung jawab tersebut, Jekek menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDI-P.
Ia pun tak mau dianggap latah terhadap dinamika pilkada Jawa Tengah yang akan digelar November 2024 mendatang. Untuk itu ia lebih memilih fokus terhadap menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Wonogiri yang akan berakhir pada tahun 2025.
“Jangan sampai dianggap orang latah. Gaweane durung rampung (pekerjaan belum selesai kok). Memang saya siapa. Saya bukan siapa-siapa,” tutur Jekek.
Jekek menuturkan, pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah tingkat kabupaten dan propinsi akan melalui mekanisme yang diatur partai. Pihaknya hanya menjalankan apa yang menjadi dewan pimpinan pusat partai.
Biasanya agenda pilkada diawali dengan proses penjaringan dan penyaringan. Sementara untuk penentuan calon kepala daerah dari PDIP menjadi hal mutlak keputusan DPP PDIP.
Terkait munculnya calon lain dari PDIP untuk maju Pilkada Jateng 2024, Jekek mengatakan hal itu menjadi kebebasan publik berspekulasi. Kondisi itu tidak perlu bantah dan diperdebatkan. “Saya memaknai itu sebagai ruang kebebasan publik dalam mengaktualisasikan apa yang menjadi pemikirannya,” demikian Jekek.
Baca juga: Mantan Ketua dan Bendahara Bawaslu Jadi Tersangka Korupsi Dana Pilkada Karo Rp 1,6 Miliar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.