Surono: Tidak Perlu Pengosongan Pulau Palue

Kompas.com - 21/12/2012, 19:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono menegaskan, situasi Gunung Rokatenda masih tetap Siaga dan tidak perlu ada pengosongan Pulau Palue. Permukiman warga di pulau itu relatif aman terhadap ancaman lontaran batu pijar dan awan panas.

Surono menyampaikan hal itu, Jumat (21/12/2012), terkait dengan maraknya pemberitaan, termasuk berita di Kompas.com, tentang pengosongan pulau gunung api Rokatenda di Palue,  Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. "Masyarakat di Palue tidak perlu panik," katanya.

Menurut Surono, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengirim tim dari Bandung untuk memantau situasi di Rokatenda. "Berdasarkan pantauan, memang terjadi hujan abu dengan ketebalan yang jatuh di permukiman rata-rata 0,5 sentimeter. Air bersih tercemar, tetapi bahaya lainnya sejauh ini belum ada," katanya.

Surono mengatakan, ancaman lontaran material pijar maksium 500 meter dari kubah lava, jauh dari permukiman. Luncuran awan panas berpotensi terjadi ke arah selatan dan barat daya, ke arah pantai yang tidak dihuni. "Kalau saat ini banyak warga yang meningalkan Pulau Palue itu silakan saja, tetapi PVMBG tidak merekomendasikan begitu, karena dari sisi bahaya letusan gunung api tidak sampai tingkat mengancam warga," katanya.

Pulau Palue seluas 39,5 kilometer persegi adalah tubuh gunung api Rokatenda. Pulau ini berada di Laut Flores dan dihuni sekitar 10.000 jiwa yang tersebar di delapan desa. Bahaya terbesar Rokatenda adalah letusan yang disusul tsunami, sebagaimana pernah terjadi pada tahun 1928.


PenulisAhmad Arif
EditorNasru Alam Aziz

Close Ads X