Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sandiaga Uno Terima Masukan dari Pelaku Wisata agar Tarif Baru Masuk TN Komodo Bersifat Opsional

Kompas.com - 01/11/2022, 12:38 WIB

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo sudah menyampaikan aspirasi agar biaya konservasi yang dijadikan dasar dalam menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo bersifat opsional yang bisa dipilih oleh wisatawan.

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk menunda tarif baru masuk ke Taman Nasional Komodo hingga 1 Januari 2023.

"Kita dihadapkan pada keputusan kebijakan biaya konservasi tersebut dan kita sudah saring (masukan dari pelaku parekraf) dan intinya harapannya agar disiapkan sistem atau skema opsional, bukan mengacu pada sistem yang mewajibkan tapi memberikan opsi atau voluntary base untuk biaya tambahan konservasi," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (1/11/2022) pagi.

Baca juga: Saat Sandiaga Uno dan Menkes Singapura Terpukau dengan Keindahan Alam Taman Nasional Komodo

Usulan tersebut, kata dia, akan segera dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait supaya dapat dikaji.

Ia mengaku mendengar langsung dari pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo bahwa mereka belum mendapat pesanan dari wisatawan setelah tanggal 1 Januari 2023.

Baca juga: Penataan Labuan Bajo Diharapkan Gaet 1,5 juta Wisatawan Per Tahun

"Ini harus dikaji dan disosialisasikan masih ada waktu dua bulan, tetapi kita ingin para pelaku parekraf mantap bahwa paket yang ditawarkan ini adalah paket yang sesuai dengan kekuatan pasar, buying power dari pasar. Ada ancaman resesi tahun depan, ada ancaman perlambatan ekonomi, ini harus kita antisipasi jangan sampai mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo. Kita akan final-kan, kita akan diskusikan dengan teman-teman di KLHK maupun di Pemda dan pengelola Taman Nasional Komodo," kata Sandiaga.

Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina mengatakan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo sebagian besar merekomendasikan untuk dipertimbangkan kembali kenaikan tarif TN Komodo. Kemudian, bisa dibuat sistem opsional. Wisatawan dapat memilih untuk berkontribusi lebih untuk biaya konservasi atau tidak.

"Karena kaitannya melihat hingga tahun depan ini masih banyak calon wisatawan yang ragu untuk memutuskan datang ke Labuan Bajo. Opsi dari teman-teman asosiasi, komunitas, baik pelaku industri maupun masyarakat langsung, mereka merekomendasikan kalau bisa dibuat opsional sehingga kita bisa bangkit dulu, pulih dari pandemi, kemudian sambil melihat mekanisme dan tidak menutup kemungkinan buat teman-teman yang ingin berkontribusi lebih besar lagi untuk konservasi dengan kegiatan. Tapi tidak bersifat wajib, hanya opsional," ujar Shana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Depresi Teror Warga Pakai Sajam, Dirawat Inap di Rumah Sakit Jiwa

Polisi Depresi Teror Warga Pakai Sajam, Dirawat Inap di Rumah Sakit Jiwa

Regional
Buaya 4 Meter Ditangkap Warga di Maluku Tengah Saat Hendak memasuki Kebun

Buaya 4 Meter Ditangkap Warga di Maluku Tengah Saat Hendak memasuki Kebun

Regional
Pesawat Gagal Mendarat, Airlangga Batal Hadiri Natal Nasional Partai Golkar di Manado

Pesawat Gagal Mendarat, Airlangga Batal Hadiri Natal Nasional Partai Golkar di Manado

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 Januari 2023

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 27 Januari 2023

Regional
Cerita di Balik Kaesang Tertarik Politik yang Bikin Jokowi Kaget, Sebelumnya Presiden Bertemu FX Rudy

Cerita di Balik Kaesang Tertarik Politik yang Bikin Jokowi Kaget, Sebelumnya Presiden Bertemu FX Rudy

Regional
Update Banjir dan Longsor di Manado, 3 Orang Tewas

Update Banjir dan Longsor di Manado, 3 Orang Tewas

Regional
22 Orang Jadi Tersangka Penambang Emas Ilegal di Jember

22 Orang Jadi Tersangka Penambang Emas Ilegal di Jember

Regional
Gibran Ingatan Kaesang Lagi, Segera Bertemu FX Rudy jika Serius Ingin Terjun ke Politik

Gibran Ingatan Kaesang Lagi, Segera Bertemu FX Rudy jika Serius Ingin Terjun ke Politik

Regional
16.000 Pekerja Konstruksi Akan Berdatangan ke IKN di Bulan Februari hingga Maret

16.000 Pekerja Konstruksi Akan Berdatangan ke IKN di Bulan Februari hingga Maret

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Januari 2023

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Januari 2023

Regional
Ternak Babi Mati Mendadak di NTT Terus Meluas, Tersebar di 8 Wilayah

Ternak Babi Mati Mendadak di NTT Terus Meluas, Tersebar di 8 Wilayah

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2023

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2023

Regional
Muncul Wacana Kaesang Berpasangan dengan Anak FX Rudy jika Maju Pemilihan Wali Kota Solo

Muncul Wacana Kaesang Berpasangan dengan Anak FX Rudy jika Maju Pemilihan Wali Kota Solo

Regional
Pengurus Masjid Meninggal dengan Luka Robek di Perut, Korban Sempat Gedor Pintu Warga Minta Tolong

Pengurus Masjid Meninggal dengan Luka Robek di Perut, Korban Sempat Gedor Pintu Warga Minta Tolong

Regional
Aksi Bocah di Jayapura Meloloskan Diri dari Penculik, Korban Sempat Dibawa ke Hutan

Aksi Bocah di Jayapura Meloloskan Diri dari Penculik, Korban Sempat Dibawa ke Hutan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.