Kompas.com - 10/05/2022, 06:11 WIB

KENDAL, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengeklaim tidak mengalami penambahan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Parno menyatakan, sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, terdapat satu kasus virus corona.

Namun dalam klaimnya, ketika Kendal memasuki musim libur Lebaran, tidak ada tambahan kasus corona.

Baca juga: 2.359 Pegawai Pemkot Depok Jalani Tes Usap Antigen, 19 Orang Positif Covid-19

“Dari data kami, hanya satu warga yang terkena Covid 19. Dia warga Patean, dan masih menjalani isolasi mandiri,” kata Parno, Senin (9/5/2022).

Parno menjelaskan, ada ribuan warga Kendal yang kerja di luar kota, dan mudik di kampung halaman. Sesuai dengan aturan, mereka yang pulang kampung sudah ikut vaksin.

“Mereka tetap menaati protokol kesehatan,” ujar Parno.

Parno menambahkan, masyarakat Kendal yang sudah vaksin dosis 1 lebih dari 91 persen, dosis 2 ada sekitar 83 persen, dan dosis 3 baru mencapai lebih dari 17 persen.

Sementara itu, Bupati Kendal Dico M Ganindito mengaku, hingga kini tidak ada tanda-tanda gelombang baru kasus Covid-19 pasca-libur Lebaran.

Menurut Dico, nihilnya kasus corona terjadi berkat kerja keras semua pihal, termasuk masyarakat yang terus menjalankan protokol kesehatan, dan melaksanakan vaksinasi booster.

“Alhamdulillah, saat ini tidak ada tanda-tanda adanya gelombang baru kasus covid-19 setelah libur Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri,” kata Dico.

Dico menjelaskan, sampai sekarang kasus Covid di Kendal masih ada satu orang, di Kecamatan Patean, dan masih dalam pemantauan.

“Meskipun begitu, kita semua tidak boleh lengah, terus kawal sampai Covid-19 ini menjadi endemi di Kendal dan Indonesia dengan melakukan vaksinasi booster, mengubah pola hidup yang lebih sehat dan menaati protokol kesehatan,” pungkas Dico.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Bambang Pacul Sebut Puan Maharani Akan Temui Lagi Prabowo Subianto

Regional
Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Regional
Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga 'Mbak Puan Jadi Presiden'

Serahkan 1.000 Paket Sembako di Solo, Puan Maharani Diteriaki Warga "Mbak Puan Jadi Presiden"

Regional
Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Pasutri Tewas Saat Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan, Rencana Rayakan Ulang Tahun Anak

Regional
Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Tumbuhkan Perekonomian UMKM dan Petani, Pemkab Wonogiri Gelar Festival Kopi dan Batik 2022

Regional
Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Puan Maharani Minta Aparat Selidiki Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang

Regional
Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Ratusan Korban Jiwa Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, Ini Respons Ketua PSSI

Regional
Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Wanita Tertembak Polisi di Kaltara, Suami Korban: Anak Saya Kelas 6 SD Menangis Lihat Ibunya Berdarah

Regional
Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Tragedi Penjual Bensin Eceran Tertembak hingga Peluru Tembus ke Bahu, Awalnya Polisi Hendak Kejar Buronan

Regional
Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Begini Nasib Pria yang Cekik Leher Istri Temannya hingga Tewas usai Ditolak Bercinta

Regional
Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap 'Warga Miskin' di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Polemik Pemilik Ruko Mewah yang Masih Terima Bansos, Dicap "Warga Miskin" di Tembok Rumah hingga Akhirnya Mundur

Regional
Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Regional
Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Regional
Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Regional
Tembakan Gas Air Mata yang Harus Dibayar Mahal, 127 Suporter Tewas

Tembakan Gas Air Mata yang Harus Dibayar Mahal, 127 Suporter Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.