Demokrat Sumbar: Mereka yang Datang ke KLB adalah Barisan Sakit Hati

Kompas.com - 09/03/2021, 15:33 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan usai bertemu dengan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo Rahadian Muzhar di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Senin (8/3/2021). YouTube.com/Kompas TVKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan usai bertemu dengan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo Rahadian Muzhar di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Senin (8/3/2021).

PADANG, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Barat memastikan tidak ada pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan DPD di Sumbar yang ikut acara Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara.

Mereka yang datang ke KLB tersebut adalah mantan pengurus yang disebut barisan sakit hati karena tidak menjabat lagi.

"Kami pastikan tidak ada pengurus DPD dan DPC Demokrat Sumbar yang datang ke KLB itu. Mereka yang datang ke Sumut itu bukan bagian kita, tapi konon kabarnya adalah barisan sakit hati karena tidak jadi pengurus lagi," kata Kepala Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Demokrat Sumbar, HM Nurnas, yang dihubungi Kompas.com, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Ada Isu 1.000 Orang Hadiri KLB, Demokrat Sumut: Yang Ikut Kebanyakan Bukan Pengurus atau Sudah Dipecat

Nurnas menyebutkan, ada beberapa orang asal Sumbar datang ke KLB itu mengatasnamakan Demokrat Sumbar.

Padahal, mereka bukan pengurus DPC dan DPD Demokrat Sumbar.

"Kami tegaskan, mereka itu bukan pengurus. Hanya barisan sakit hati saja," jelas Nurnas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk memberi sanksi, kata Nurnas, pihaknya tidak bisa karena mereka bukan lagi kader Demokrat Sumbar.

Baca juga: Cerita Bupati Karawang Tolak Ajakan Ikut KLB, Cellica: DPC Demokrat se-Jabar Solid

Demokrat Sumbar setia kepada Ketua Umum AHY

Sebelumnya diberitakan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Barat (Sumbar) menegaskan tidak terlibat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Sumatera Utara karena setia kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Demokrat Sumbar juga menilai KLB itu adalah ilegal dan tidak sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat.

"Seluruh kader menolak sangat keras terhadap KLB itu. Karena KLB yang dilakukan oleh mantan-mantan itu ilegal karena tidak sesuai dengan AD/ART,” ujar Kepala Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Demokrat Sumbar, HM Nurnas, yang dihubungi Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Nurnas mengatakan, seluruh jajaran mulai tingkat DPC di 19 kabupaten dan kota sudah membuat surat pernyataan bahwa tetap berada utuh memberikan dukungan penuh kepada Ketum AHY.

"DPD Sumbar dikomandoi oleh Ketua Pak Mulyadi, kami tetap satu komando bersama Pak AHY,” kata Nurnas.

 

Demokrat Sumbar tak akui Moeldoko sebagai ketum versi KLB

Nurnas juga menegaskan bahwa DPD Demokrat Sumbar tidak mengakui Moeldoko sebagai ketua umum baru versi KLB.

Ketua Umum Demokrat tetap AHY yang dipilih secara aklamasi dalam Kongres V Demokrat dan dihadiri utuh semua DPD dan DPC se-Indonesia selaku pemegang hak suara.

"Seluruh ketua DPC pemegang hak suara, DPD pemegang hak suara, tidak ikut serta. Kemudian, kami sudah beberapa hari menyampaikan sikap ke DPP dan fraksi sudah melakukan itu, kita tetap di barisan satu komando,” kata Nurnas.

Sebelumnya diberitakan, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diselenggarakan di Deli Serang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/3/2021), menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Berdasarkan siarang langsung yang ditayangkan Kompas TV, politisi Demokrat yang sebelumnya dipecat, Jhoni Allen Marbun, membacakan, ada dua kandidat ketua umum dalam KLB tersebut.

Kedua kandidat tersebut ialah Moeldoko dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus mantan Ketua DPR Marzuki Alie.

Namun, peserta KLB akhirnya memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Menetapkan Dr H Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," ujar Jhoni Allen dalam siaran langsung di Kompas TV, Jumat sore.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Kota Lama Semarang Dipasang Stiker Penutupan Sementara

Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Kota Lama Semarang Dipasang Stiker Penutupan Sementara

Regional
Wakapolsekta Rappocini Makassar Dilempar Batu Saat Kawal Demo, Dirawat di RS

Wakapolsekta Rappocini Makassar Dilempar Batu Saat Kawal Demo, Dirawat di RS

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Siswa dan Guru yang PTM di Surabaya Jalani Tes Swab

Cegah Penularan Covid-19, Siswa dan Guru yang PTM di Surabaya Jalani Tes Swab

Regional
Pemprov DI Yogyakarta Distribusikan Vaksin AstraZeneca yang Akan Kedaluwarsa ke Pacitan hingga Klaten

Pemprov DI Yogyakarta Distribusikan Vaksin AstraZeneca yang Akan Kedaluwarsa ke Pacitan hingga Klaten

Regional
Kadinkes Kalbar: Harga Modal Tes PCR Rp 251.000

Kadinkes Kalbar: Harga Modal Tes PCR Rp 251.000

Regional
Bertahan di Kawasan Sirkuit Mandalika, Amaq Bengkok: Mau Tidak Mau Harus Tinggal di Sini karena Belum Dibayar...

Bertahan di Kawasan Sirkuit Mandalika, Amaq Bengkok: Mau Tidak Mau Harus Tinggal di Sini karena Belum Dibayar...

Regional
Kasus Raibnya Uang Rp 427 Juta Milik Peternak, Polisi Periksa CCTV di 2 Titik

Kasus Raibnya Uang Rp 427 Juta Milik Peternak, Polisi Periksa CCTV di 2 Titik

Regional
9 Bulan Jadi Buron, Penembak Remaja 17 Tahun di OKI Dilumpuhkan Polisi

9 Bulan Jadi Buron, Penembak Remaja 17 Tahun di OKI Dilumpuhkan Polisi

Regional
Polisi Tembak Rekan Sesama Polisi, Pelaku Diduga Cemburu Istrinya Sering 'Chatting' dengan Korban

Polisi Tembak Rekan Sesama Polisi, Pelaku Diduga Cemburu Istrinya Sering "Chatting" dengan Korban

Regional
Mengenal Tradisi Idul Khotmi yang Dirayakan Warga Bangka

Mengenal Tradisi Idul Khotmi yang Dirayakan Warga Bangka

Regional
Jenazah Siswa SMP yang Tewas Diduga Dianiaya Gurunya Diotopsi Hari Ini

Jenazah Siswa SMP yang Tewas Diduga Dianiaya Gurunya Diotopsi Hari Ini

Regional
Buronan yang 5 Kali Ditembak Polisi Jalani Operasi Pengangkatan Usus

Buronan yang 5 Kali Ditembak Polisi Jalani Operasi Pengangkatan Usus

Regional
Masuk ke Taman Kota di Bandung Akan Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Masuk ke Taman Kota di Bandung Akan Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Regional
Terekam CCTV, Pencuri Santai Tuntun 2 Sapi di Jalan Desa Sejauh 5 Km dari Rumah Korban, Ini Kronologinya

Terekam CCTV, Pencuri Santai Tuntun 2 Sapi di Jalan Desa Sejauh 5 Km dari Rumah Korban, Ini Kronologinya

Regional
Pembukaan Wisata Bromo Bergantung pada Status PPKM Daerah Penyangga

Pembukaan Wisata Bromo Bergantung pada Status PPKM Daerah Penyangga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.