Kompas.com - 12/09/2021, 18:02 WIB
Ledakan diduga berasal dari bom ikan terjadi di Desa Pekangkungan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Akibatnya, 2 orang tewas, belasan rumah rusak, dan 5 warga mengalami luka-luka. Dokumentasi Humas Polda JatimLedakan diduga berasal dari bom ikan terjadi di Desa Pekangkungan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Akibatnya, 2 orang tewas, belasan rumah rusak, dan 5 warga mengalami luka-luka.

MALANG, KOMPAS.com - Polres Pasuruan Kota masih menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) Polda Jawa Timur terkait penyebab ledakan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang diperiksa, diduga kuat ledakan itu berasal dari bom ikan atau bondet.

"Dari keterangan saksi-saksi diduga kuat bondet atau bom ikan, sambil menunggu hasil dari Labfor Polda Jatim ya, biar kuat dan pasti secara pemeriksaan laboratoris," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman melalui pesan singkat, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Ledakan di Pasuruan, Diduga dari Bom Ikan, Polisi Terjunkan Tim Jibom

Pihaknya belum bisa memastikan penyebab bom meledak di dalam rumah hingga menewaskan dua orang.

"Yang bersangkutan dua-duanya meninggal dunia. Secara teknis (kenapa sampai meledak) pastinya kesalahan prosedur. Namanya bahan peledak, ya mudah meledak. Dan kembali lagi kita masih menunggu hasil Labfor," kata Arman.

Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 8.00 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ledakan itu menghancurkan dua rumah dan menewaskan dua orang.

Dua korban tewas dalam kejadian itu yakni Abdul Ghofar selaku pemilik rumah dan ayahnya, Mat Sodiq.

Baca juga: Ledakan Diduga dari Bom Ikan Terjadi di Pasuruan, 2 Orang Tewas dan 5 Luka-luka

 

Mat Sodiq tewas di lokasi, sedangkan Abdul Ghofar meninggal dalam perawatan di Puskesmas Gondangwetan akibat pendarahan di dada.

Sementara rumah yang rusak akibat kejadian itu yakni rumah milik Abdul Ghofar (43) dan rumah milik M Imron (30).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 3 Tahun di Mojokerto Hilang Saat Bermain Hujan, Polisi Bantah Isu Penculikan

Bocah 3 Tahun di Mojokerto Hilang Saat Bermain Hujan, Polisi Bantah Isu Penculikan

Regional
Menangis, Ibu Muda Cerita Diperkosa Berulang oleh 4 Pria, Dicekoki Narkoba dan Anak Meninggal Dunia

Menangis, Ibu Muda Cerita Diperkosa Berulang oleh 4 Pria, Dicekoki Narkoba dan Anak Meninggal Dunia

Regional
Anak Tiri Dicabuli Ayahnya Berulang Kali, Baru Terungkap Setelah Ibu Meninggal

Anak Tiri Dicabuli Ayahnya Berulang Kali, Baru Terungkap Setelah Ibu Meninggal

Regional
Bermula Melawan Arus Lalu Lintas, Kedok Pengedar Obat Terlarang di Kediri Terbongkar

Bermula Melawan Arus Lalu Lintas, Kedok Pengedar Obat Terlarang di Kediri Terbongkar

Regional
Medan Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Pertama di Sumut

Medan Punya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Pertama di Sumut

Regional
Capaian Vaksinasi Baru 50 Persen dari 1,5 Juta Jiwa Sasaran, Brebes Ditegur Ganjar

Capaian Vaksinasi Baru 50 Persen dari 1,5 Juta Jiwa Sasaran, Brebes Ditegur Ganjar

Regional
Guru yang Perkosa 12 Santriwati Diduga Salahgunakan Wewenang sebagai Pengurus Pesantren

Guru yang Perkosa 12 Santriwati Diduga Salahgunakan Wewenang sebagai Pengurus Pesantren

Regional
Mayat Bayi Perempuan Terbungkus Kain Ditemukan di Buleleng, Bali

Mayat Bayi Perempuan Terbungkus Kain Ditemukan di Buleleng, Bali

Regional
Bantah Anggotanya Tembaki Warga, Kapolda Maluku: Ini Penggunaan Kekuatan, Jangan Dikatakan Penembakan

Bantah Anggotanya Tembaki Warga, Kapolda Maluku: Ini Penggunaan Kekuatan, Jangan Dikatakan Penembakan

Regional
Donasi Pembaca Kompas.com Diterima Atqia, Balita Asal Aceh yang Mengalami Bocor Jantung

Donasi Pembaca Kompas.com Diterima Atqia, Balita Asal Aceh yang Mengalami Bocor Jantung

Regional
Guru Pesantren yang Perkosa 12 Santriwati Diduga Salahgunakan Bantuan Pemerintah untuk Sewa Hotel dan Apartemen

Guru Pesantren yang Perkosa 12 Santriwati Diduga Salahgunakan Bantuan Pemerintah untuk Sewa Hotel dan Apartemen

Regional
'Saya Ingin Orang yang Melintas Selamat...'

"Saya Ingin Orang yang Melintas Selamat..."

Regional
Viral, Video Sepeda Motor Macet di Tengah Rel, Akhirnya Tertabrak Kereta Api

Viral, Video Sepeda Motor Macet di Tengah Rel, Akhirnya Tertabrak Kereta Api

Regional
Atalia Ridwan Kamil Minta Masyarakat Lindungi Santriwati Korban Perkosaan

Atalia Ridwan Kamil Minta Masyarakat Lindungi Santriwati Korban Perkosaan

Regional
Pengakuan Guru Agama Cabuli 15 Siswi di Cilacap: Saya Hanya Sebatas Main-main, Nafsu...

Pengakuan Guru Agama Cabuli 15 Siswi di Cilacap: Saya Hanya Sebatas Main-main, Nafsu...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.