Warga Kesulitan Air Bersih akibat Tanah Bergerak di Kaki Gunung Beser Sukabumi

Kompas.com - 18/03/2021, 10:40 WIB
Dua rumah terbawa lahan ambles di Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (1/3/2021). KOMPAS.COM/BUDIYANTODua rumah terbawa lahan ambles di Dusun Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (1/3/2021).

 

Selain Dusun Selagombong, kesulitan air bersih juga dirasakan warga di Kampung Batukutil, Dusun Ciherang.

Bahkan kesulitan air bersih sudah dialami selama sebulan.

"Sejak ada tanah longsor besar dari tanah bergerak di atas, di sini mulai kesulitan air bersih," kata Mulyadi (51) saat ditemui di rumahnya di Batukutil.

"Beberapa mata air yang biasa kami manfaatkan tertimbun tanah longsor," kata Mulyadi yang akrab disapa Parjo.

Kampung Batukutil ini merupakan salah satu kampung yang berlokasi lebih rendah dari lokasi tanah bergerak di Dusun Ciherang.

Kampung Batukutil juga paling terancam tanah longsor dari pergerakan tanah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Koordinator ProBumi Indonesia Asep Has menjelaskan, material longsoran berupa lumpur dari lokasi tanah bergerak sudah ada yang sampai ke aliran Sungai Ciherang.

"Air keruh ini dampak dari material longsoran," kata Asep setelah mengecek lokasi longsoran, Rabu.

Kepala Desa Cijangkar Heri Suherlan membenarkan bahwa tanah bergerak sudah berdampak pada sumber air bersih untuk masyarakat di Dusun Selagombong.

"Untuk sementara ada 29 kepala keluarga yang mengalami kesulitan air bersih," kata Heri.

Dia menuturkan, pihaknya sedang merencanakan solusi untuk memenuhi air bersih bagi masyarakat.

Beberapa di antaranya mencarikan sumber air bersih yang baru dan membuat bak penampung.

"Bisa juga tetap memanfaatkan air yang ada, namun harus membuat penyaring air hingga bersih," tutur Heri.

Satgas Penanggulangan Bencana Ciherang mencatat, rumah tidak layak huni yang terdampak tanah bergerak sebanyak 21 unit, yang dihuni 24 kepala keluarga atau sebanyak 59 jiwa.

Sedangkan rumah yang terancam berjumlah 116 unit, dihuni 125 kepala keluarga atau sebanyak 396 jiwa.

Jumlah total rumah yang terdampak dan terancam sebanyak 137 unit rumah, yang terdiri dari 149 kepala keluarga atau 455 jiwa.

Untuk total pengungsi sebanyak 59 kepala keluarga yang berjumlah 173 jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Polisi di Tanjungpinang Mulai Selidiki Pinjol Ilegal

Regional
Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Pemkab Karawang Ajak Perusahaan Menanam Pohon, Berapa yang Ikut?

Regional
Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Pemkot Bandung Izinkan Bioskop Terisi 70 Persen Kapasitas

Regional
Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Stasiun Daop 4 Semarang Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta, Ini Syaratnya

Regional
Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Cabuli dan Aniaya Bocah Berusia 6 Tahun, Seorang Nelayan di Rote Ndao Ditangkap

Regional
Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Pemadaman Listrik di Bangka sampai Akhir Bulan, Warga Gelar Doa Bersama

Regional
Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Kader Gerindra Minta Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ahmad Muzani: Keputusan di Tangan Beliau

Regional
Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Beredar Video Ibu DPO MIT Poso Memohon Anaknya Pulang

Regional
Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Terungkap Pemalsuan Surat Hasil PCR Penumpang di Bandara Kualanamu

Regional
199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

199 Tempat Rekreasi Hiburan Umum di Surabaya Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Regional
Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Setelah 5 Hari Karantina, 50 Personel Brimob Polda Jatim yang Bertugas di PON Papua Diizinkan Pulang

Regional
Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Polisi Temukan 6 Aplikasi Pinjol Ilegal Saat Gerebek Kantor Penagihan di Yogyakarta, Apa Saja?

Regional
Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Sang Ibu Jadi Pekerja Migran, Gadis di Sumba Timur Diperkosa Ayah Kandung, Ini Ceritanya

Regional
Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Ini Inovasi Pemkot Surabaya hingga Raih Penghargaan Kota Besar dengan Udara Terbersih di Asia Tenggara

Regional
Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Buntut Buronan Ditembak dan Dianiaya, Kasat Reskrim Luwu Utara Dimutasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.