Tanah 3 Makam di Sumbar Tiba-tiba Naik Setinggi Orang Dewasa, Ahli Geologi: Ada Dorongan dari Perut Bumi

Kompas.com - 31/03/2021, 22:09 WIB
Tiga makam yang tanahnya tiba-tiba naik telah disurvei tim geologi di Padang Pariaman, Sumbar KOMPAS.COM/PERDANA PUTRATiga makam yang tanahnya tiba-tiba naik telah disurvei tim geologi di Padang Pariaman, Sumbar

PADANG, KOMPAS.com - Fenomena naiknya tanah makam di Sungai Asam, Padang Pariaman, Sumatera Barat mendapat perhatian dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kementerian ESDM dan BPPT melakukan survei awal ke lokasi dengan melibatkan ahli geologi asal Sumbar.

"Sudah kita lakukan survei awal beberapa waktu lalu. Inisiasi dari Kementerian ESDM dan BPPT," kata ahli Geologi Sumbar Ade Edwar yang dihubungi Kompas.com, Rabu (31/3/2021).

Ade mengatakan kesimpulan awal 75 persen fenomena itu terjadi secara alamiah.

Baca juga: Heboh Tanah 3 Makam Kuno Naik 1,5 Meter, Viral di Medsos, Kini Dikunjungi Ratusan Orang Tiap Hari

Meski demikian, menurut Ade harus ada kajian dan penelitian lebih lanjut agar bisa menjelaskan fenomena itu secara keilmuan.

“Sudah dicek kondisi fisik kuburan itu. Sementara disimpulkan, ya sekitar 75 persen fenomena itu terjadi secara alamiah. Survei ini untuk mengumpulkan data atau info awal terkait geologi dan situasi sosial kemasyarakatn untuk kesiapan menurunkan tim survei georadar dari BPPT,” kata Ade.

Baca juga: Pasca-viral, 3 Makam yang Tanahnya Tiba-tiba Naik 1,5 Meter Dipagari Tali Rafia

Menurut Ade kesimpulan terjadinya fenomena itu secara ilmiah, di antaranya dilihat dari struktur dan jenis pasir tanah kuburan tersebut.

"Jenis pasir yang menjadi gundukan itu adalah, pasir krikil yang merupakan produk vulkanik andesit Gunung Tandikat. Tanah itu, keluar dan tercipta menjadi gundukan karena diduga disebabkan adanya dorongan material dari dalam perut bumi," jelas Ade.

Baca juga: Misteri Tanah 3 Makam Naik 1,5 Meter, Wali Kampung: Bulan Lalu Masih Selutut...

Material yang mendorong pasir jadi gundukan masih misterius

Namun demikian, menurut Ade pihaknya belum bisa menyimpulkan material apa yang mendorong pasir itu hingga muncul ke permukaan tanah dan membentuk gundukan.

"Termasuk juga pasir ini, merupakan lapisan tanah dengan kedalaman berapa. Yang jelas, harus ada pembuktian dan penelitian lebih lanjut tentang hal ini," jelas Ade.

Baca juga: Viral Video Tanah Tiga Makam di Padang Pariaman Tiba-tiba Naik 1,5 Meter, Papan Nisan Tidak Rusak

 

Untuk melakukan penelitian lebih lanjut, kata Ade dibutuhkan izin dari pihak kampung di sana.

"Kita sudah sampaikan tadi ke perangkat kampung dan tokoh masyarakat di sana. Jika nanti kita diizinkan melakukan penelitian lebih lanjut, maka kemungkinan kita datang lagi. Tapi, kembali lagi kesepakatan semua elemen di kampung di sana,” ujar Ade.

Baca juga: Makam di Sumbar yang Naik 1,5 Meter Dianggap Mistis, Pengunjung Letakkan Uang Walau Sudah Dilarang

 

Viral tanah makam naik 1,5 meter, papan nisan tak rusak

Sebelumnya diberitakan, tiga makam di Korong atau Kampung Sungai Asam, Nagari atau Desa Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menjadi viral.

Tanah kuburan tiba-tiba meninggi mencapai satu setengah meter itu membawa naik tiga makam lainnya.

Video makam itu viral di media sosial. Akun facebook Desi Fitri membagikan unggahan video itu, Kamis (25/3/2021) kemarin dan sudah 1.142 kali dibagikan.

"Viral...Kuburan tiba tiba tinggi dgn sendriinya. Loc TPU sei asam Sicincin, Kab Padang Pariaman," tulis akun itu dan juga membagikan sebuah video.

Dalam video itu terlihat ada pengunjung yang melihat tiga makam yang tanahnya meninggi dan berbeda dengan makam lain.

Wali Korong Sungai Asam, Anuar mengakui peristiwa itu terjadi di kampungnya.

"Benar, tiba-tiba tanah makamnya naik sekitar 1,5 meter. Tidak tahu kapan naiknya, tapi baru Minggu kemarin," kata Anuar yang dihubungi Kompas.com, Jumat (26/3/2021).

Anuar mengatakan tidak ada tanda-tanda makam itu dinaikkan seseorang dan papan nisannya tidak rusak dan juga naik.

"Tidak ada tanda-tanda dinaikkan seseorang. Papan nisannya juga naik dan tidak rusak," kata Anuar.

Anuar mengatakan tiga makam itu merupakan makam lama yang tidak diketahui siapa orangnya.

"Makam lama dan papan nisannya tidak ada ditulis orangnya. Jadi kami tidak tahu," kata Anuar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: 500.000 Kendaraan Dirazia Selama Penyekatan Arus Mudik

Ridwan Kamil: 500.000 Kendaraan Dirazia Selama Penyekatan Arus Mudik

Regional
Penyuntikan Vaksin Gotong Royong Segera Dimulai, Ini Kelompok yang Harus Diprioritaskan Menurut Unpad

Penyuntikan Vaksin Gotong Royong Segera Dimulai, Ini Kelompok yang Harus Diprioritaskan Menurut Unpad

Regional
TNI-Polri Bangun Pos Keamanan di 3 Distrik, KKB Pimpinan di Puncak Semakin Terjepit

TNI-Polri Bangun Pos Keamanan di 3 Distrik, KKB Pimpinan di Puncak Semakin Terjepit

Regional
Mengaku Dukun dan Gelar Ritual Mandi Sebelum Puasa, Kakek Cabuli Istri dan Anak Tetangga

Mengaku Dukun dan Gelar Ritual Mandi Sebelum Puasa, Kakek Cabuli Istri dan Anak Tetangga

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Mei 2021

Regional
Seorang Tahanan BNN Sumut Akhirnya Menyerahkan Diri, 4 Lainnya Masih Diburu

Seorang Tahanan BNN Sumut Akhirnya Menyerahkan Diri, 4 Lainnya Masih Diburu

Regional
3 Pengendara Positif Covid-19 Berdasarkan Swab Antigen di Pos Penyekatan Sleman

3 Pengendara Positif Covid-19 Berdasarkan Swab Antigen di Pos Penyekatan Sleman

Regional
Antisipasi Arus Mudik Gelombang Kedua, Sumsel Perpanjang Penyekatan hingga 31 Mei

Antisipasi Arus Mudik Gelombang Kedua, Sumsel Perpanjang Penyekatan hingga 31 Mei

Regional
Digugat Anak Kandungnya karena Jual Lahan Warisan untuk Bayar Utang, Ibu: Kok Bisa Berhati Seperti Itu

Digugat Anak Kandungnya karena Jual Lahan Warisan untuk Bayar Utang, Ibu: Kok Bisa Berhati Seperti Itu

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 17 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 17 Mei 2021

Regional
Pembunuh Mertua dan Menantu Sempat Sujud di Hadapan Korban, Ini yang Dikatakan

Pembunuh Mertua dan Menantu Sempat Sujud di Hadapan Korban, Ini yang Dikatakan

Regional
Ridwan Kamil Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 Setelah Lebaran

Ridwan Kamil Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 Setelah Lebaran

Regional
Selama Penyekatan di Jatim, 27 Travel Gelap Ditilang, 56.481 Kendaraan Diputar Balik

Selama Penyekatan di Jatim, 27 Travel Gelap Ditilang, 56.481 Kendaraan Diputar Balik

Regional
3 Pemuda Berduel 2 Lawan 1, Satu Orang Tewas Tertusuk

3 Pemuda Berduel 2 Lawan 1, Satu Orang Tewas Tertusuk

Regional
Sebelum Ditemukan Tewas, Guru SMA Ini Menelepon Pacar Selama 2 Jam dan Terdengar Ketakutan

Sebelum Ditemukan Tewas, Guru SMA Ini Menelepon Pacar Selama 2 Jam dan Terdengar Ketakutan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X