Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepala Sekolah di Kupang Laporkan Balik Guru yang Dianiaya

Kompas.com - 06/06/2022, 18:58 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Andi Hartik

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Alexander Nitti (58), Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Oelbeba, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melapor balik Anselmus Nalle (44), guru di salah satu guru di sekolah tersebut.

Alexander melaporkan guru Anselmus ke Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Fatuleu.

Sebelumnya, Anselmus melaporkan Aleksander dan sejumlah orang lainnya terkait kasus penganiayaan.

Baca juga: Terungkap, Guru di Kupang Dianiaya Kepala Sekolah karena Beda Pendapat Saat Rapat

"Aksi saling lapor. Guru (Anselmus) melapor kasus pengeroyokan di Polres Kupang dengan terlapor kepala sekolah dan enam pelaku lainnya. Sedangkan kepala sekolah (Alexander) melaporkan kasus penganiayaan di Polsek Fatuleu dengan terlapor guru," ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/6/2022).

Irwan mengatakan, laporan Alexander tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/33/V/2022/Sek Fatuleu. Dalam laporannya, Alexander Nitti mengaku dianiaya oleh Anselmus Nalle yang juga guru di SD Negeri Oelbeba.

Baca juga: Fakta Baru Guru SD Dianiaya Kepsek dan Warga di NTT, Terjadi di Perpustakaan hingga Lapangan

Alexander mengaku dianiaya di ruang guru SD Negeri Oelbeba pada Selasa 31 Mei 2022, sekitar pukul 12.00 Wita saat ada rapat. Saat itu, Alexander selaku kepala sekolah memimpin rapat bersama 19 guru di sekolah tersebut.

Dalam rapat itu, terjadi pertengkaran mulut antara Alexander dengan pelaku Anselmus Nalle. Pertengkaran itu berujung pada terjadinya kekerasan.

Pelaku langsung mendekati dan menganiaya korban dengan cara memukul korban sebanyak satu kali menggunakan tangan kanan terkepal mengenai pelipis kiri korban.

Penganiayaan ini mengakibatkan pelipis kepala sekolah itu bengkak. Selanjutnya, guru itu disebut mengambil kursi kayu dan memukul kepala sekolah sebanyak satu kali.

Saat ini, kata Irwan, aparat Polsek Fatuleu sudah memeriksa Alexander Nitti sebagai korban dan sudah divisum. Polisi juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi, antara lain Yosepus Nuban (55) dan Feby Dian Reke (44), keduanya guru di SD Negeri Oelbeba.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan seorang guru pria di Kabupaten Kupang, NTT, dianiaya kepala sekolah dan warga, viral di media sosial.

Baca juga: Viral Video Guru Dianiaya, 7 Orang Dilaporkan ke Polisi, di Antaranya Kepala Sekolah dan 3 IRT

Dalam video berdurasi 2 menit 38 detik itu terlihat beberapa ibu rumah tangga memaki guru yang diketahui bernama Anselmus Nalle (44).

Anselmus yang mengenakan seragam PNS, tampak ditarik oleh seorang warga berkaus merah. Guru itu ditarik ke jalan. Tampak pria yang ternyata kepala sekolah Alexander Nitti (58) berulang kali memukul ke arah wajah dan tubuh Anselmus, hingga masuk ke dalam lapangan.

Anselmus yang dianiaya meminta tolong kepada warga sekitar. Kasus yang terjadi pekan lalu, telah dilaporkan ke aparat kepolisian setempat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

'Bullying' Suporter Persib Bandung, 2 Warga Solo Ditangkap

"Bullying" Suporter Persib Bandung, 2 Warga Solo Ditangkap

Regional
50 Rumah Warga Terdampak Banjir Lahar Gunung Lewotobi NTT

50 Rumah Warga Terdampak Banjir Lahar Gunung Lewotobi NTT

Regional
Siap Gencarkan Sport Tourism, Specta Jateng Open Tennis Tournament 2024 Disambut Antusias

Siap Gencarkan Sport Tourism, Specta Jateng Open Tennis Tournament 2024 Disambut Antusias

Regional
Polisi Tangkap 14 Orang Geng Motor Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar SMA

Polisi Tangkap 14 Orang Geng Motor Pelaku Tawuran yang Tewaskan Pelajar SMA

Regional
Tawuran Geng Motor Tewaskan 1 Pelajar SMA, Dipicu Saling Tantang di Medsos

Tawuran Geng Motor Tewaskan 1 Pelajar SMA, Dipicu Saling Tantang di Medsos

Regional
Pembeli Timah Ilegal di Sungai Bangka Ditangkap, Total Ada 14 Tersangka

Pembeli Timah Ilegal di Sungai Bangka Ditangkap, Total Ada 14 Tersangka

Regional
Geng Motor Tawuran di Bandar Lampung, 1 Korban Siswa SMA Tewas

Geng Motor Tawuran di Bandar Lampung, 1 Korban Siswa SMA Tewas

Regional
Wilayah Terdampak Longsor dan Banjir Luwu Terisolasi, Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan dengan Helikopter

Wilayah Terdampak Longsor dan Banjir Luwu Terisolasi, Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan dengan Helikopter

Regional
Calon Independen di Pilkada Nagekeo Wajib Kantongi 11.973 Dukungan

Calon Independen di Pilkada Nagekeo Wajib Kantongi 11.973 Dukungan

Regional
Mahasiswa Unlam Hilang Saat Reboisasi di Hutan Kapuas Kalteng

Mahasiswa Unlam Hilang Saat Reboisasi di Hutan Kapuas Kalteng

Regional
Curug Putri Carita di Pandeglang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Curug Putri Carita di Pandeglang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
ART di Sukabumi Tewas Diduga Dibunuh di Rumah Majikan, Pelaku Ditangkap Dalam Bus

ART di Sukabumi Tewas Diduga Dibunuh di Rumah Majikan, Pelaku Ditangkap Dalam Bus

Regional
115 Rumah Terdampak Banjir di Dua Nagari di Kabupaten Sijunjung

115 Rumah Terdampak Banjir di Dua Nagari di Kabupaten Sijunjung

Regional
Serang Polsek di Kalteng, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Serang Polsek di Kalteng, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Regional
Geng Motor Tawuran Dalam Permukiman di Bandar Lampung, Warga Sebut 1 Orang Tewas

Geng Motor Tawuran Dalam Permukiman di Bandar Lampung, Warga Sebut 1 Orang Tewas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com