Hakim Vonis Bebas Pemerkosa Anak di Aceh, Aktivis: Tak Punya Perspektif Anak sebagai Korban

Kompas.com - 11/06/2021, 11:03 WIB
ilustrasi sidang gugatan. Reuters/Chip Eastilustrasi sidang gugatan.

KOMPAS.com - Aktivis anak dan perempuan di Aceh melihat ada sejumlah kejanggalan terkait vonis majelis hakim yang membebaskan dua terdakwa kasus perkosaan anak di bawah umur.

Soraya Kamaruzzaman, Presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh, mengatakan, dalam kasus itu Majelis Hakim Mahkamah Syariah Kabuapaten Aceh Besar dan Mahkamah Syariah Aceh, tidak memiliki perspektif anak sebagai korban.

"Kami melihat, dalam hal ini membuktikan bahwa hakim tidak punya perspektif anak sebagai korban dalam mengkaji persoalan ini. Tentu kasus ini harus dilihat berbeda walaupun sebelumnya anak yang ceria bisa bersosialisasi dengan baik, namun pengalaman trauma tentu tidak akan membuat dia kembali seperti semula dalam waktu yang singkat," kata Soraya kepada Kompas.com di Banda Aceh, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Kisah di Balik Secarik Surat Bocah SD Minta Jambu Mawar ke Tetangga

Sederet kejanggalan

Soraya membeberkan, ada beberapa kejanggalan yang dia temukan dari vois hakim terhadap terdakwa MA dan DP.

Untuk diketahui, MA merupakan ayah korban dan DP merupakan paman korban.

Soraya berpendapat, hakim tidak menjadikan video kesaksian anak selaku korban sebagai alat bukti hanya karena anak tersebut bukan tunarungu, tapi hanya mengangguk dan menggeleng saat menjawab pertanyaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemerkosa Anak Divonis Bebas, Aktivis Minta Qanun Jinayat Direvisi

Selain itu, menurut Soraya, hakim juga tidak menganggap hasil visum sebagai alat bukti, karena alasan hasil visum tidak dapat menunjukkan siapa pelakunya.

"Visum tidak dijadikan sebagai alat bukti, padahal hasil visum itu menunjukkan terjadinya luka. Memang ada beberapa hal yang hilang, karena kasus perkosaan sudah beberapa bulan setelah kejadian. Alasannya hasil visum tidak dapat menunjukkan pelaku," kata Soraya.

Jaksa ajukan kasasi

Sementara itu, Kejaksanaan Negeri Aceh Besar mengaku telah mengajukan kasasi pada 7 April 2021 ke MA.

Salinan atau memori kasasi diserahkan melalui Mahkamah Syariah Janthoe pada 13 April 2021.

"Jaksa Kejari Aceh Besar telah memintakan permohonan kasasi untuk perkara itu ke MA melalui Mahkamah Syariah Janthoe pada Senin, 31 Mei 2021," ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Aceh Besar Wahyu Ibrahim kepada Kompas.com, Kamis (10/6/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 Guncang Pacitan, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Masuk Zona Merah, Pemkab Ketapang Diminta Tambah Tempat Tidur RS

Regional
Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19  di Wonogiri

Ketakutan Diisolasi di RS Jadi Sebab Tingginya Kematian akibat Covid-19 di Wonogiri

Regional
2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke,  Danlanud: Saya Minta Maaf

2 Oknum Prajurit TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Danlanud: Saya Minta Maaf

Regional
Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Jokowi Berikan Sepeda Lipat untuk Vino, Bocah yang Yatim Piatu karena Covid-19

Regional
Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Penganiaya Anak di Parkiran Mal Karawang Ditangkap, Ini Motif Pelaku

Regional
Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Ruang ICU di Semua RS Rujukan Covid-19 Pekanbaru Sudah Penuh

Regional
Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Wali Kota Ambon dan Istri Diduga Tertular Covid-19 dari Sopir

Regional
Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Untuk Masyarakat Umum, Ini Cara Pendaftaran Vaksinasi di Kabupaten Garut

Regional
Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Wali Kota Ambon, Istri, Anak dan ART-nya Positif Covid-19

Regional
Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Pos Penyekatan Diperketat, Sejumlah Kendaraan dari Luar Kota Kupang Harus Putar Balik

Regional
Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Jenazah Ditemukan di Drainase

Ketua MUI Labura Tewas Dibacok, Jenazah Ditemukan di Drainase

Regional
Pemprov Babel Akan Setop Penerimaan Tenaga Honorer

Pemprov Babel Akan Setop Penerimaan Tenaga Honorer

Regional
Menyamar Jadi Pembeli, Tim Kejaksaan Tangkap Penjual Tabung Oksigen yang Patok Harga Tinggi di Surabaya

Menyamar Jadi Pembeli, Tim Kejaksaan Tangkap Penjual Tabung Oksigen yang Patok Harga Tinggi di Surabaya

Regional
Kakak yang Cekoki Adiknya Berusia 2 Tahun dengan Miras Minta Maaf

Kakak yang Cekoki Adiknya Berusia 2 Tahun dengan Miras Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X