Demokrat Sumsel Pecat 13 Kader yang Ikut KLB, Mayoritas Caleg Gagal

Kompas.com - 31/03/2021, 05:48 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Selatan memecat 13 orang kader yang ikut hadir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 5 Maret 2021.

Mereka dipecat lantaran dinilai tidak mengikuti intsruksi partai, sehingga harus diberikan sanksi tegas.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel MF Ridho mengatakan, 13 kader yang mereka pecat tersebut, mayoritas adalah mantan calon anggota legislatif (caleg) yang gagal pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu.

Baca juga: Soal Manuver di Demokrat, Moeldoko: Saya Tidak Pernah Mengemis Pangkat dan Jabatan

Meskipun datang ke Deli Serdang untuk menghadiri KLB, mereka dinilai tidak memiliki hak suara.

"Kami sudah buat perjanjian dan tanda tangan di atas materai sebelum KLB. Saat konsolidasi dijelaskan, agar tidak ikut hadir. Namun, mereka tetap ikut. 13 orang itu rata-rata caleg gagal di Pileg 2019 kemarin," kata Ridho melalui sambungan telepon, Rabu (31/3/2021).

Adapun 13 kader yang dipecat tersebut yakni berinisial GF (mantan Ketua DPC Demokrat Pagaralam), AI (mantan Ketua DPC Demokrat Ogan Ilir) dan HI (mantan Ketua DPC Demokrat Musi Banyuasin).

Kemudian AHA (mantan Sekretaris DPC Demokrat Banyuasin), GM (mantan Ketua DPC Demokrat OKU Timur), SH (Ketua Bakomstra DPC Demokrat OKU Timur) dan PH (kader DPC Demokrat OKU).

Baca juga: Moeldoko Klaim Punya Hak Politik Jadi Ketua Umum Demokrat Versi KLB

Berikutnya, SRU (anggota BPOKKC DPC Demokrat PALI), AH (mantan Ketua DPC Demokrat Musi Rawas), IY (mantan Plt. Ketua DPC Demokrat Mura) dan TY (mantan pengurus DPC Demokrat Muratara).

Kemudian RD (mantan Ketua PAC Demokrat Kecamatan Ilir Timur II Palembang), dan AR (mantan Wakil Ketua DPC Demokrat PALI).

 

Selain itu, Ridho menyayangkan adanya keterlibatan Marzuki Alie serta Syofwatillah Mohzaib di dalam KLB Deli Serdang tersebut.

Padahal, keduanya berasal dari Sumatera Selatan dan senior di partai Demokrat.

"Biar masyarakat yang memberikan sanksi sosial bagi mereka. Mereka ini begal politik yang merampas demokrasi," ujar dia.

Para kader yang datang ke KLB, menurut Ridho, beralasan hanya mewakili DPC masing-masing untuk memunuhi kuota.

Akan tetapi, hal itu tetap tak dibenarkan,sehingga Partai Demokrat mengambil tindakan tegas.

"Tidak mungkin mereka mau berangkat kalau tidak ada yang bayar. Mereka juga di sana tak ada hak suara, hanya memenuhi kuota," kata Ridho.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 4,7 Guncang Pulau Saringi dan Sumbawa, Warga Berlarian Panik

Gempa M 4,7 Guncang Pulau Saringi dan Sumbawa, Warga Berlarian Panik

Regional
Profil Singkat Dewi Centong, Camat Payakumbuh yang Dimutasi Usai Bergaya Ala Citayam Fashion Week

Profil Singkat Dewi Centong, Camat Payakumbuh yang Dimutasi Usai Bergaya Ala Citayam Fashion Week

Regional
Jokowi Lewat Depan Kedainya, Pedagang di Bengkayang Menagis Terharu

Jokowi Lewat Depan Kedainya, Pedagang di Bengkayang Menagis Terharu

Regional
49.000 Nakes di Sumsel Mulai Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

49.000 Nakes di Sumsel Mulai Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Regional
Tolak Kedatangan Kepala Sekolah, Ratusan Siswa SMA di Muna Sultra Boikot dan Segel Sekolah

Tolak Kedatangan Kepala Sekolah, Ratusan Siswa SMA di Muna Sultra Boikot dan Segel Sekolah

Regional
Kepala Kampung di Nduga Ambil Rp 150 Juta Dana Desa, Diserahkan ke Oknum ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Kepala Kampung di Nduga Ambil Rp 150 Juta Dana Desa, Diserahkan ke Oknum ASN untuk Beli Amunisi Bagi KKB

Regional
1.700 Sapi di Kota Padang Segera Divaksin PMK

1.700 Sapi di Kota Padang Segera Divaksin PMK

Regional
BMKG Ingatkan Bibit Siklon Tropis 97W Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG Ingatkan Bibit Siklon Tropis 97W Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

Regional
Pernikahan Kakek 65 Tahun dan Gadis 19 Tahun di Cirebon Sempat Viral, Kini Dikabarkan Telah Bercerai

Pernikahan Kakek 65 Tahun dan Gadis 19 Tahun di Cirebon Sempat Viral, Kini Dikabarkan Telah Bercerai

Regional
Cerita Ni Ketut Mayoni, Kepsek Beragama Hindu di Lombok Tengah yang Lulus Magister Pendidikan Islam

Cerita Ni Ketut Mayoni, Kepsek Beragama Hindu di Lombok Tengah yang Lulus Magister Pendidikan Islam

Regional
Jelang Diresmikan Jokowi, RSUD Soedarso Dijaga Ketat

Jelang Diresmikan Jokowi, RSUD Soedarso Dijaga Ketat

Regional
Update Kebocoran Pipa BBM Pertamina di Cilacap, Perbaikan Hampir Rampung

Update Kebocoran Pipa BBM Pertamina di Cilacap, Perbaikan Hampir Rampung

Regional
Sejumlah Emak-emak Tunggu Kedatangan Jokowi di Pasar Flamboyan Pontianak

Sejumlah Emak-emak Tunggu Kedatangan Jokowi di Pasar Flamboyan Pontianak

Regional
PMI Asal NTT Meninggal di Malaysia Saat Pemulangan ke Indonesia karena Sakit

PMI Asal NTT Meninggal di Malaysia Saat Pemulangan ke Indonesia karena Sakit

Regional
Jokowi Minta Kematian Brigadir J Diusut Tuntas: Jangan Turunkan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Jokowi Minta Kematian Brigadir J Diusut Tuntas: Jangan Turunkan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.