Kompas.com - 07/10/2021, 10:09 WIB
Sempat dilaporkan menghilang, Nenek Karti yang menderita keterbelakangan mental, pikun dan menderita katarak ditemukan tewas membusuk di sebuah sumur tua di Kabupaten Ngawi. KOMPAS.COM/DOK POLRES NGAWISempat dilaporkan menghilang, Nenek Karti yang menderita keterbelakangan mental, pikun dan menderita katarak ditemukan tewas membusuk di sebuah sumur tua di Kabupaten Ngawi.

NGAWI, KOMPAS.com – Karti (70), warga Desa Pelang Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa TImur, ditemukan tewas di dasar sumur tua sedalam 15 meter.

Kasubag Humas Polres Ngawi, AKP Supardi mengatakan, awalnya salah satu warga bernama Supriyono (41) yang sedang mengambil mangga mencium bau busuk dari dalam sumur tua.

Baca juga: Seorang Warga Ngawi Ditemukan Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Sawah

Supriyono mencoba memeriksa asal bau busuk itu. Namun, karena kondisi sumur yang gelap, ia mengambil senter sebagai alat bantu.

”Saksi ini mendapati korban atas nama Nenek Karti sudah tewas di dalam sumur. Kejadiannya Rabu (6/10) kemarin pukul 13.00 WIB,” kata Supardi melalui pesan singkat, Kamis (7/10/2021).

Supardi menambahkan, Supriyono lalu melaporkan penemuan itu kepada warga sekitar. Laporan itu diteruskan ke polisi.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sudah pikun serta menderita keterbelakangan mental dan katarak. Korban dilaporkan telah meninggalkan rumah sejak 25 September 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Keluarga melaporkan kehilangan keluarga di Polsek Kedunggalar pada  Jumat tanggal 1 Oktober 2021 lalu,” imbuhnya.

Upaya evakuasi yang dilakukan tim SAR Sikatan dari BPBD Ngawi berjalan dramatis karena kondisi korban yang sudah membusuk.

“Kondisi korban sudah tidak dikenali dan terdapat banyak belatung,” kata Supardi.

Baca juga: Cerita dari Gang Kelinci, Riuh dan Hening Nobar Pertandingan PON Papua hingga Dukungan Keluarga Atlet

Berdasarkan pemeriksaan medis di Puskesmas Kedunggalar, korban sudah mengalami pembusukan sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan luar.

Keluarga korban menerima kejadiaan tersebut sebagai musibah dan meminta korban tidak diautopsi dan segera dimakamkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Regional
Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Regional
Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Regional
Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Regional
Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Regional
Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

Regional
Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

Regional
Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Regional
Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Regional
Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Regional
Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Regional
Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.