Klaster Covid-19 Perkantoran Bermunculan di Kulon Progo, dari Bandara hingga Kantor Pemerintah

Kompas.com - 25/06/2021, 06:01 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock) ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock)

KULON PROGO, KOMPAS.com – Klaster Covid-19 terus muncul hingga sembilan kantor di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penularan terjadi di Dinas Pariwisata, sebuah bank di Kapanewon (kecamatan) Temon, kantor guru sebuah sekolah, salah satu kantor dalam lingkungan Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA), hingga beberapa kantor desa dan Kapanewon.

Penularan juga terdeteksi sampai ke Puskesmas dan rumah sakit. Kasus di perkantoran meningkat dalam dua pekan belakangan ini.

“Kami mencatat klaster perkantoran itu sudah ada sembilan titik yang terjadi penularan di dalamnya” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, TH Baning Rahayujati di kantornya, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Klaster Perkantoran Bermunculan di Kulon Progo, Salah Satunya dari Bandara YIA

Total pegawai tertular dalam berbagai kantor ini sedikitnya 90 kasus. Hal tersebut menunjukkan bahwa protokol kesehatan tidak berjalan baik bahkan dalam perkantoran.

Hasil tracing terungkap masih ditemukannya pegawai bergejala dan pegawai dengan status kontak erat kasus Covid-19 tetap masuk kerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ditemukan pula ada yang masih membuka masker hingga makan bersama setelah memberi pelayanan pada masyarakat.

“Ini juga menunjukkan protokol kesehatan sehari-hari tidak dilaksanakan dengan baik dalam perkantoran,” kata Baning.

Baning mengungkapkan, kepatuhan masing-masing individu menjadi kunci keberhasilan prokes.

Baca juga: Usai 3 Hajatan Pernikahan dan Dangdutan, 60 Warga di Kulon Progo Positif Covid-19

Petugas bekerja sambil terus mengingatkan masyarakat untuk tidak bosan patuh menjalankan prokes.

Sementara pemerintah mengupayakan cakupan vaksinasi untuk menekan risiko penularan.

“Karena perilaku. Prokes itu perilaku. Mengubah perilaku itu tidak mudah. Karena itu kita tidak henti mengingatkan lewat semua edaran resmi dan tidak resmi,” kata Baning.

Peluang klaster perkantoran tetap terbuka di hari depan. Terlebih, kata Baning, ada beberapa pegawai lain dari tiga OPD yang menunjukkan gejala mengarah Covid-19.

Pemeriksaan masih berlangsung pada mereka saat ini. “Ada lima (yang diperiksa), ada delapan, hari ini,” kata Baning.

Seiring penambahan klaster, kasus Corona juga terus bertambah di Kulon Progo.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Kulon Progo, Dipicu Klaster Perkantoran hingga Hajatan

Hingga Kamis (24/6/2021) sudah tercatat ada 7.474 kasus Covid-19.

Sejumlah 106 kasus dalam perawatan rumah sakit rujukan Covid-19. Sebanyak 1.270 kasus isolasi mandiri di rumah.

Pasien sembuh mencapai 5.958 kasus. Kematian bertahan pada 140 kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan yang Terjebak Banjir di Kawasan Senggigi Berhasil Dievakuasi

Wisatawan yang Terjebak Banjir di Kawasan Senggigi Berhasil Dievakuasi

Regional
Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja di Bandung Ternyata Curi Data dari Situs BPJS Ketenagakerjaan

Komplotan Pemalsu Kartu Prakerja di Bandung Ternyata Curi Data dari Situs BPJS Ketenagakerjaan

Regional
Kadis ESDM Sultra Jadi Tersangka Korupsi Izin Pertambangan

Kadis ESDM Sultra Jadi Tersangka Korupsi Izin Pertambangan

Regional
Jembatan Gladak Perak Putus akibat Erupsi Semeru, Khofifah Sebut Kemungkinan Bangun Jembatan Gantung Sementara

Jembatan Gladak Perak Putus akibat Erupsi Semeru, Khofifah Sebut Kemungkinan Bangun Jembatan Gantung Sementara

Regional
Wanita Ini Tertipu Rp 115 Juta oleh Kenalan dari Aplikasi Kencan Online

Wanita Ini Tertipu Rp 115 Juta oleh Kenalan dari Aplikasi Kencan Online

Regional
Pengirim 2 Peti Mati dan Salib di Dairi Akhirnya Terungkap

Pengirim 2 Peti Mati dan Salib di Dairi Akhirnya Terungkap

Regional
Nyalakan Lilin dan Tabur Bunga, Mahasiswa Blitar Tuntut Polri Terbuka Ungkap Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB

Nyalakan Lilin dan Tabur Bunga, Mahasiswa Blitar Tuntut Polri Terbuka Ungkap Kasus Bunuh Diri Mahasiswi UB

Regional
Gunung Semeru Masih Potensi Keluarkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar, Warga Diimbau Waspada

Gunung Semeru Masih Potensi Keluarkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar, Warga Diimbau Waspada

Regional
Jelang PPKM Level 3 Serentak, Lampu PJU di Kota Tegal Dipadamkan

Jelang PPKM Level 3 Serentak, Lampu PJU di Kota Tegal Dipadamkan

Regional
Rekomendasi Kementerian ESDM dan PVMBG, Pengungsian Ditempatkan Berdasarkan Peta KRB

Rekomendasi Kementerian ESDM dan PVMBG, Pengungsian Ditempatkan Berdasarkan Peta KRB

Regional
Lelang Moge untuk Korban Banjir Bandang dan Erupsi Semeru, YouTuber Doni Salmanan Kumpulkan Rp 2 Miliar

Lelang Moge untuk Korban Banjir Bandang dan Erupsi Semeru, YouTuber Doni Salmanan Kumpulkan Rp 2 Miliar

Regional
Dosen Unsri Jadi Tersangka Pelecehan Mahasiswi, Terancam 9 Tahun Penjara

Dosen Unsri Jadi Tersangka Pelecehan Mahasiswi, Terancam 9 Tahun Penjara

Regional
Misteri Truk Kosong Usai Gunung Semeru Meletus, Keberadaan Sopirnya Masih Jadi Teka-teki

Misteri Truk Kosong Usai Gunung Semeru Meletus, Keberadaan Sopirnya Masih Jadi Teka-teki

Regional
3 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia Ditangkap di Selat Malaka dan Laut Sulawesi

3 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia Ditangkap di Selat Malaka dan Laut Sulawesi

Regional
Ganjar Peringatkan Penambang di Lereng Gunung Merapi: Minggir Dulu, Bahaya

Ganjar Peringatkan Penambang di Lereng Gunung Merapi: Minggir Dulu, Bahaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.