Kompas.com - 02/11/2021, 13:27 WIB

KLATEN, KOMPAS.com - Hani Dwi Susanti (31), warga Dusun Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tewas diduga setelah minum air yang telah dicampuri racun.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Klaten AKBP Eko Prasetyo mengatakan, telah mengamankan seorang terduga pembunuh berinisial S di wilayah Wonogiri.

"Tadi pagi jajaran unit reserse kriminal berhasil mengamankan yang diduga pelaku. Saat ini sedang dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut," kata Eko ditemui dalam konferensi pers Ops Sikat Jaran Candi 2021 se-Karesidenan Surakarta di Mapolresta Solo, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Saat Segelas Racun Tikus Renggut Nyawa Mahasiswi di Yogyakarta…

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terduga pelaku nekat mencampurkan racun jenis apotas ke dalam minuman korban karena balas dendam.

"Modusnya keterangan dari yang diduga pelaku ada motif balas dendam. Sekarang masih diperiksa di Polres Klaten," ungkap dia.

Selain yang diduga pelaku, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.

Salah satunya adalah bekas minuman korban yang dicampur racun apotas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan peristiwa dugaan pembunuhan terjadi pada Senin (1/11/2021) pagi.

Baca juga: Siswa SD Nekat Tenggak Racun, 2 Versi Penyebabnya: Salah Minum, atau Stres Pelajaran di Sekolah

Bermula Kepolisian Sektor (Polsek) Juwiring menerima laporan dugaan pembunuhan tersebut dari keluarga korban.

"Kemarin (Senin) Polsek Juwiring mendapatkan laporan dari pihak keluarga telah terjadi seorang wanita meninggal dunia dan suaminya mengalami kejang otot," kata Guruh.

Berdasarkan laporan itu, lanjut dia, anggota Polsek Juwiring melakukan pengecekan ke lokasi rumah korban.

Korban wanita sudah dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan suaminya sempat mendapatkan perawatan.

Baca juga: Siswa SD Nekat Tenggak Racun, 2 Versi Penyebabnya: Salah Minum, atau Stres Pelajaran di Sekolah

"Setelah dilakukan perawatan kepada suami (korban) memang ada sedikit tanda-tanda mencurigakan," ungkap dia.

Karena ditemukan ada tanda mencurigakan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Sedangkan jenazah korban wanita dilakukan proses otopsi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enggan Undang Investor, Warga Bangka Barat Buat Usaha Tambang Timah Sendiri

Enggan Undang Investor, Warga Bangka Barat Buat Usaha Tambang Timah Sendiri

Regional
Minimnya Tempat Penginapan dan Rekayasa Lalu Lintas Jadi Bahan Evaluasi Pelaksanaan MXGP Samota

Minimnya Tempat Penginapan dan Rekayasa Lalu Lintas Jadi Bahan Evaluasi Pelaksanaan MXGP Samota

Regional
Jateng Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga Akhir Juni, Waspada Bencana hidrometeorologi

Jateng Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga Akhir Juni, Waspada Bencana hidrometeorologi

Regional
Sidang Gugatan Warga Padang terhadap Jokowi Soal Utang Tahun 1950, Saksi: Saya Temukan Surat Obligasi dalam Kotak Kayu

Sidang Gugatan Warga Padang terhadap Jokowi Soal Utang Tahun 1950, Saksi: Saya Temukan Surat Obligasi dalam Kotak Kayu

Regional
Pria Pengangguran Ditangkap Polisi di Pinggir Jalan, Ternyata Begini...

Pria Pengangguran Ditangkap Polisi di Pinggir Jalan, Ternyata Begini...

Regional
Petani Karet Diserang Beruang Madu di Riau, Selamat Setelah Pura-pura Pingsan

Petani Karet Diserang Beruang Madu di Riau, Selamat Setelah Pura-pura Pingsan

Regional
KLHK: Pengunjung di Taman Nasional Komodo Perlu Dibatasi

KLHK: Pengunjung di Taman Nasional Komodo Perlu Dibatasi

Regional
Asal Usul dan Sejarah Nama Jasinga

Asal Usul dan Sejarah Nama Jasinga

Regional
Dibebani Biaya Uji Laboratorium, Harga Sapi di Pangkalpinang Naik Rp 4 Juta Per Ekor

Dibebani Biaya Uji Laboratorium, Harga Sapi di Pangkalpinang Naik Rp 4 Juta Per Ekor

Regional
Pencari Suaka Asal Myanmar Pakai Dokumen Palsu Ditangkap di Riau, Tenyata Sudah Punya Istri dan Anak

Pencari Suaka Asal Myanmar Pakai Dokumen Palsu Ditangkap di Riau, Tenyata Sudah Punya Istri dan Anak

Regional
Avanza Rusak Parah Tertimpa Truk Kontainer yang Terguling

Avanza Rusak Parah Tertimpa Truk Kontainer yang Terguling

Regional
Terbakar Cemburu, Pria di Banjarbaru Kalsel Culik Anak Kekasihnya dan Minta Tebusan 20 Juta

Terbakar Cemburu, Pria di Banjarbaru Kalsel Culik Anak Kekasihnya dan Minta Tebusan 20 Juta

Regional
Selain Tangkap Buaya 1 Ton, Kakek Usman Pernah Tangkap Ular Piton Pakai Kayu Balok

Selain Tangkap Buaya 1 Ton, Kakek Usman Pernah Tangkap Ular Piton Pakai Kayu Balok

Regional
Sapi yang Terkena PMK Terus Bertambah, Peternak di Semarang Rugi Ratusan Juta Rupiah

Sapi yang Terkena PMK Terus Bertambah, Peternak di Semarang Rugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
Gunung Ile Lewotolok Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 700 Meter

Gunung Ile Lewotolok Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 700 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.