Pasca-Insiden Bom Bunuh Diri, Gereja Katedral Makassar Tetap Gelar Ibadah Peringatan Hari Paskah

Kompas.com - 30/03/2021, 20:48 WIB
Anggota polisi berjada di ruas jalan menuju Gereja Katedral Makassar yang menjadi lokasi ledakan bom di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam mengatakan ledakan bom di gereja tersebut mengakibatkan satu korban tewas yang diduga pelaku bom bunuh diri serta melukai sembilan orang jemaat dan petugas gereja. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc. ANTARA FOTO/ARNAS PADDAAnggota polisi berjada di ruas jalan menuju Gereja Katedral Makassar yang menjadi lokasi ledakan bom di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam mengatakan ledakan bom di gereja tersebut mengakibatkan satu korban tewas yang diduga pelaku bom bunuh diri serta melukai sembilan orang jemaat dan petugas gereja. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/foc.

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Gereja Katedral Makassar tetap menggelar ibadah untuk memperingati hari Jumat Agung dan Paskah mendatang pasca insiden bom bunuh diri di tempat itu, Minggu (28/3/2021).

Pastor Gereja Katedral Makassar Wilhelmus Tulak mengatakan bahwa perayaan pekan suci tersebut tetap dilangsungkan berdasarkan imbauan Menteri Agama.

Puncak perayaan di Gereja akan diadakan pada Sabtu malam dan hari Minggu pekan pertama April 2021.

"Ini juga mengingat imbauan dari Menteri Agama agar seluruh kegiatan peribadatan yang sudah direncanakan bahkan sudah diumumkan tetap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar Wilhelmus Tulak saat diwawancara di Gereja Katedral Makassar, Selasa (30/3/2021) malam. 

Baca juga: Wali Kota Makassar Imbau Shalat Tarawih Dipisah, Penyintas dan Orang yang Sudah Divaksin di Dalam Masjid

Meski demikian, Wilhelmus tidak memaksakan umatnya untuk datang beribadah langsung ke gereja. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tengah masa pandemi yang masih berlangsung, ibadah, kata Wilhelmus, tetap bisa dilaksanakan di rumah secara virtual. 

"Jadi kami tetap menempuh dua pilihan yaitu ibadah tatap muka dan ibadah virtual. Jadi umat kami, kami kasih pilihan," ujar Wilhelmus. 

Baca juga: Wanita Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Disebut Hamil 4 Bulan, Ini Kata Polisi

Menyangkut keamanan, Wilhelmus memastikan peribadatan akan dijaga langsung oleh kepolisian. Dia mengatakan bahwa perayaan pekan suci memang rutin dijaga setiap tahunnya. 

Untuk itu dia mengimbau umatnya untuk tidak khawatir. Pelaksanaan ibadah, kata Wilhelmus, juga akan mengikuti protokol kesehatan.

"Gereja kami yang semula menampung kurang lebih 450, kami hanya bisa menampung 150 orang dan kalaupun mereka datang melebihi kapasitas gereja, kami akan tampung di dalam pondok dan aula gereja," tandas dia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Hajatan, Bupati Banjarnegara: Pemerintah Hadir Bukan untuk Membubarkan, tapi...

Izinkan Hajatan, Bupati Banjarnegara: Pemerintah Hadir Bukan untuk Membubarkan, tapi...

Regional
Berpotensi Timbulkan Kerumunan dan Tularkan Covid-19, Pemkab Sukoharjo Larang Hajatan

Berpotensi Timbulkan Kerumunan dan Tularkan Covid-19, Pemkab Sukoharjo Larang Hajatan

Regional
Cerita Hadi Sukses Tanam Ginseng Merah, Beli 2.500 Benih dari Korea Selatan, Hanya 9 yang Bertunas

Cerita Hadi Sukses Tanam Ginseng Merah, Beli 2.500 Benih dari Korea Selatan, Hanya 9 yang Bertunas

Regional
Detik-detik Polisi Tangkap 'Debt Collector' yang Ambil Paksa Motor Nasabahnya

Detik-detik Polisi Tangkap "Debt Collector" yang Ambil Paksa Motor Nasabahnya

Regional
Ratusan Warga Positif Covid-19, 2 Sekolah Ini Jadi Tempat Karantina

Ratusan Warga Positif Covid-19, 2 Sekolah Ini Jadi Tempat Karantina

Regional
Gara-gara Jenguk Tetangga Sakit, Puluhan Warga Tertular Covid-19, Ini Ceritanya

Gara-gara Jenguk Tetangga Sakit, Puluhan Warga Tertular Covid-19, Ini Ceritanya

Regional
Ambil Paksa Kunci di Atas Kulkas lalu Pergi Bawa Motor, Seorang 'Debt Collector' Ditangkap, Begini Ceritanya

Ambil Paksa Kunci di Atas Kulkas lalu Pergi Bawa Motor, Seorang "Debt Collector" Ditangkap, Begini Ceritanya

Regional
Tidak Pakai Masker, Pengedara di Jalur Puncak Bogor Dihukum Push Up

Tidak Pakai Masker, Pengedara di Jalur Puncak Bogor Dihukum Push Up

Regional
Polisi Tangkap 'Debt Collector' yang Ambil Paksa Motor Nasabah, Ini Kronologinya

Polisi Tangkap "Debt Collector" yang Ambil Paksa Motor Nasabah, Ini Kronologinya

Regional
Video Viral Kapolsek Selamatkan Wanita Pendarahan Setelah Melahirkan dengan Menempuh 50 KM dari Dalam Hutan

Video Viral Kapolsek Selamatkan Wanita Pendarahan Setelah Melahirkan dengan Menempuh 50 KM dari Dalam Hutan

Regional
Ganjar Perintahkan Seluruh Bupati/Wali Kota Perketat PPKM Skala Mikro Buntut Kasus Covid-19 Meningkat Tajam

Ganjar Perintahkan Seluruh Bupati/Wali Kota Perketat PPKM Skala Mikro Buntut Kasus Covid-19 Meningkat Tajam

Regional
6 Anggota TNI Aniaya Warga hingga Tewas, Mayatnya Disembunyikan dan Pelaku Ditangkap

6 Anggota TNI Aniaya Warga hingga Tewas, Mayatnya Disembunyikan dan Pelaku Ditangkap

Regional
Kewalahan Hadapi Kasus Covid-19, Jabar Butuh 400 Relawan Medis

Kewalahan Hadapi Kasus Covid-19, Jabar Butuh 400 Relawan Medis

Regional
Munisah Menangis, Anaknya yang Menjadi Calon TKW Loncat dari Gedung Setinggi 15 Meter

Munisah Menangis, Anaknya yang Menjadi Calon TKW Loncat dari Gedung Setinggi 15 Meter

Regional
Sandiaga Uno: Jika Angka Covid Meningkat, Tempat Pariwisata dan Sentra Ekonomi Kreatif Ditutup Sementara

Sandiaga Uno: Jika Angka Covid Meningkat, Tempat Pariwisata dan Sentra Ekonomi Kreatif Ditutup Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X