Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tersapu Angin, Rumah Ambruk Rata Tanah, Pemilik Mengungsi ke Musala

Kompas.com - 17/12/2022, 19:14 WIB
Muhamad Syahri Romdhon,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

CIREBON, KOMPAS.comAngin kencang menyapu kawasan Kampung Argapura, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu (17/12/2022) siang.

Satu rumah yang berada di tanah lapang ambruk rata dengan tanah.

Pantauan Kompas.com di lokasi, seluruh bagian rumah dari bagian atap hingga tembok ambruk.

Baca juga: Gempa Sukabumi Hari Ini, 2 Bangunan Rumah dan Sekolah Hancur, Tidak Ada Korban Jiwa

Material puing genting dan batu bata berserakan. Seluruh perabot yang berada di dalam rumah juga tertimbun.

Pemilik rumah, warga sekitar, dan murid-murid pemilik rumah berusaha membantu. Mereka berusaha menyelamatkan perabot yang masih dapat dimanfaatkan.

Sukadna (48), pemilik rumah ambruk, menyampaikan, angin kencang tiba-tiba menyapu rumahnya pada Sabtu siang sekitar pukul 12.30 WIB. Tak butuh waktu lama, tiba-tiba rumahnya bergoyang dan ambruk.

“Angin besar dari arah timur. Anginnya kencang. Rumah bergoyang dan rubuh,” kata Sukadna kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Lupa Padamkan Kayu Bakar, Rumah Nenek Wastinah Rata dengan Tanah

Beruntung saat angin kencang, Sukadna bersama istri, dan empat anaknya berhasil keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Karena tidak punya tempat tinggal, korban bersama keluarganya akan mengungsi dan tinggal sementara di gudang musala.

 

Dia berharap pemerintah atau ada orang yang mau membantu membangunkan rumahnya.

Pasalnya, Sukadna hanyalah seorang guru mengaji di kampung Argapura. Pendapatannya hanya dari orangtua murid yang membayar seikhlasnya.

Baca juga: Ketika Puting Beliung Rusak Pesta Pernikahan di Sidrap, Tenda Rata dengan Tanah

Berdasarkan laporan, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon telah mendatangi lokasi.

Mereka melakukan assesmen atas kejadian tersebut. Petugas juga memberikan bantuan berupa sembako untuk dapat memenuhi kebutuhan mendesak korban.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Di Balik Penutupan Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta, Salah Satunya Kendala Bahan Baku Impor

Di Balik Penutupan Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta, Salah Satunya Kendala Bahan Baku Impor

Regional
Update Kasus Penemuan Mayat di Indekos Cirebon, Korban Berlumuran Darah dan Sempat Disembunyikan di Dalam Lemari Baju

Update Kasus Penemuan Mayat di Indekos Cirebon, Korban Berlumuran Darah dan Sempat Disembunyikan di Dalam Lemari Baju

Regional
KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

Regional
Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Regional
Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Regional
Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Regional
Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Regional
Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Regional
Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Regional
Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Regional
Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Regional
Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Regional
Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Regional
Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Regional
Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com