Kompas.com - 18/10/2021, 19:42 WIB
Diskusi membedah novel Someone Has To Die karya Jim Baton KOMPAS.com/ISTDiskusi membedah novel Someone Has To Die karya Jim Baton

UNGARAN, KOMPAS.com - Tinggal selama 20 tahun di Indonesia membuat Jim Baton yang berasal dari Amerika Serikat menulis pengalamannya dalam bentuk novel berjudul Someone Has To Die (Harus Ada yang Mati).

Novel hasil penelitian Jim tentang berbagai aksi terorisme tersebut didiskusikan di kampus Undaris Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/10/2021).

Jim mengungkapkan banyak sekali kasus-kasus kekerasan berkaitan terorisme.

"Dengan adanya novel ini diharapkan semua orang sadar bahwa aksi terorisme itu tidak benar. Hidup saling mengasihi dan cinta damai, adalah sangat berharga,'' kata dia dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Sedang Lakukan Penyisiran, Satgas Madago Raya Pergoki 2 Orang Diduga DPO Teroris Poso

Sementara itu Ketua Yayasan Hiadayah Bangsa Mahmud Farid Ibrahim mengungkapkan, kasus-kasus terorisme yang mengantarkan orang berbuat nekat melakukan aksi pengebomam dilandaskan berbagai faktor.

Berdasarkan pengalamannya mewancarai para 'pengantin' yang memicu terorisme dalam bentuk peledakan bom di sejumlah tempat, mereka telah mendapat doktrin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ajaran kekerasan dan terorisme itu sangat tidak dibenarkan. Kemudian pilihan terhadap wanita sebagai pengantin dalam kasus terorisme peledakan bom, karena wanita mudah terbujuk dan diatur," ungkap Mahmud.

Para perempuan itu terlibat dalam peledakan bom, karena diajak oleh tokoh-tokoh yang memang memiliki kemampuan untuk merekrut orang-orang yang mudah dihasut.

"Buku 'Someone Has To Die' karya Jim Baton ini menjadi pengingat agar setiap orang jangan sampai terlibat dengan terorisme, karena terorisme merupakan sebuah ajaran yang salah," tegasnya.

Baca juga: Satgas Madago Raya Buru 2 DPO Teroris Poso yang Melintas di Pegunungan Parigi Moutong

Rektor Undaris Dr Drs H Hono Sejati SH MHum menjelaskan, bedah buku tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa agar memahami bahaya terorisme dan menjauhkan diri dari aksi terorisme.

"Undaris juga akan berperan mendukung pemerintah lewat kegiatan-kegiatan kampus yang bertujuan menghentikan aksi terorisme," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 November 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 November 2021

Regional
Banyak Korban Banjir Kalsel Bertahan di Rumah, Petugas Bagikan Nasi Bungkus

Banyak Korban Banjir Kalsel Bertahan di Rumah, Petugas Bagikan Nasi Bungkus

Regional
Soal 2 Mahasiswinya Tewas Tenggelam Saat Diksar, IAIN Parepare: Kami Masih Melakukan Penyelidikan

Soal 2 Mahasiswinya Tewas Tenggelam Saat Diksar, IAIN Parepare: Kami Masih Melakukan Penyelidikan

Regional
Bobol Rumah Warga di Lamongan, Ibu Ini Curi Uang dan Perhiasan Emas Senilai Rp 233 Juta

Bobol Rumah Warga di Lamongan, Ibu Ini Curi Uang dan Perhiasan Emas Senilai Rp 233 Juta

Regional
Eks Bendahara Puskesmas di Medan Diduga Korupsi Rp 2,4 Miliar untuk Arisan 'Online', Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Eks Bendahara Puskesmas di Medan Diduga Korupsi Rp 2,4 Miliar untuk Arisan "Online", Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Regional
Seorang Warga Suru-Suru Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Asmat

Seorang Warga Suru-Suru Korban Penembakan KKB Dievakuasi ke Asmat

Regional
Tahun Depan, Pemprov Jabar Bakal Kejar Penunggak Pajak Kendaraan

Tahun Depan, Pemprov Jabar Bakal Kejar Penunggak Pajak Kendaraan

Regional
Gubernur Edy Klaim Serapan Anggaran Sumut Membaik, Jelang Akhir Tahun Sudah 72,9 Persen

Gubernur Edy Klaim Serapan Anggaran Sumut Membaik, Jelang Akhir Tahun Sudah 72,9 Persen

Regional
Ombudsman Temui HB X, Bahas Pergub yang Atur Demo di Malioboro

Ombudsman Temui HB X, Bahas Pergub yang Atur Demo di Malioboro

Regional
Suami Istri Diduga Pengedar Narkoba Ditangkap, Polisi Temukan Sabu di Celana dalam

Suami Istri Diduga Pengedar Narkoba Ditangkap, Polisi Temukan Sabu di Celana dalam

Regional
Kupang Turun PPKM Level 1, Pemkot Tetap Batasi Aktivitas Warga

Kupang Turun PPKM Level 1, Pemkot Tetap Batasi Aktivitas Warga

Regional
Korupsi Dana JKN, Eks Bendahara Puskesmas di Medan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Korupsi Dana JKN, Eks Bendahara Puskesmas di Medan Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Regional
Dalam Dua Hari, 4 Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun Longsor di Mandailing Natal

Dalam Dua Hari, 4 Penambang Emas Liar Tewas Tertimbun Longsor di Mandailing Natal

Regional
Mulai 20 Desember, ASN Karawang Dilarang ke Luar Kota dan Cuti Libur Nataru

Mulai 20 Desember, ASN Karawang Dilarang ke Luar Kota dan Cuti Libur Nataru

Regional
Kecelakaan Minibus dan Motor di Jalan Trans Flores, 1 Orang Tewas, 4 Luka-luka

Kecelakaan Minibus dan Motor di Jalan Trans Flores, 1 Orang Tewas, 4 Luka-luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.