Makan Orderan Sate Misterius, Anak Driver Ojol di Yogyakarta Tewas, Ini Pengakuan Sang Ayah

Kompas.com - 28/04/2021, 10:25 WIB
Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang. Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang.

KOMPAS.com - Pengemudi ojek online asal Desa Salakan, Sewon, Bantul, Bandiman (36), membeberkan kronologi sebelum anaknya tewas usai menyantap orderan sate ayam yang dia bawa.

Menurut Bandiman, saat itu dirinya dan anak pertama menyantap dua tusuk sate tanpa bumbu.

Namun, Titi Rini, istrinya dan anak keduanya, Naba (8), makan sate dengan bumbunya.

Setelah itu, Titi muntah dan Naba mengeluhkan pahit dan sempat lari mencari minuman di kulkas. Tak lama kemudian, Naba tersungkur.

"Anak saya bilangnya pahit panas dan lari ke kulkas minum," sebut Bandiman.

Bandiman lalu membawa keduanya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pom Bensin Mini Meledak di Semarang, Kerugian Rp 150 Juta dan Imbauan Damkar

Tak punya aplikasi

Orderan dua bungkus sate ayam itu awalnya dia peroleh dari seorang wanita di sebuah masjid di sekitar Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Minggu (25/4/2021).

Menurut Bandiman, perempuan yang mengirim paket itu berusia sekitar 25 tahun, kulitnya putih, dan tinggi badannya berkisar 160 sentimeter.

"Dia bilang saya tidak punya aplikasi tapi saya ingin mengirimkan paket takjil ke Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul," kata Bandiman saat dihubungi, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Anak Driver Ojol Tewas Usai Makan Sate Kiriman Wanita Misterius di Yogyakarta, Ini Faktanya

 

Saat itu, menurut Bandiman, wanita itu mengaku paket itu dikirim dari seseorang bernama Pak Hamid warga Kampung Pakualaman.

Namun, setelah tiba di alamat pengiriman, pemilik rumah menolak untuk menerima dua bungkus sate ayam tersebut.

Alasannya, pemilik rumah tak mengenal dengan Pak Hamid warga Pakualaman.

Penjelasan polisi

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi

Saat ini polisi telah membawa sampel sate ayam untuk diteliti di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan di Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Kapolsek Sewon Kompol Suyanto menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium itu.

Namun demikian, saat ini polisi telah memeriksa keterangan dari Bandiman dan istri serta orang yang dikirim paket itu.

"Kalau keluarnya kapan kemarin tidak disampaikan, yang jelas sudah diuji laboratorium," kata Suyanto saat dihubungi.

(Penulis: Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terekam Kamera, Perempuan Muda Curi Uang dan Ponsel Milik Petugas Kesehatan

Terekam Kamera, Perempuan Muda Curi Uang dan Ponsel Milik Petugas Kesehatan

Regional
140 Rumah Sehat di Masing-masing Kelurahan di Surabaya Mulai Beroperasi

140 Rumah Sehat di Masing-masing Kelurahan di Surabaya Mulai Beroperasi

Regional
Pemakaman Prokes di Wonogiri Pecah Rekor, 40 Jenazah dalam Satu Hari, Terbanyak Sepanjang Pandemi

Pemakaman Prokes di Wonogiri Pecah Rekor, 40 Jenazah dalam Satu Hari, Terbanyak Sepanjang Pandemi

Regional
Setelah Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Pemuda Ini Akan Mengadu Nasib ke Malaysia

Setelah Menikahi 2 Perempuan Sekaligus, Pemuda Ini Akan Mengadu Nasib ke Malaysia

Regional
Kisah Anak Petani Miskin di Aceh, Mengidap Hidrosefalus dan Butuh Biaya

Kisah Anak Petani Miskin di Aceh, Mengidap Hidrosefalus dan Butuh Biaya

Regional
Jenazah Pasien Covid-19 Tertahan hingga 24 Jam di RSUD Daya Makassar, Humas: Penjemputan Kewenangan Satgas

Jenazah Pasien Covid-19 Tertahan hingga 24 Jam di RSUD Daya Makassar, Humas: Penjemputan Kewenangan Satgas

Regional
Akidi Tio Berwasiat Sumbangkan Rp 2 Triliun untuk Bantu Warga, Anak: Biarlah Ini Jadi Kebaikan Bapak...

Akidi Tio Berwasiat Sumbangkan Rp 2 Triliun untuk Bantu Warga, Anak: Biarlah Ini Jadi Kebaikan Bapak...

Regional
Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meluas

Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meluas

Regional
Terungkap, Ketua MUI Labura yang Ditemukan Tewas di Drainase Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Ini Motifnya

Terungkap, Ketua MUI Labura yang Ditemukan Tewas di Drainase Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Ini Motifnya

Regional
Berawal Cekcok Mulut, Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Teman Kerja Sendiri

Berawal Cekcok Mulut, Kuli Bangunan Tewas Ditusuk Teman Kerja Sendiri

Regional
Banyak Napi di Nusakambangan Terpapar Covid-19, Kalapas: Mendesak Divaksin

Banyak Napi di Nusakambangan Terpapar Covid-19, Kalapas: Mendesak Divaksin

Regional
KPU Tetapkan Pasangan Calon Petahana Jadi Bupati Sabu Raijua

KPU Tetapkan Pasangan Calon Petahana Jadi Bupati Sabu Raijua

Regional
Pemilik Jip Wisata Lereng Merapi Terpaksa Jual Mobilnya untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Pemilik Jip Wisata Lereng Merapi Terpaksa Jual Mobilnya untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Regional
Wasiat Akidi Tio: Sumbangkan Rp 2 Triliun Hasil Tabungan Semasa Hidup Saat Kondisi Benar-benar Sulit

Wasiat Akidi Tio: Sumbangkan Rp 2 Triliun Hasil Tabungan Semasa Hidup Saat Kondisi Benar-benar Sulit

Regional
Jual Surat Rapid Antigen Covid-19 Palsu Seharga Rp 200 Ribu, Sopir Travel dan Honorer Pelabuhan Ditangkap

Jual Surat Rapid Antigen Covid-19 Palsu Seharga Rp 200 Ribu, Sopir Travel dan Honorer Pelabuhan Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X