Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Desa di Ambon Tolak Pembangunan Fasilitas Limbah B3, Dinilai Tanpa Amdal

Kompas.com - 21/10/2021, 18:30 WIB
Rahmat Rahman Patty,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

AMBON,KOMPAS.com- Warga Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan, menolak proyek pembangunan fasilitas limbah B3 di desanya.

Penolakan terhadap pembangunan fasilitas limbah B3 itu dilakukan lantaran proyek tersebut dinilai belum mengantongi Analisis dampak lingkungan (Amdal).

Padahal proyek itu berisiko tinggi terhadap kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Alasan penolakan lainnya yakni karena lokasi proyek berada di daerah resapan air dan juga dekat dengan permukiman warga.

Baca juga: BPBD Maluku Tengah: Tidak Ada Kerusakan akibat Gempa Magnitudo 5,3 Semalam

Diklaim tanpa sosialisasi

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Desa Suli, Simon Luhulima mengatakan, pembangunan proyek itu dilakukan tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku kepada masyarakat.

“Kami warga Negeri Suli secara keseluruhan tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi rencana pembangunan fasilitas limbah B3, dan lokasi pembangunan fasilitas tersebut berdekatan dengan lokasi pembangunan kampus UKIM dan permukiman warga serta lokasi wisata Talaga Tihu dan juga kompleks Rindam TNI,” kata Simon kepada wartawan di Ambon, Kamis (21/10/2021),

Dia mengakui, lokasi pembangunan limbah medis tersebut berada di daerah resapan air dan juga lahan minyak kayu putih dan berdekatan dengan hutan sagu milik desa.

Proyek pembangunan telah berjalan tapi masyarakat tidak pernah mengetahui Amdal dari proyek itu.

“Kita semua masyarakat termasuk para tetua adat, ketua-ketua RT dan warga yang ada di perantauan hingga luar negeri menolak pembangunan limbah medis tersebut,” kata Simon sembari menunjukkan dokumen tanda tangan penolakan dari warga.

Baca juga: Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pencemaran Limbah di Saluran Irigasi Klaten

Unjuk rasa

ilustrasi massaGetty Images/iStockphoto/champc ilustrasi massa

Beberapa waktu lalu, sebagian warga Desa Suli juga telah melakukan unjuk rasa di kantor Balai Desa Suli dan juga di lokasi proyek pembangunan faslitas limbah medis itu.

Menurut Simon, selain alasan lingkungan dan dokumen Amdal, lokasi proyek tersebut sebenarnya juga bukan berada di Desa Suli tapi di Wayame.

Hal tersebut sesuai pengumuman tender di LPSE yang disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Lokasi pembangunan tidak masuk dalam rencana tata ruang wilayah di desa kami, lokasi awal tempat pembangunan sesuai pengumuman tender di LPSE Kementrian Lingkungan Hidup berlokasi di Wayame dan bukan di Suli kita punya bukti lokasi,” tegasnya.

Baca juga: Wali Kota Ambon: Idealnya RS Lapangan Tidak Ditutup, tetapi Ini Memberatkan karena Terus Bayar Sewa

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Regional
Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Regional
Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Regional
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Regional
Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Regional
3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

Regional
Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Regional
Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Puluhan Santri Terjebak 20 Menit di Dalam Lift Empire Palace Surabaya

Regional
Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Petugas Pengisi ATM Curi Rp 1,1 Miliar untuk Judi Online dan Beli Motor

Regional
Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Minggu Besok

Regional
Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Air Terjun Aek Martua di Riau: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Ayah Pegi Setiawan Diperiksa Polisi soal KTP Ganda, Alasannya Ingin Menikah Lagi, tapi Masih Punya Istri

Regional
Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Memanah Ikan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pantai Jemplung Sumbawa

Regional
Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Bengkel Damri di Surabaya Terbakar, Bus Listrik Bekas KTT G20 Bali Ikut Hangus

Regional
Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Di Hadapan Mahasiswa, Nikson Nababan Jelaskan Visi Bangun Sumut

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com