Kompas.com - 06/10/2021, 08:20 WIB
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq, ditemui usai rapat Satgas Penanganan Covid-19 di Pendapa Pengayoman, Kamis (4/2/2021) sore. KOMPAS.COM/IKA FITRIANABupati Temanggung Muhammad Al Khadziq, ditemui usai rapat Satgas Penanganan Covid-19 di Pendapa Pengayoman, Kamis (4/2/2021) sore.

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, belum sampai 50 persen, sehingga pemerintah pusat menaikkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 2 menjadi level 3.

Kenaikan level ini tercatat dalam Inmendagri Nomor 47 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, yang berlaku mulai 5-18 Oktober 2021.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menjelaskan dari enam indikator dan kapasitas pemerintah daerah sesungguhnya Kabupaten Temanggung sudah berada di level 2.

"Temanggung masuk level 3 bukan dikarenakan kondisi Covid-19 yang naik, 6 indikator kita sudah berada di level 2, akan tetapi hanya karena faktor vaksinasi yang belum mencapai 50 persen sehingga kita naik level jadi 3," jelas Khadziq dalam keterangan pers yang diterima Selasa (5/10/2021) sore.

Baca juga: PPKM Level 1 di Jombang, Warga Tetap Dilarang Gelar Konser dan Pertunjukan Seni

Menurut Khadziq, pasokan vaksin Covid-19 yang kurang menyebabkan vaksinasi belum mencapai target.

Padahal vaksinastor di wilayahnya, dari rumah sakit hingga Puskesmas dan intansi lain, dinilai sudah mampu dan siap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Suplai vaksin Covid-19 ke Kabupaten Temanggung yang selama ini masih kurang. Sementara kapasitas kerja teman-teman sangat mampu, bahkan 100 persen itu sangat mampu kalau vaksinnya tersedia,” tandas Khadziq.

Pasokan vaksin yang kurang tidak hanya terjadi di Kabupaten Temanggung, akan tetapi juga daerah lain di Jawa Tengah.

Baca juga: Waktu Pendaftaran Sudah Diperpanjang, 3 Formasi CASN Temanggung Tetap Tak Ada Pelamar

Khadziq menyebut capaian vaksinasi di wilayahnya paling tinggi dibandingkan dengan daerah lain di karesidenan Kedu (Magelang, Purworejo, Wonosobo, Kebumen dan Kota Magelang). 

Oleh karena itu, pihaknya bersama DPRD dan Forkompinda setempat bekerja semaksimal mungkin mengatasi Covid-19 termasuk memohon suplai vaksin Covid-19 kepada Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

"Kami memohon suplai vaksin yang cukup sehingga kita bisa mencapai 50 persen,” ujar Khadziq. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masker, Eks Pejabat Dinkes Banten Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Regional
'Chat' Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Regional
Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Regional
Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Regional
Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Regional
Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Regional
Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Regional
Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Regional
Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Regional
Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.