Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Manusia Silver Korban Penyiksaan Oknum Satpol PP di Lampung, Kaki Dihajar Pentungan Karet

Kompas.com - 26/01/2023, 11:23 WIB
Tri Purna Jaya,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com- Beragam kekerasan dialami manusia silver di Kota Bandar Lampung saat ditangkap oknum Satpol PP.

Mulai dari dipukul, ditendang dengan sepatu boot dinas hingga kaki “diulek” menggunakan pentungan karet.

PR (23) memeragakan “ulekan” yang diterimanya dari seorang oknum petugas Satpol PP ketika ia terciduk razia bersama rekannya, HR (26) pada pekan lalu.

“Begini, Bang. Itu tongkatnya, yang bagian bawah dipukul-pukul ke kaki kita,” cerita PR saat ditemui di tepi Jalan Soekarno-Hatta (bypass), Rabu (25/1/2023) sore.

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Dipanggil Komnas HAM, Diduga Terkait Penganiayaan Silverman

PR sedikit kesulitan mengingat waktu ketika dia diciduk.

“Kayaknya Kamis kemarin (pekan lalu), sekitar sebelum ashar, Bang,” kata PR.

Sebelum penangkapan terakhir pada Kamis itu, PR ditangkap pada 26 Desember 2022 lalu.

Penangkapan pada Desember itu menjadi kronologi yang dipaparkan Komnas HAM dalam surat kepada Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

PR mengira pascapenangkapan dan penyiksaan yang terjadi pada Desember 2022 itu tidak akan terulang.

Namun, “keberuntungan” tidak berpihak pada pemuda putus sekolah itu. PR kembali diciduk.

Baca juga: Kronologi Penyiksaan Manusia Silver Versi Komnas HAM yang Buat Wali Kota Bandar Lampung Dipanggil

Penangkapan pada Kamis pekan lalu itu adalah kali keempat yang dialami oleh pemuda asal Kota Metro tersebut.

Bahkan, pada saat dia ditangkap itu PR sedang tidak mengamen menjadi manusia silver.

“Ya pakai kaos biasa, Bang. Enggak nyilver saya, HR yang lagi nyilver,” kata PR.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Takut KKB, 1.883 Warga Distrik Bibida Paniai Mengungsi

Takut KKB, 1.883 Warga Distrik Bibida Paniai Mengungsi

Regional
Penyebab 36 Jemaah Haji Asal Jateng DIY Meninggal di Tanah Suci

Penyebab 36 Jemaah Haji Asal Jateng DIY Meninggal di Tanah Suci

Regional
Program 'Si-Manis Mart' Digelar untuk Tekan Laju Inflasi di Jateng

Program "Si-Manis Mart" Digelar untuk Tekan Laju Inflasi di Jateng

Regional
Sempat Hilang, Siswi SMK OKU Timur Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Sempat Hilang, Siswi SMK OKU Timur Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Regional
Kejati Jateng Tangkap 2 DPO Kasus Korupsi, Siapa Saja Mereka?

Kejati Jateng Tangkap 2 DPO Kasus Korupsi, Siapa Saja Mereka?

Regional
Pembukaan Piala AFF U-16 Digelar di Stadion Manahan, Ini Kata Pemkot Solo soal Kehadiran Jokowi

Pembukaan Piala AFF U-16 Digelar di Stadion Manahan, Ini Kata Pemkot Solo soal Kehadiran Jokowi

Regional
Polisi Tangkap Anak yang Membunuh Ayah Kandung di Kebumen

Polisi Tangkap Anak yang Membunuh Ayah Kandung di Kebumen

Regional
Komplotan Maling Modul BTS Ditangkap, Hasil Curian Dijual ke Tukang Rongsok Rp 3 Juta

Komplotan Maling Modul BTS Ditangkap, Hasil Curian Dijual ke Tukang Rongsok Rp 3 Juta

Regional
Sekretaris Jadi Tersangka Korupsi, Ketua Nasdem Maluku: Kita Hormati Proses Hukum

Sekretaris Jadi Tersangka Korupsi, Ketua Nasdem Maluku: Kita Hormati Proses Hukum

Regional
“Tuhan Sudah Kasih Jodoh Saya Orang Rohingya, Saya Syukuri Saja”

“Tuhan Sudah Kasih Jodoh Saya Orang Rohingya, Saya Syukuri Saja”

Regional
Amankan Piala AFF U-16 di Solo, Polisi Kerahkan 1.068 Personel

Amankan Piala AFF U-16 di Solo, Polisi Kerahkan 1.068 Personel

Regional
Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Semarang Siapkan 1,5 Juta Liter Bantuan Air Bersih

Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Semarang Siapkan 1,5 Juta Liter Bantuan Air Bersih

Regional
Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Ini Penjelasan soal Posisi Treadmill Membelakangi Jendela

Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Ini Penjelasan soal Posisi Treadmill Membelakangi Jendela

Regional
Makassar Jadi Satu-satunya Kota di Indonesia yang Masuk Daftar Kota Terbahagia di Dunia

Makassar Jadi Satu-satunya Kota di Indonesia yang Masuk Daftar Kota Terbahagia di Dunia

Regional
Kisah Perjuangan Rhafi Sukma, Anak 'Tukang Deres' yang Berhasil Diterima di 6 Universitas Luar Negeri

Kisah Perjuangan Rhafi Sukma, Anak "Tukang Deres" yang Berhasil Diterima di 6 Universitas Luar Negeri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com