Gaji Telat 4 Bulan, Persatuan Perangkat Desa: Kalau Tidak Mau Hari Raya, Kami Tidak Komplain

Kompas.com - 03/05/2021, 14:31 WIB
Belasan perangkat desa kabupaten Jember saat berkunjung ke komisi A DPRD Jember Senin (3/5/2021) Kompas.com/Bagus SupriadiBelasan perangkat desa kabupaten Jember saat berkunjung ke komisi A DPRD Jember Senin (3/5/2021)

JEMBER, KOMPAS.com – Belasan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Jember mendatangi Komisi A DPRD Jember, Senin (3/5/2021). Mereka mengadukan keterlambatan gaji yang hampir terjadi setiap tahun.

Bahkan, pada 2021, gaji mereka selama Januari hingga April masih belum cair.

“Kalau tidak mau hari raya, kami tidak akan komplain, ini persoalannya mau hari raya,” kata Sekretaris DPD PPDI Jember Susanto saat rapat dengar pendapat.

Bagi dia, keterlambatan gaji tersebut sudah biasa terjadi setiap tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya, gaji kadang terlambat selama tiga bulan.

“Sampai tiga bulan baru dibayar, lalu pada bulan keenam juga dibayar,” jelas dia.

Baca juga: Ini Penjelasan Lengkap KIPI soal Guru Susan yang Dikabarkan Lumpuh Usai Vaksinasi Covid-19

Salah satu alasan keterlambatan gaji karena perubahan regulasi seiring dengan pergantian bupati baru. Selain itu, juga karena permasalahan APBD Jember yang terlambat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihaknya meminta agar gaji tersebut segera dicairkan karena sudah mendesak.

“Apakah menalangi lebih dulu, yang penting gajinya terbayar,” tambah perangkat Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari itu.

Tak hanya itu, mereka meminta DPRD membuat regulasi agar gaji mereka langsung masuk ke rekening masing-masing. Sebab hampir semua perangkat desa sudah memiliki rekening.

Selain itu, mereka juga menuntut agar gaji tersebut bisa dicairkan setiap bulan. Mereka mendesak DPRD Jember berunding dengan bupati untuk mencarikan solusi atas masalah tersebut.

 

Selama ini, guna mencari solusi keuangan, para perangkat desa terpaksa harus meminjam ke bank.

“Ada juga yang punya usaha lain dan bertani,” ujar dia.

Sementara itu, perangkat Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Sri Totok menambahkan, permasalahan keterlambatan gaji itu juga berdampak layanan kesehatan, yakni BPJS Kesehatan yang tidak terbayar.

Jika gaji terlambat lima bulan, maka BPJS kesehatan pun senasib. 

Baca juga: Masjid Roudhotul Muchlisin, Ikon Wisata Religi Jember Bernuansa Turki dan Madinah

“Beberapa keluarga teman kami yang sakit, harus bayar secara pribadi,” ungkap dia.

Ia berharap, gaji perangkat desa sebesar Rp 2.171.000 itu bisa rutin cair setiap bulan. Sehingga, ekonomi keluarga mereka tidak terganggu.

Totok juga mengeluhkan pembayaran THR yang tidak langsung cair ke rekening pribadi. Namun, harus melewati bendahara dan Kepala Desa.

“Kalau bisa, langsung ke rekening kami, tidak lewat tangan pimpinan,” imbuh dia.

 

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, pihaknya segera berkomunikasi dengan Pemprov Jawa Timur.

“Kami akan menemui biro hukum, seperti apa yang terjadi,” ucap dia.

Menurutnya, Peraturan Bupati (Perbup) ADD 2021 sudah dikirimkan cukup lama. Seharusnya, 15 hari setelahnya sudah bisa diundangkan.

Baca juga: Catat, Ini 17 Titik Penyekatan Mudik Lebaran di Surabaya, Pemudik yang Nekat Akan Dikarantina

“Kenapa tidak diekskusi saja kalau sudah 15 hari kerja,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga akan bertemu dengan DPRD Provinsi Jatim agar berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur agar masalah perangkat desa ini bisa mendapat perhatian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

560 Hotel di Jabar Tutup akibat Pandemi Covid-19

560 Hotel di Jabar Tutup akibat Pandemi Covid-19

Regional
Penuturan Nenek 2 Bocah Penghuni Panti Asuhan yang Diduga Dianiaya: Kami Orang Kecil, Kok Tega

Penuturan Nenek 2 Bocah Penghuni Panti Asuhan yang Diduga Dianiaya: Kami Orang Kecil, Kok Tega

Regional
Pesan Kapolda untuk Donatur Usai Kisruh Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio: Jangan Ragu...

Pesan Kapolda untuk Donatur Usai Kisruh Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio: Jangan Ragu...

Regional
3 Tahun Gempa Lombok, Zuliatin: Masih Trauma, kalau Mati Lampu Saya Langsung Lari...

3 Tahun Gempa Lombok, Zuliatin: Masih Trauma, kalau Mati Lampu Saya Langsung Lari...

Regional
Soal Kisruh Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Kapolda: Warga Sumsel, Saya Minta Maaf

Soal Kisruh Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Kapolda: Warga Sumsel, Saya Minta Maaf

Regional
Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Regional
Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Regional
Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

Regional
Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Regional
Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X