Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari Produk Kedaluwarsa, Wakil Wali Kota Palembang Minta Warga Beli Parsel Berlabel BPOM

Kompas.com - 20/04/2022, 17:31 WIB
Aji YK Putra,
I Kadek Wira Aditya

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengimbau kepada masyarakat untuk membeli parsel lebaran yang telah berlebel Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar mencegah adanya makanan yang telah kedaluwarsa.

"Agar terhindar dari produk yang kedaluwarsa, baiknya masyarakat membeli parsel yang sudah berlabel BPOM," kata Fitri, Rabu (20/4/2022).

Fitri menjelaskan, mendekati hari lebaran biasanya pembelian parsel dikalangan masyarakat menjadi tinggi.

Baca juga: Pencairan THR bagi Pegawai Pemkot Palembang Dilakukan H-7 Lebaran

Sehingga, untuk melakukan pengecekan produk yang ada didalamnya satu persatu oleh masyarakat tidak memungkinakan.

Menurut Fitri, para pengusaha parsel pun diminta untuk mencantumkan seluruh isi yang ada didalam produk yang mereka beli.

Hal tersebut untuk mencegah agar tidak ada barang yang telah kedaluwarsa atau mendekati masa penggunaan.

Baca juga: Jadi Syarat Mudik, Warga Palembang Bisa Vaksin di Bandara, Stasiun, dan Terminal

"Sebab, masih ada pelaku usaha yang nakal dan menyelipkan produk yang sudah tidak layak jual. Yang seperti ini akan kita tindak tegas," ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya kecurangan, Pemerintah Kota Palembang dan BPOM pun menggelar sidak ke seluruh tempat pembuatan parsel selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri nanti.

"Jangan sampai produk yang terdapat dalam parsel tidak memiliki label, merek, atau pun izin dari BPOM," jelasnya.

Kepala BPOM Palembang Zulkifli menambahkan, seluruh produk bahan makanan yang dijual dalam parsel akan diuji lab, sehingga bisa dipastikan bahwa makanan maupun minuman yang dijual layak konsumsi.

Sejauh ini, dari sidak yang dilakukan mereka belum menemukan adanya parsel yang dikemas telah memasuki masa kedaluwarsa.

"Kami terus mengawasi penjualan parsel. Bukan hanya parsel, produk bahan makanan yang lainnya juga kami awasi," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Suami di Karimun Bunuh Istri Pakai Batang Sikat Gigi

Suami di Karimun Bunuh Istri Pakai Batang Sikat Gigi

Regional
Maju Pilkada Maluku, Eks Pangdam Pattimura Daftar Cagub ke 5 Parpol

Maju Pilkada Maluku, Eks Pangdam Pattimura Daftar Cagub ke 5 Parpol

Regional
Ratusan Ribu Suara Pemilu 2024 di Bangka Belitung Tidak Sah, NasDem Gugat ke MK

Ratusan Ribu Suara Pemilu 2024 di Bangka Belitung Tidak Sah, NasDem Gugat ke MK

Regional
Maksimalkan Potensi, Pj Walkot Tangerang Minta Fasilitas Kawasan Kuliner Parlan Dilengkapi

Maksimalkan Potensi, Pj Walkot Tangerang Minta Fasilitas Kawasan Kuliner Parlan Dilengkapi

Kilas Daerah
Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Jasad Korban Banjir Bandang Luwu

Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Jasad Korban Banjir Bandang Luwu

Regional
Seorang Petani di Sikka NTT Dikeroyok hingga Babak Belur, 3 Pelaku Ditangkap

Seorang Petani di Sikka NTT Dikeroyok hingga Babak Belur, 3 Pelaku Ditangkap

Regional
KKB Ancam dan Rampas Barang Jemaat Gereja di Pegunungan Bintang

KKB Ancam dan Rampas Barang Jemaat Gereja di Pegunungan Bintang

Regional
Geng Motor Tawuran Tewaskan Pelajar SMA di Lampung, 2 Orang Jadi Tersangka

Geng Motor Tawuran Tewaskan Pelajar SMA di Lampung, 2 Orang Jadi Tersangka

Regional
Ayah Perkosa Putri Kandung di Mataram Saat Istri Kerja sebagai TKW

Ayah Perkosa Putri Kandung di Mataram Saat Istri Kerja sebagai TKW

Regional
Tanah Orangtua Dijual Tanpa Sepengetahuannya, Adik Bacok Kakak di Kampar

Tanah Orangtua Dijual Tanpa Sepengetahuannya, Adik Bacok Kakak di Kampar

Regional
Warga Cianjur Kaget Wanita yang Dinikahinya Ternyata Seorang Pria

Warga Cianjur Kaget Wanita yang Dinikahinya Ternyata Seorang Pria

Regional
Saiful Tewas Usai Ditangkap Polisi, Istri: Suami Saya Buruh Tani, Tak Terlibat Narkoba

Saiful Tewas Usai Ditangkap Polisi, Istri: Suami Saya Buruh Tani, Tak Terlibat Narkoba

Regional
KLB Diare di Pesisir Selatan Sumbar, Ada 150 Kasus dan 4 Orang Meninggal

KLB Diare di Pesisir Selatan Sumbar, Ada 150 Kasus dan 4 Orang Meninggal

Regional
Guru Honorer di Maluku Dipecat Setelah 11 Tahun Mengabdi, Pihak Sekolah Berikan Penjelasan

Guru Honorer di Maluku Dipecat Setelah 11 Tahun Mengabdi, Pihak Sekolah Berikan Penjelasan

Regional
Pikap Pelat Merah Angkut Ribuan Liter Miras di Gorontalo

Pikap Pelat Merah Angkut Ribuan Liter Miras di Gorontalo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com