Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lada Belitung yang Mendunia...

Kompas.com - 25/06/2022, 12:12 WIB
David Oliver Purba

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tak hanya dikenal dengan timahnya. Daerah yang terletak di timur Pulau Sumatera ini masuk dalam jalur rempah dan dikenal dengan kualitas ladanya yang mendunia.

Bersama daerah lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, daerah ini menjadi penghasil utama lada di Indonesia. "Vietnam boleh saja menggeser Indonesia sebagai negara eksportir lada terbesar di dunia, tapi untuk urusan kualitas, lada dari Belitung tak bisa dikalahkan," kata Bupati Belitung Sahani Saleh saat berkunjung ke Kantor Kompas.com di Jakarta, Kamis (23/6/2022). 

Bahkan Sahani menduga, produksi lada Vietnam mampu menggeser Indonesia karena mereka juga mengimpor lada dari Indonesia, salah satunya dari Belitung. Karena kecerdikan Vietnam ini, angka produktivitas lada Vietnam menjadi tinggi. 

Bagi Belitung, lada sudah dikenal sejak lama saat-saat pertama kali pekerja timah yang didominasi orang-orang Tionghoa bekerja sampingan menanam lada. Hingga kini, lada menjadi tanaman komoditas utama Belitung.  

Lada juga menjadi salah satu geoproduct yang menjadi pendukung Geopark Belitong. Geopark Belitong ini sudah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-211 Dewan Eksekutif UNESCO yang diselenggarakan di Paris, 15 April 2021.

Baca juga: Ini Daftar Negara Penghasil Lada Terbesar di Dunia

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, berdasarkan data FAO 2021, sentra utama produksi lada di dunia berada di lima negara yaitu Vietnam, Indonesia, Bulgaria, India dan Brasil. Vietnam menempati urutan pertama sebagai negara produsen lada terbesar di dunia dengan rata-rata produksi sekitar 212.000 ton atau berkontribusi 33,67 persen produksi lada dunia.

Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara penghasil lada terbesar di dunia dengan kontribusi 13,70 persen atau rata-rata produksi 86.000 ton. 

Baca juga: 35 Ton Lada Bangka Belitung Diekspor ke Vietnam dan India

Dari angka itu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mampu memproduksi lada tak kurang dari 30.000 ton per tahun. (BPS Provinsi Babel Dalam Angka 2021)

Misalnya saja di tahun 2019, Bangka Belitung mampu memproduksi lada hingga 33.457 ton. Pada 2020, produksi lada naik menjadi 33.921 ton.

Sejumlah negara menjadi tujuan ekspor, seperti Jepang, Kanada, Vietnam, hingga India. Untuk negara eksportir lada, Indonesia merupakan salah satu negara eksportir lada terbesar di dunia.

Tentu saja hal ini membuat Bangka Belitung menjadi salah satu daerah dengan produksi lada terbesar di Indonesia.

Kabupaten Belitung dan perannya dalam produksi lada di Babel

Bupati Belitung Sahani Saleh (tengah kaus berkerah) didampingi Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie (kelima dari kiri) dan Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Hendra Caya (keempat dari kanan) menghadiri Soft Opening Billiton Story, di Jl Depati Endek No.743 Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, Jumat (3/5/2022).

Dok. Pemkab Belitung Bupati Belitung Sahani Saleh (tengah kaus berkerah) didampingi Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie (kelima dari kiri) dan Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Hendra Caya (keempat dari kanan) menghadiri Soft Opening Billiton Story, di Jl Depati Endek No.743 Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, Jumat (3/5/2022).
Salah satu daerah yang berkontribusi besar dalam produksi lada di Babel adalah Kabupaten Belitung.

Dikutip dari data Badan Pusat Statisik, tahun 2019, Kabupaten Belitung berada di urutan kedua daerah dengan lahan lada terluas di Babel. Luasnya 9.525 hektar.

Di tahun 2020, lahan tanaman lada di Kabupaten Belitung bertambah menjadi 9.766 hektar.

Begitu juga dengan kontribusi produksi lada bagi Provinsi Babel.

Tahun 2019, Belitung di urutan kedua dengan produksi lada 4.930 ton. Kemudian pada 2020 meningkat menjadi 4.970 ton dan masih berada di posisi kedua

Adapun kecamatan dengan produksi lada terbesar di Belitung, yaitu di urutan pertama ada Kecamatan Membalong, diikuti Sijuk, Badau, Tanjungpandan, dan terakhir Selat Nasik (data BPS 2019 dan 2020).

Pemkab Belitung dampingi petani lada

Setiap hektar lahan di Belitung bisa ditanami sekitar 1.600 pohon. Sementara jumlah petani di Kabupaten Belitung mencapai 9.546 kepala keluarga.

Pada tahun 2022, ada beberapa kelompok petani yang mendapat bantuan rehabilitasi lahan lada dari APBN seluas 100 hektar. Para petani juga diberikan 80.000 polibag bibit lada.

"Namun, untuk produksi tahun ini belum ada data pasti. Pastinya, produksi lada tahun ini di atas kabupaten lain seprovinsi Babel," ujar Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Belitung sekaligus Juru Bicara Pemkab Belitung, Zakina, saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (24/6/2022).

Guna menjaga kualitas lada petani di Belitung, Pemkab Belitung melakukan pembinaan dan mentoring terhadap para petani lada.

Pembinaan dimulai dari hulu hingga hilir dengan sistem pola pendampingan langsung maupun berkelompok.

"Melakukan pendampingan berupa pemberian bimbingan teknis penyuluhan terkait berbudi daya lada yang tepat, penerapan pengendalian hama terpadu, bimbingan proses pengolahan dan pasca panen," ujar Zakina.

"Melakukan program pengembangan tanaman berupa kegiatan rehabilitasi tanaman lada, kegiatan intensifikasi lada berupa bantuan pengadaan bibit dan saprodi," kata Zakina menambahkan.

Terkait pemasaran, Zakina menyebut, tidak terdapat peran langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung.

Namun, pendampingan dan pembinaan secara teknis terus dilaksanakan. Salah satunya dengan pemberian informasi pasar, yaitu informasi harga lada di pasar.

Mengapa lada Belitung disukai hingga mancanegara?

Billiton Spice, salah satu produk lada yang berasal dari Kabupaten Belitung.Dok.Billiton Spice Billiton Spice, salah satu produk lada yang berasal dari Kabupaten Belitung.
Lada Belitung terkenal dengan kualitasnya. Ini bisa dilihat dari sejumlah negara seperti Jepang hingga Kanada yang kepincut dengan rasa rempah berjuluk "The King of Spice" itu.

Lada tidak hanya sebuah rempah, tapi juga identitas dari Belitung. 

Vivi Widyana, salah satu pebisnis lada asal Belitung dengan produknya "Billiton Spice", mengatakan, yang menjadi keunggulan dari lada Belitung adalah piperine atau senyawa indikator level keharuman dan kepedasan lada.

Semakin tinggi nilai piperine, maka tingkat kepedasan akan semakin terasa dan tentunya aroma menjadi semakin kuat.

Adapun piperine lada Belitung mencapai 5,6- 7,2 persen. Sementara produk dari daerah lain rata-rata hanya mencapai 3,2 persen.

Begitu juga dengan produk lada Vivi, Billiton Spice, di mana piperinenya telah mencapai 5,6- 7,2 persen.

Sertifikasi

Untuk lebih meyakinkan konsumen, baik dalam dan luar negeri, lada Billiton Spice telah mengantongi sertifikasi lengkap tingkat nasional, seperti izin edar mentan, sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, dan Haki.

Selain itu, Billiton Spice juga masuk dalam salah satu indikasi geografis yang menunjukkan asal produk.

Billiton Spice juga telah mengantongi sertifikat tingkat global HACCP.

"Memastikan kualitas lada yang premium dan baik ber-COA (certificate of analysis). Tidak adanya kandungan salmonela dan ecoli," ujar Vivi kepada Kompas.com.

Ekspor hingga Malaysia

Billiton Spice saat Halal Expo di Turki bersama Kementerian Perdagangan November 2021. Dok. Billiton Spice Billiton Spice saat Halal Expo di Turki bersama Kementerian Perdagangan November 2021.
Billiton Spice sudah dijual di hampir semua toko oleh-oleh di Belitung, serta modern retail di Jabodetabek, seperti Kemchicks, Lotte, Aeon , Market City, Papaya, dan Grand Lucky.

"Untuk ekspor dalam brand ke Malaysia Agustus 2021. Market place di Emasjid dan DuoTourism. Sekarang untuk Australia masih penjajakan dan masih follow up," ujar Vivi.

Vivi juga sempat berinovasi dengan memproduksi lada hijau. Namun, produksi ini hanya seasonal saja.

"Lada hijau adalah lada muda yang dipetik, kemudian diproses sebelum kulit buah berry nya lada oksidasi. Rasanya lebih fruity, tidak sepedas lada putih. Tetapi aroma yang lebih segar. Kalau menurut dunia chef, cocok untuk seafood dan saps greenpepper steak," ujar Vivi.

Peran Pemkab Belitung dan kerja sama dengan petani

Vivi mengatakan, tingginya permintaan membuat pasokan dari kebun sendiri tak cukup. Untuk itu, Vivi bermitra dengan kelompok petani dan koperasi di Kecamatan Membalong dan Sijuk.

Ke depan, Billiton Spice juga berencana bermitra dengan petani asal Kecamatan Selat Nasik.

Vivi menambahkan, Pemkab Belitung juga memiliki andil dalam produksi Billiton Spice.

"Pemkab sangat membantu dan (saya) sangat berterima kasih selalu seperti mentor untuk
meng-upgrade diri. Melalui berbagai tahap pengkurasian. Seperti dari segi kualitas dan design. Dan terpenting sertifikasi yang layak," ujar Vivi.

"Selalu ketika dalam mempromosikan wisata, produk lada Billiton Spice yang merupakan juga identitas (identity local product) pelaku, potensi unggulan daerah, berdampingan bersama, sekalian dipromosikan," kata Vivi menambahkan.

Lada Belitung untuk menu Internasional

Fun cooking yang dihadiri Bupati Belitung H Sahani Saleh S Sos dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn, M.Si.Dok. Pemerintah Kabupaten Belitung Fun cooking yang dihadiri Bupati Belitung H Sahani Saleh S Sos dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn, M.Si.
Beberapa waktu lalu, Billion Spice juga menggelar fun cooking yang dihadiri Bupati Belitung H Sahani Saleh S.Sos dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie S.Sn, M.Si.

Keduanya unjuk kebolehan memasak dua jenis makanan yang berbeda dengan topping lada hitam dan putih dari Billiton Spice.

Sanem, sapaan akrab Bupati Belitung, mendemokan resep masakan ayam lada hitam. Sedangkan Isyak memasak menu Italia, spaghetti bolognese.

Demo memasak ini mensaratkan bahwa kedua tokoh pemimpin Belitung berupaya untuk senantiasa mempromosikan lada Belitung yang berkualitas.

Di mana lada Belitung bisa digunakan untuk masakan lokal maupun bercita rasa internasional.

Perjalanan lada di Belitung

Salah satu preview Gallery Billiton Story Dok.Billiton Spice Salah satu preview Gallery Billiton Story
Billiton spice juga membuka sebuah galeri bernama Billiton Story Galeri, 

Sesuai konsepnya, United by Spices. Billiton Story Galeri ingin menunjukkan bahwa sejak dahulu kala, lada Belitong telah menyatukan masyarakat tanpa ada perbedaan SARA.

"Mau agama, suku serta ras apa pun di Belitung, memiliki kesukaan dan kebutuhan yang sama akan lada. Semua membaur, United by Spices," ujar Vivi.

Dalam sambutannya, Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, Billiton Story merupakan salah satu roket model ekonomi yang ditopang oleh konsep pariwisata berkelanjutan.

Hadirnya Billiton Story merupakan salah satu wahana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan para stakeholders, utamanya para pelancong dan pelajar yang tertarik dengan kekayaan alam di Belitung, yaitu rempah (lada).

Sahani mengatakan, lada Belitong memiliki kualitas terbaik. Karena itu, perlu merebranding lada Belitong agar semakin dikenal di manca negara.

Tentunya dengan lada yang semakin terkenal, akan semakin memakmurkan perekonomian masyarakat dan petani lada di Belitung.

"Kebersamaan inilah yang saya inginkan. Jangan ada persaingan yang tidak sehat. Mari kita bangun Belitung bersama-sama, saling dukung dan bantu satu dengan yang lainnya," ujar Bupati.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Regional
Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Regional
Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Regional
Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Regional
Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Kilas Daerah
Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Regional
Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Regional
Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Regional
Soal 'Study Tour', Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Soal "Study Tour", Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Regional
Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Regional
Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Regional
Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Regional
Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Regional
Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Regional
Pemprov Babel Luncurkan Gerakan Eliminasi Kemiskinan dan 'Stunting'

Pemprov Babel Luncurkan Gerakan Eliminasi Kemiskinan dan "Stunting"

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com