Santap Mi Ayam dari Acara Pengajian, Warga Pesawaran Lampung Keracunan Massal

Kompas.com - 18/07/2022, 16:06 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com- Puluhan warga di Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengalami keracunan makanan usai menyantap mi ayam ketika menghadiri pengajian.

Keracunan terjadi diduga akibat bahan mi ayam yang tidak layak makan.

Peristiwa ini terjadi di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran pada Jumat (15/7/2022) siang.

Baca juga: Satu Keluarga Keracunan AC Mobil di Tol Pekanbaru-Dumai

Wakil Kepala Badan Pembinaan Desa (BPD) Lumbirejo Luken Sumarno membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Benar ada puluhan warga yang mengalami keracunan," kata Luken saat dihubungi, Senin (18/7/2022).

Peristiwa ini berawal saat warga setempat menghadiri acara pengajian yang digelar oleh salah satu warga.

Sebagai panganan dalam pengajian tersebut, tuan rumah menyajikan mi ayam. Mulanya setelah warga memakan mi ayam tersebut tidak ada gejala keracunan.

Baca juga: 14 Warga TTS Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Jamur, 2 Orang Sempat Kritis

Namun, beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah warga melaporkan mengalami muntah-muntah, pusing, mual hingga mencret.

"Ternyata jumlah warga yang mengalami gelaja yang sama mencapai puluhan," kata Luken.

Sementara itu, Kapolres Pesawaran Pratomo Widodo mengatakan jumlah warga yang mengalami gejala keracunan lebih dari 30 orang.

"Gejalanya sama, muntah, mual, mencret saat buang air besar dan pusing," kata Pratomo.

Dia menambahkan, beberapa warga kondisinya sudah membaik setelah dirawat di puskesmas terdekat dan ditangani tim medis.

Baca juga: 49 Warga Kota Solo Diduga Keracunan Massal saat Buka Bersama di Masjid

Sedangkan untuk penyebabnya, Pratomo mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel dari mi ayam yang disantap oleh warga.

"Sudah kita ambil sampelnya, nanti akan dilakukan penelitian untuk mencari penyebabnya bisa menimbulkan keracunan," kata Pratomo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pesawat hingga Semobil dengan Jokowi, Ganjar Ungkap Bahas Soal Ini

Satu Pesawat hingga Semobil dengan Jokowi, Ganjar Ungkap Bahas Soal Ini

Regional
Spanduk Ganjar Pranowo-Erick Thohir Dicalonkan Capres-Cawapres Bertebaran di Solo

Spanduk Ganjar Pranowo-Erick Thohir Dicalonkan Capres-Cawapres Bertebaran di Solo

Regional
Gempa Garut Terasa di Cianjur, Wartawan di Pendopo Sempat Berhamburan

Gempa Garut Terasa di Cianjur, Wartawan di Pendopo Sempat Berhamburan

Regional
Anies Baswedan ke Pekanbaru, Ini Agendanya...

Anies Baswedan ke Pekanbaru, Ini Agendanya...

Regional
Detik-detik Wanita di Purworejo Tewas Tertabrak Kereta Api, Hendak Lewati Lintasan Rel Tanpa Palang Pintu

Detik-detik Wanita di Purworejo Tewas Tertabrak Kereta Api, Hendak Lewati Lintasan Rel Tanpa Palang Pintu

Regional
Ada 6.000 Undangan Pernikahan Kaesang-Erina, Tamu Dilarang Bawa Mobil Pribadi ke Lokasi Resepsi

Ada 6.000 Undangan Pernikahan Kaesang-Erina, Tamu Dilarang Bawa Mobil Pribadi ke Lokasi Resepsi

Regional
Gempa Garut Terasa hingga Banyumas, Warga: Lampu Gantung Goyang-goyang

Gempa Garut Terasa hingga Banyumas, Warga: Lampu Gantung Goyang-goyang

Regional
Gempa Magnitudo 6,4 di Garut, Getaran Cukup Luas hingga Jateng dan DIY

Gempa Magnitudo 6,4 di Garut, Getaran Cukup Luas hingga Jateng dan DIY

Regional
Harga Ikan di Semarang Naik karena Banyak Nelayan Setop Melaut, Ini Sebabnya...

Harga Ikan di Semarang Naik karena Banyak Nelayan Setop Melaut, Ini Sebabnya...

Regional
Curug Sibedil: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Curug Sibedil: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
Jelang Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Polisi Bakal Sosialisasikan Pengalihan Arus di Solo

Jelang Ngunduh Mantu Kaesang-Erina, Polisi Bakal Sosialisasikan Pengalihan Arus di Solo

Regional
Pengungsi Cianjur Menunggu Bantuan di Pinggir Jalan, Datangi Setiap Kendaraan yang Berhenti

Pengungsi Cianjur Menunggu Bantuan di Pinggir Jalan, Datangi Setiap Kendaraan yang Berhenti

Regional
Takut Aksinya Dilaporkan Polisi, Penculik Sepupu di Tarakan Dihasut Sahabat untuk Habisi Nyawa Korban

Takut Aksinya Dilaporkan Polisi, Penculik Sepupu di Tarakan Dihasut Sahabat untuk Habisi Nyawa Korban

Regional
2 WNI Dideportasi dari Timor Leste, Ini Penyebabnya

2 WNI Dideportasi dari Timor Leste, Ini Penyebabnya

Regional
Truk di Sembalun Lombok Timur Terguling, 9 Pekerja Jatuh Bersama Mesin Molen

Truk di Sembalun Lombok Timur Terguling, 9 Pekerja Jatuh Bersama Mesin Molen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.