Anggota DPRD Maluku Kedapatan Bawa Alat Isap Sabu di Bandara

Kompas.com - 09/03/2021, 11:52 WIB
Ilustrasi narkoba TOTO SIHONOIlustrasi narkoba

 

AMBON, KOMPAS.com - Seorang Anggota DPRD Provinsi Maluku ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. 

Anggota DPRD yang diketahui berinisial WW ini diringkus polisi di kawasan Bandara Pattimura Ambon karena kedapatan membawa alat isap sabu di dalam tasnya. 

"Iya benar (WW, Anggota DPRD Maluku) ditangkap kemarin pagi sekitar jam 8 di Bandara Pattimura," kata Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon, AKP Jufri Djawa, saat dikonfirmasu via telepon seluler, Selasa (9/3/2021). 

Penangkapan terhadap anggota DPRD asal Fraksi Partai Demokrat ini terjadi hanya beberapa saat setelah WW tiba dari Jakarta dengan menumpangi sebuah pesawat komersil. 

Baca juga: Pengakuan Rudi, Pemotor yang Terseret Arus Banjir di Ambon: Syukur, Ada yang Tolong

Menurut Jufri, saat ini, barang bukti alat isap sabu yang disita telah dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk diuji apakah alat tersebut telah digunakan WW atau tidak. 

"Kami kirim alatnya ke Makassar, karena di sini tidak bisa uji harus di Makassar, jadi kami minta waktu kalau hari ini kami susah dapat hasil atau paling lambat besok akan kami ekspos," ungkap dia. 

Polisi belum menetapkan status hukum terhadap WW. Petugas terus menyelidiki kasus tersebut untuk membuktikan ada atau tidak keterlibatan pelaku dalam kasus penyalahgunaan narkoba. 

"Saat ditangkap tidak ditemukan sabu. Jadi, yang bersangkutan itu nanti terbukti atau tidak kami masih melakukan penyelidikan," kata dia. 

Baca juga: Banjir di Depan Mal di Ambon, Motor Terseret Arus

"Kami berharap alatnya bisa diuji lebih cepat dan bisa mempriotitaskan karena ini berkaitan dengan publik figur, juga jadi mungkin bisa percepat uji itu," tambah dia. 

Terkait penangkapan WW tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku, Roy Elwen Pattiasina yang dikonfirmasi Kompas.com mengaku belum mengetahui kasus tersebut. 

"Belum, beta (saya) masih di Jakarta masih ada sementara rapat memang ada beberapa wartawan yang hubungi juga, nanti saya suruh sekretaris cek ke Polresta dulu," katanya via telepon seluler.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah Tudingan Operasi Militer di Puncak, Kapolda Papua: Yang Ada Penegakan Hukum

Bantah Tudingan Operasi Militer di Puncak, Kapolda Papua: Yang Ada Penegakan Hukum

Regional
Pasien OTG Covid-19 di Solo Wajib Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Pasien OTG Covid-19 di Solo Wajib Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Regional
Tak Diproses Hukum, Wanita yang Marahi Petugas di Pos Penyekatan Diminta Lakukan Ini

Tak Diproses Hukum, Wanita yang Marahi Petugas di Pos Penyekatan Diminta Lakukan Ini

Regional
Ancam Tempat Wisata yang Tak Bisa Kendalikan Kerumunan, Gubernur Sumsel: Tutup, Jangan Ragu-ragu

Ancam Tempat Wisata yang Tak Bisa Kendalikan Kerumunan, Gubernur Sumsel: Tutup, Jangan Ragu-ragu

Regional
Ridwan Kamil: 500.000 Kendaraan Dirazia Selama Penyekatan Arus Mudik

Ridwan Kamil: 500.000 Kendaraan Dirazia Selama Penyekatan Arus Mudik

Regional
Penyuntikan Vaksin Gotong Royong Segera Dimulai, Ini Kelompok yang Harus Diprioritaskan Menurut Unpad

Penyuntikan Vaksin Gotong Royong Segera Dimulai, Ini Kelompok yang Harus Diprioritaskan Menurut Unpad

Regional
TNI-Polri Bangun Pos Keamanan di 3 Distrik, KKB Pimpinan di Puncak Semakin Terjepit

TNI-Polri Bangun Pos Keamanan di 3 Distrik, KKB Pimpinan di Puncak Semakin Terjepit

Regional
Mengaku Dukun dan Gelar Ritual Mandi Sebelum Puasa, Kakek Cabuli Istri dan Anak Tetangga

Mengaku Dukun dan Gelar Ritual Mandi Sebelum Puasa, Kakek Cabuli Istri dan Anak Tetangga

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 Mei 2021

Regional
Seorang Tahanan BNN Sumut Akhirnya Menyerahkan Diri, 4 Lainnya Masih Diburu

Seorang Tahanan BNN Sumut Akhirnya Menyerahkan Diri, 4 Lainnya Masih Diburu

Regional
3 Pengendara Positif Covid-19 Berdasarkan Swab Antigen di Pos Penyekatan Sleman

3 Pengendara Positif Covid-19 Berdasarkan Swab Antigen di Pos Penyekatan Sleman

Regional
Antisipasi Arus Mudik Gelombang Kedua, Sumsel Perpanjang Penyekatan hingga 31 Mei

Antisipasi Arus Mudik Gelombang Kedua, Sumsel Perpanjang Penyekatan hingga 31 Mei

Regional
Digugat Anak Kandungnya karena Jual Lahan Warisan untuk Bayar Utang, Ibu: Kok Bisa Berhati Seperti Itu

Digugat Anak Kandungnya karena Jual Lahan Warisan untuk Bayar Utang, Ibu: Kok Bisa Berhati Seperti Itu

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 17 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 17 Mei 2021

Regional
Pembunuh Mertua dan Menantu Sempat Sujud di Hadapan Korban, Ini yang Dikatakan

Pembunuh Mertua dan Menantu Sempat Sujud di Hadapan Korban, Ini yang Dikatakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X