Kompas.com - 17/03/2021, 10:30 WIB


BANDUNG, KOMPAS.com – Salah satu merek busana muslim yang berhasil menembus pasar internasional adalah Mouza.

Mouza merupakan brand busana muslim asal Bandung, Jawa Barat.

Bisnis busana muslim ini berdiri pada 2016. Hanya dalam 5 tahun, Mouza tumbuh dengan cukup pesat.

Berbagai produknya kini bisa ditemui di Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Abu Dhabi, Oman, dan lainnya.

Lalu, apa rahasianya?

Baca juga: Cerita Andreas Buat Tas Berbentuk Masker N95 karena Usaha Suvenir Pernikahan Hampir Mati Terdampak Pandemi

Sang pemilik, Dini Fitriyah membeberkan kunci rahasianya, yakni tidak berhenti bergerak dan berpikir.

Misalnya, ketika penjualan sedang turun, biasanya semangat juga ikut turun.

Tapi tidak dengan Dini. Semangatnya justru semakin tinggi saat usahanya turun.

“Ketika turun, saya malah makin semangat, gimana caranya biar naik lagi,” ujar Dini kepada Kompas.com di Bandung, Minggu (14/3/2021).

Koleksi terbaru Mouza yang disiapkan untuk kebutuhan Lebaran.Dok MOUZA Koleksi terbaru Mouza yang disiapkan untuk kebutuhan Lebaran.

Rahasia lainnya adalah tim yang solid, mulai dari karyawan hingga agen.

Saat ini, Dini memiliki hampir 100 karyawan dengan 8.000-an agen di beberapa negara.

Uniknya, 97 persen agennya adalah perempuan dan didominasi ibu rumah tangga (IRT).

Dini ingin bisnisnya bisa memberdayakan para ibu-ibu yang tidak bekerja sekuler.

“Konsepnya membesarkan manfaat. Jadi saya tidak berjuang untuk diri sendiri, tapi kita harus ingat siapa di pinggir kita, lingkungan kita, harus benar-benar memberikan manfaat,” ungkap Dini.

Baca juga: Cerita Pemilik Bali Arabica, Cita-cita Jadi PNS Tak Kesampaian, Kini Punya Usaha Beromzet Rp 1 M Per Tahun

Rupanya, konsep ini menyelamatkan banyak keluarga selama pandemi Covid-19.

Pada awal pandemi, banyak suami agen yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), penghasilan menurun, dan masalah ekonomi lainnya.

“Istrinya (para agen) menjadi tulang punggung keluarga. Alhamdulillah, keluarga para agen ini bisa bertahan dengan baik,” ucap Dini.

Hal tersebut seiring dengan kinerja Mouza yang memperlihatkan pertumbuhan positif di 2020.

Meski hanya tumbuh 12 persen, hal tersebut patut disyukuri, karena perusahaan fesyen lain banyak yang tutup.

“Saat pandemi, Mouza tetap tumbuh, berikan reward pada agen. Karyawan juga enggak ada yang dikurangi, pemotretan pun masih full,” ucap dia.

 

Modal awal yang kecil

Sebenarnya, distribusi menggunakan keagenen ini tidak disengaja.

Saat bisnis ini dibangun pada 2016, Dini memulainya dengan modal Rp 3 juta.

Suatu hari, saat bisnisnya terus bertumbuh, Dini membuat iklan produknya di media sosial.

Tak berapa lama kemudian, ada yang mengirim pesan menanyakan soal tata cara menjadi agen.

“Dulu pas awal bisnis, yang penting bisa jualan, bisa makan. Pas ada yang tanya soal keagenan, saya sok tahu, saya jawab, oh iya teh tunggu sebenar. Padahal saya enggak tahu,” ucap Dini.

Ia kemudian mencari tahu ke mana-mana, termasuk mengandalkan pencarian di internet.

Akhirnya, ia menjawab pesan tersebut, syarat menjadi agen Mouza apa saja termasuk uang keagenan Rp 15 juta.

Ia mematok harga itu karena tidak memiliki modal. Dengan uang Rp 15 juta, dia bisa melunasi kain dan biaya jahit.

“Alhamdulillah saya jadi enggak keluar uang,” tutur Dini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Pembangunan Bendungan Meninting, Menteri Basuki: Jangan sampai Merusak Lingkungan

Tinjau Pembangunan Bendungan Meninting, Menteri Basuki: Jangan sampai Merusak Lingkungan

Regional
Kasus PMK Tinggi, Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 1,9 Miliar untuk Penanganan

Kasus PMK Tinggi, Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 1,9 Miliar untuk Penanganan

Regional
Menteri Basuki Minta Penghijauan di Kawasan Mandalika Dioptimalkan

Menteri Basuki Minta Penghijauan di Kawasan Mandalika Dioptimalkan

Regional
Terungkap, Admin Bank Riau-Kepri Maling Uang 71 Nasabah Senilai Rp 5 Miliar untuk Judi Online

Terungkap, Admin Bank Riau-Kepri Maling Uang 71 Nasabah Senilai Rp 5 Miliar untuk Judi Online

Regional
Di Balik Kasus Suami Cekik Istri gara-gara Cekcok Masalah Penghasilan di Tulungagung

Di Balik Kasus Suami Cekik Istri gara-gara Cekcok Masalah Penghasilan di Tulungagung

Regional
Bocah yang Ditemukan Menggantung di Bima Ternyata Dibunuh Sang Kakak, Ini Cerita Polisi Ungkap Kejanggalan

Bocah yang Ditemukan Menggantung di Bima Ternyata Dibunuh Sang Kakak, Ini Cerita Polisi Ungkap Kejanggalan

Regional
Pos Pemeriksaan Hewan Kurban di Salatiga Sepi Peminat

Pos Pemeriksaan Hewan Kurban di Salatiga Sepi Peminat

Regional
Kabupaten Magelang Punya Laboratorium BSL-2 Senilai Rp 10,7 miliar

Kabupaten Magelang Punya Laboratorium BSL-2 Senilai Rp 10,7 miliar

Regional
Menteri Sandiaga Hadiahkan Cincin Emas untuk Penjaga Makam dan Istrinya, Tangis Solihin Pecah

Menteri Sandiaga Hadiahkan Cincin Emas untuk Penjaga Makam dan Istrinya, Tangis Solihin Pecah

Regional
Dapat Dana Hibah Pemda Rp 100 Juta, PMI Blora Sebut Masih Kurang

Dapat Dana Hibah Pemda Rp 100 Juta, PMI Blora Sebut Masih Kurang

Regional
Menteri PUPR Sebut Jalan Tol di Indonesia Kumuh

Menteri PUPR Sebut Jalan Tol di Indonesia Kumuh

Regional
Asal-usul dan Sejarah Nama Palu

Asal-usul dan Sejarah Nama Palu

Regional
Kisah Nenek Rosalia, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot, Kerap Hanya Makan Ubi dan Pisang

Kisah Nenek Rosalia, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot, Kerap Hanya Makan Ubi dan Pisang

Regional
13.260 Miras dari Malaysia Gagal Diselundupkan ke Indonesia, 3 Sopir Ditangkap

13.260 Miras dari Malaysia Gagal Diselundupkan ke Indonesia, 3 Sopir Ditangkap

Regional
Pedagang di Deiyai Papua Tewas Ditembak, Siapa Pelakunya Menurut Analisis Polisi?

Pedagang di Deiyai Papua Tewas Ditembak, Siapa Pelakunya Menurut Analisis Polisi?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.