Kompas.com - 22/06/2022, 15:46 WIB

MAUMERE, KOMPAS.com - Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, NTT, Stanislaus Ara Kian meminta warga tidak terpancing narasi bohong tentang erupsi Ile Lewotolok dari sumber yang tidak jelas.

Stanislaus berujar, seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi Gunung Api Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

Baca juga: Warga Lereng Gunung Api Ile Lewotolok Diminta Waspada Gas Beracun

"Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya," ujar Stanislaus dalam keterangan tertulis, Rabu (22/6/2022).

Ia mengatakan, status Gunung Api Ile Lewotolok masih level III siaga. Meski demikian, belum ada laporan kerusakan akibat erupsi.

Pihaknya mengimbau, masyarakat sekitar tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer (km) dari puncak, radius 3,5 km untuk sektor tenggara, radius empat km untuk sektor timur dan timur laut.

Masyarakat tiga desa, yakni Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona, diminta selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak.

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, warga diminta menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

"Abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan," ujarnya.

Baca juga: Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 7 Kali dalam Semalam, Warga Diminta Tetap Waspada

Meletus Lima Kali

Sementara itu Petugas Pos PGA Ile Lewotolok, Fajaruddin M Balido menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan Pos PGA Ile Lewotolok, pada Rabu (23/6/2022) pukul 06.00-12.00 Wita asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 100 meter sampai 500 meter di atas puncak kawah.

"Teramati tiga kali gempa letusan dengan tinggi 100 m sampai 400 m dan warna asap putih dan kelabu. Satu kali gempa guguran, 54 kali hembusan dan 12 kali tremor non-harmonik," bebernya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Driver Ojol Korban Pengeroyokan di Semarang Belum Bisa Kerja, Rekannya Bergerak Buka Donasi

Driver Ojol Korban Pengeroyokan di Semarang Belum Bisa Kerja, Rekannya Bergerak Buka Donasi

Regional
Malu Hamil oleh Pacar, Perempuan di Serang Buang Mayat Bayinya di Tong Sampah

Malu Hamil oleh Pacar, Perempuan di Serang Buang Mayat Bayinya di Tong Sampah

Regional
Keroyok Pelaku Penganiayaan 'Driver' Ojol hingga Tewas, 3 Orang Ditangkap

Keroyok Pelaku Penganiayaan "Driver" Ojol hingga Tewas, 3 Orang Ditangkap

Regional
Kisah Perjuangan Masyarakat Adat di Balik Kembalinya Segmen Simantipal Kaltara Menjadi Bagian NKRI

Kisah Perjuangan Masyarakat Adat di Balik Kembalinya Segmen Simantipal Kaltara Menjadi Bagian NKRI

Regional
Saat Polwan di Riau Lepas Kendali, Pacar Adiknya Dianiaya hingga Lebam, Korban: Saya Dipukul Sejadi-jadinya...

Saat Polwan di Riau Lepas Kendali, Pacar Adiknya Dianiaya hingga Lebam, Korban: Saya Dipukul Sejadi-jadinya...

Regional
PLTU di Bangka Mulai Pakai Kayu Gantikan Batu Bara, tapi Hadapi Kendala

PLTU di Bangka Mulai Pakai Kayu Gantikan Batu Bara, tapi Hadapi Kendala

Regional
5 Penambang Emas di Hutan Kalsel Tewas Diterjang Longsor dan 8 Hilang, BPBD: Pencarian Terkendala Medan

5 Penambang Emas di Hutan Kalsel Tewas Diterjang Longsor dan 8 Hilang, BPBD: Pencarian Terkendala Medan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 September 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 September 2022

Regional
Viral, Pencuri Gondol Rp 591 Juta dari Mobil yang Antre BBM di SPBU OKU Sumsel

Viral, Pencuri Gondol Rp 591 Juta dari Mobil yang Antre BBM di SPBU OKU Sumsel

Regional
Bunga Bangkai Mekar di Pinggir Danau Maninjau

Bunga Bangkai Mekar di Pinggir Danau Maninjau

Regional
Penerima Paket Angkat Bicara soal Keterlibatan Dirinya dalam Benda Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo

Penerima Paket Angkat Bicara soal Keterlibatan Dirinya dalam Benda Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo

Regional
Duduk Perkara Buron Kasus Pengeroyokan di Belu Tewas Ditembak Polisi, Keluarga Marah dan Mengarak Jenazah

Duduk Perkara Buron Kasus Pengeroyokan di Belu Tewas Ditembak Polisi, Keluarga Marah dan Mengarak Jenazah

Regional
Cara Daftar Online Vaksin Meningitis di Palembang

Cara Daftar Online Vaksin Meningitis di Palembang

Regional
Jemaah Umrah Meningkat, Stok Vaksin Meningitis di Palembang Kosong

Jemaah Umrah Meningkat, Stok Vaksin Meningitis di Palembang Kosong

Regional
Pasar Modern Sepi Pembeli, Ratusan Pedagang Jualan di Kantor Wali Kota Sorong

Pasar Modern Sepi Pembeli, Ratusan Pedagang Jualan di Kantor Wali Kota Sorong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.