Jeruk Nipis Sumut Sempat Terpukul Pandemi, Kini Tembus Pasar Malaysia

Kompas.com - 01/04/2021, 06:59 WIB
Sebanyak 2,7 ton jeruk nipis senilai Rp 31,2 juta akan diekspor ke Malaysia. Berdasarkan data IQFAST di Karantina Pertanian Belawan tercatat, tahun 2019, ekspor mencapai 115 ton dengan nilai Rp 1,3 miliar. Pandemi di tahun 2020 memukul ekspor jeruk nipis hingga hanya sebanyak 20,9 ton atau setara dengan Rp 288,2 juta saja sepanjang tahun. IstimewaSebanyak 2,7 ton jeruk nipis senilai Rp 31,2 juta akan diekspor ke Malaysia. Berdasarkan data IQFAST di Karantina Pertanian Belawan tercatat, tahun 2019, ekspor mencapai 115 ton dengan nilai Rp 1,3 miliar. Pandemi di tahun 2020 memukul ekspor jeruk nipis hingga hanya sebanyak 20,9 ton atau setara dengan Rp 288,2 juta saja sepanjang tahun.

MEDAN, KOMPAS.com - Sempat terpukul akibat pandemi Covid-19, Sumatera Utara kembali akan mengekspor jeruk nipis (Citrus aurantifolia) ke Malaysia.

Dari catatan Kementrian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Belawan ekspor jeruk nipis sudah dilakukan pada 2019 dengan jumlah mencapai ratusan ton. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima, disebutkan, kali ini jumlah jeruk nipis yang diekspor sebanyak 2,7 ton senilai Rp 31,2 juta.

Berdasarkan data IQFAST di Karantina Pertanian Belawan tercatat, tahun 2019, ekspor mencapai 115 ton dengan nilai Rp 1,3 miliar.

Baca juga: Kisah Sukses Septrina Jual 10.000 Botol Skincare Tanpa Modal, Ini Rahasianya

Pandemi di tahun 2020 memukul ekspor jeruk nipis hingga hanya sebanyak 20,9 ton atau setara dengan Rp 288,2 juta saja sepanjang tahun.

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi PM Yusmanto, mengatakan bahwa di wilayah Sumatera Utara banyak terdapat pertanian jeruk nipis, karena tahun 2020 sempat ada perusahaan yang menyerap hasilnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun akhir-akhir ini, panen yang melimpah membuat harga jeruk jatuh dan banyak petani yang merugi.

"Kami melakukan pendampingan kepada petani jeruk nipis, agar mengalihkan penjualan hasil panennya dari penjualan lokal ke penjualan tujuan luar negeri agar petani tidak merugi. Melihat peluang ekspor di tahun 2019, jeruk nipis propinsi Sumut ini masih memiliki peluang untuk ekspor lebih besar lagi," ujar Andi pada saat supervisi pemeriksaan terhadap komoditas jeruk nipis.

Baca juga: Joko Sukses Usaha Kaktus Hias Saat Pandemi, Permintaan Menggila, Omzet hingga Rp 80 Juta Per Bulan

Lebih lanjut Andi menjelaskan karantina pertanian akan memberikan pendampingan bagi pemenuhan persyaratan ekspor guna memastikan jeruk nipis memiliki keberterimaan di negara tujuan.

Hingga kini negara yang menjadi langganan komoditas jeruk nipis Sumut baru dua Negara, Malaysia dan Arab Saudi. 

"Pada komoditas jeruk nipis yang dipersyaratkan bebas dari lalat buah jenis  Bactrocera zonata, B. papayae, B. dorsalis dan  B. carambolae, serta bebas dari  bakteri jenis  Liberobacter africanum dan L. Asiaticum," tambahnya.

Baca juga: Di-PHK Saat Pandemi, Pemuda Wonogiri Tanam Semangka Baby Black Sweet Raup Ratusan Juta Rupiah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Massa Rusak Rumah Dinas Bupati Yahukimo, Diduga Protes Pergantian Kepala Distrik

Massa Rusak Rumah Dinas Bupati Yahukimo, Diduga Protes Pergantian Kepala Distrik

Regional
Selebgram Herlin Kenza dan Pemilik Toko yang Timbulkan Kerumunan di Aceh jadi Tersangka

Selebgram Herlin Kenza dan Pemilik Toko yang Timbulkan Kerumunan di Aceh jadi Tersangka

Regional
Tak Punya Surat Vaksin, 3.165 Calon Penumpang KA di Daop 5 Purwokerto Gagal Berangkat

Tak Punya Surat Vaksin, 3.165 Calon Penumpang KA di Daop 5 Purwokerto Gagal Berangkat

Regional
Berkunjung ke Toko Djoen, Mencicipi Rasa Khas Roti Lawas di Yogyakarta

Berkunjung ke Toko Djoen, Mencicipi Rasa Khas Roti Lawas di Yogyakarta

Regional
Ridwan Kamil Perintahkan Pejabat Pemprov Jabar Turun ke Jalan Bantu Warga

Ridwan Kamil Perintahkan Pejabat Pemprov Jabar Turun ke Jalan Bantu Warga

Regional
Hendak Kabur Usai Rampas Motor, Oknum Polisi Ditangkap lalu Dihajar Warga

Hendak Kabur Usai Rampas Motor, Oknum Polisi Ditangkap lalu Dihajar Warga

Regional
Polisi di Kediri Borong Dagangan Pedagang Saat Patroli PPKM Level 4

Polisi di Kediri Borong Dagangan Pedagang Saat Patroli PPKM Level 4

Regional
Menjaga Tradisi Seni Lukis Khombow Khas Asei Sentani Papua

Menjaga Tradisi Seni Lukis Khombow Khas Asei Sentani Papua

Regional
Hajatan di Gunungkidul Dibubarkan Petugas, Kursi Pelaminan Diangkut

Hajatan di Gunungkidul Dibubarkan Petugas, Kursi Pelaminan Diangkut

Regional
Ini Alasan Siti Sumirah Minta Dibawa Ambulans ke Kantor Gubernur Kaltim Setelah Kakaknya Ditolak 5 RS

Ini Alasan Siti Sumirah Minta Dibawa Ambulans ke Kantor Gubernur Kaltim Setelah Kakaknya Ditolak 5 RS

Regional
Kota Banjarmasin Masuk PPKM Level 4, Dinkes Bantah dan Menolak

Kota Banjarmasin Masuk PPKM Level 4, Dinkes Bantah dan Menolak

Regional
PKL yang Langgar Jam Malam di Purwokerto Diminta Tutup, Sisa Makanan Diborong Polisi

PKL yang Langgar Jam Malam di Purwokerto Diminta Tutup, Sisa Makanan Diborong Polisi

Regional
Tiga Orang Rimba Lolos Seleksi Polisi, Singkirkan Ribuan Peserta Lain

Tiga Orang Rimba Lolos Seleksi Polisi, Singkirkan Ribuan Peserta Lain

Regional
'Pasien Lain Dilayani, Kenapa Kakak Saya Tidak?'

"Pasien Lain Dilayani, Kenapa Kakak Saya Tidak?"

Regional
Kedatangan Jenazah Anggota DPR Tertunda, Keluarga Mengamuk dan Rusak Fasilitas Bandara Sorong

Kedatangan Jenazah Anggota DPR Tertunda, Keluarga Mengamuk dan Rusak Fasilitas Bandara Sorong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X